Sistem Katalis

Sistem Katalis
Soul Master, Soul Contractor


__ADS_3

    Di hadapannya tiba-tiba terjadi retakan dimensi yang kian waktu berlalu kian membesar. Udara di sekitarnya menjadi kacau, seperti pesawat yang sedang mengudara di langit dan pintunya sengaja dibuka. Debu – debu harusnya bertebaran, tapi berjarak dari pusat retakan, karena terdorong oleh udara yang kacau. Veroa yang berada di dekatnya berusaha untuk tak terpental ke belakang seperti para debu.


    Dari dalam retakan dimensi itu perlahan keluar sesosok makhluk yang sangat megah. Armornya terbuat dari platina yang mengkilat, terlihat sangat kuat. Di beberapa tempat, terdapat kristal dan berlian yang menjadi hiasan sekaligus penambahan fungsi pada armor. Selain itu, aura agung yang dipancarkannya membuat siapa saja yang merasakannya terasa ingin menunduk dan memberi hormat seperti hormat kesatria terhadap rajanya. Veroa sendiri bertahan dalam posturnya, agar tetap berdiri dengan kokoh, karena dia tahu sosok itu adalah spirit yang dipanggilnya sebagai hadiah kompensasi terakhir dari sistem.


    “Wahai Engkau yang Maha Agung, terimalah hormat dari makhluk rendahan ini” ucap sosok megah itu seraya menunduk di hadapan Veroa.


    “Makhluk rendahan, katanya!?” kata Veroa dalam benaknya, merasa tak terima dengan pernyataan dari sosok yang telah dipanggilnya dan lagi, meskipun dia telah memperkirakannya, tetap saja dia merasa terkejut bahwa sosok luar biasa di hadapannya merupakan spirit panggilannya. “Dan lagi, apa-apaan sebutannya terhadapku? Terlalu dilebih-lebihkan” lanjutnya.


    “Um... berdirilah! Ku terima hormatmu. Jadi, apakah kau ingin membuat kontrak denganku?” Ucap Veroa tanpa berbasa-basi, segera mengungkapkan kehendaknya.


    Sosok yang memperkenalkan dirinya sebagai makhluk rendahan itu menengadah, melihat wajah Veroa dengan berseri-seri. “Wahai Engkau yang Maha Agung, sungguh, ini adalah hal yang sangat luar biasa bisa menjadi soul spirit Engkau yang Maha Agung. Saya akan merasa sangat terhormat dan tentunya saya takkan menolak kesempatan ini”


    “Maka, mari kita mulai ritualnya!”

__ADS_1


    Soul master, setelah mendapat spirit yang mau membuat kontrak dengannya dan menjadi soul spiritnya, keduanya akan melakukan ritual kontrak jiwa. Spirit akan menerima setetes darah dari pembuat kontrak, agar keduanya dapat saling terikat. Semakin lama keduanya terhubung dan pembuat kontrak semakin memahami karakteristik spiritnya, kekuatan ikatan jiwanya akan semakin besar, maka kekuatan seorang individu itu akan semakin tak terkalahkan.


    Soul master memiliki enam tingkatan, dengan setiap tingkatan terdapat tujuh tangga yang harus dilewatinya untuk dapat menaikkan tingkatannya. Semakin tinggi tingkatannya, semakin besar pula kekuatannya dan semakin banyak variasi skill yang didapatkannya.


    Terdapat banyak metode untuk dapat memahami karakteristik spirit yang dikontrak dan itu tergantung keinginan spiritnya. Tapi, secara umum, tingkat ketertarikan spirit terhadap majikannya mempengaruhi kecepatan pemahaman individu dalam memahami karakteristik spiritnya. Misalnya, spirit yang suka berburu iblis, bila keinginannya untuk berburu iblis terpenuhi oleh majikannya, spirit itu akan berinisiatif memberitahukan karakteristik yang belum dipahaminya, dalam beberapa kondisi terdapat kasus yang seperti ini. Kebanyakan para soul master mengandalkan kemampuannya sendiri untuk memahami spirit, yakni dengan cara terus berlatih, bermeditasi, ataupun yang lainnya.


    Ritual pun dimulai.


    Setetes darah keluar dari jarinya, darah itu bukannya menetes ke bawah, melainkan melayang menuju sosok bercahaya perak di depannya dan melesat cepat menabrak kening sosok itu. Tak lama kemudian, lingkaran sihir utama muncul di bawah telapak keduanya, sedangkan di masing-masing terdapat lingkaran sihir kecil yang tepat mengelilinginya. Dari bawah telapak kaki Veroa, muncul dua rantai yang tak berbentuk fisik, itu adalah esensi jiwa yang terkonsentrasi membentuk rantai itu bergerak menuju inti spirit di depannya yang berada pada letak jantung bila diumpamakan pada manusia. Kemudian mengikatnya.


    Dalam benak spirit Fairy Alvar, dia merasa kagum pada sosok yang dianggapnya teramat agung itu, karena dapat menerima energi yang sangat besar tanpa terlihat kesakitan. “Hebat!” itulah kata yang terucap tanpa disadari olehnya.


    Sosok megah itu perlahan terurai menjadi serpihan cahaya dan perlahan masuk ke dalam tubuh Veroa yang sebentar lagi proses ritual kontrak jiwanya akan selesai.

__ADS_1


    Beruntungnya, sampai saat ini tak ada monster ataupun iblis yang berani mendekat, karena aura agung yang dipancarkan oleh spirit Fairy Alvar membuat mereka merasakan bahaya yang membuat mereka merasa enggan untuk mendekat.


    Lalu, ritual kontrak jiwa pun telah selesai. Penampilan Veroa mendapat sedikit perubahan di bagian tertentu. Yang paling menonjol adalah warna rambutnya yang awalnya hitam legam menjadi berwarna silver yang memukau, sangat cocok dengan warna kulit dan bentuk wajahnya. Bila dikata, awalnya daya tariknya terhadap perempuan adalah sepuluh, mungkin dia yang sekarang ini memiliki daya tarik lima puluh, yang berarti penampilannya lima kali lebih keren dibandingkan sebelumnya. Selain itu, postur tubuhnya semakin ideal di usianya yang masih muda, tinggi dengan volume ototnya yang pas.


    “Aku merasa luar biasa!” itu adalah kalimat pertama yang terucap dari mulutnya setelah ritualnya selesai. Tubuhnya terasa penuh dengan energi, selain itu tubuhnya kembali menjadi lebih bersih, seperti dia baru saja selesai membersihkan diri menggunakan sabun terbaik dan dia sekarang merasa sangat segar. “Itu sih karena, aku masih telanjang dan kini, badanku tertiup angin kencang”


    Tiba-tiba, di tubuhnya muncul armor yang terbuat dari platina yang sama dengan bahan armor yang dipakai spiritnya. Kini, tubuhnya telah tertutupi armor yang sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Dia semakin terlihat gagah.


    “Whoa!? Apakah ini dari spirit Fairy Alvar? Menakjubkan! Makasih banyak spiritnya. Kau sungguh pengertian!” ucapnya pada diri sendiri dengan mata yang gemerlap bak langit yang dipenuhi lautan bintang.


    “Nah, sekarang, aku dapat bergerak dengan lebih nyaman dan terlindungi” ucapnya lagi seraya mulai berjalan, melanjutkan tujuannya yang sempat tertunda.


    Dia berjalan dan terus berjalan, tapi setelah berjam-jam berjalan, dia merasa tak mendapat kemajuan. Kabut yang memenuhi ujung pandangan tak kunjung mendekat. Sepanjang mata memandang masih berupa dataran tanah tandus yang tak berujung. Lubang tempatnya terjatuh, telah tertelan jarak. Rasa-rasanya, dia seperti berada di samudera dan tengah terombang-ambing oleh ombak dan ditiup angin yang membawanya entah ke mana.

__ADS_1


    Dirasa mengalami kebuntuan, akhirnya dia mencoba bertanya pada sistem yang selama ini selalu menemani dan membantunya, tak dihitung saat dia menjalani hukuman dari Dewa yang entah karena apa. Sampai-sampai, dia harus menjalani kehidupan yang sangat berat di usia yang masih muda.


    “Sistem, apakah kamu bisa menunjukkan jalan yang menuju tempat yang cocok untuk dijadikan tempat peristirahatan sementara?”


__ADS_2