
Dua pasang mata beradu pandang, yang satu mempertahankan posisinya karena sudah pasti kalah bila harus beradu fisik secara langsung. Sedangkan yang satunya, karena sifat alaminya yang memiliki insting bertahan hidup yang tinggi, melihat apakah musuh berbahaya atau tidak dengan cara beradu pandangan. Bila musuh lebih dulu memalingkan pandangan meskipun sedikit, dia telah kalah. Maka, dia dengan senang hati menyerang dengan kekuatan penuh pada lawan di hadapannya.
Lapangan yang menjadi tempat bertarung, adalah tempat di mana Veroa baru saja turun dari langit. Bentuknya yang berupa lekukan, bagi lawan yang lebih lemah akan sulit untuk melarikan diri. Itupun bila setelah bentrokan fisik yang mengakibatkan luka fatal, sehingga sulit untuk bergerak. Tapi, Veroa masih memiliki kaki yang utuh, dia masih dapat berlari dan melompat dengan normal. Sayangnya, yang menjadi lawannya saat ini memiliki keuntungan dari segi kekuatan dan kecepatan. Seharusnya, dia telah kalah dalam berbagai aspek yang dibutuhkan dalam pertarungan.
Keunggulan yang dimiliki Veroa hanyalah kecerdasan dan kecepatan berpikirnya yang akhir-akhir ini tak terkendali, dapat berpikir lebih cepat dibandingkan kecepatan laju waktu normal. Setelah 30 menit berpikir dalam 5 detik, dia telah menemukan dua solusi. Namun, keberhasilannya tergantung pada kondisi sekitar, apakah sesuai dengan apa yang telah dirasakannya atau tidak.
Dia perlahan menarik nafas dalam-dalam, berhati-hati agar tak memancing musuh untuk menyerangnya, karena melihat pergerakan yang mencurigakan. Apalagi, binatang jenis harimau sangat peka penciumannya. Setelah udara memenuhi kapasitas paru-parunya, dengan tetap tak mengalihkan pandangan, dia berteriak sangat keras ke hadapan monster di depannya.
Tanpa diduga, monster harimau, atau disebut dengan stripped hell flame tiger malah merasa tertantang untuk beradu auman. Dia pun membalas teriakan Veroa dengan raungannya yang sangat kencang.
__ADS_1
Dalam hati Veroa, bila melalui mulut, mungkin akan mengeluarkan suara “Eh?” dengan tanda tanya besar. Tapi, dia segera mengerti alasan monster itu mengaum dengan sangat kencang. Hal itu malah sangat membantunya dalam rencananya.
Tak lama setelah monster stripped hell flame tiger selesai mengaum, tanah dapat dirasakan sedang bergetar, menandakan sesuatu yang besar atau bergerombol sedang mendekat. Stripped hell flame tiger segera merasa lebih waspada, dia memandang Veroa dengan pandangan yang bengis, merasa dirinya masuk ke dalam jebakan musuh. Merasa dirinya dalam bahaya, dia pun dengan masih bersikap waspada terhadap Veroa, bersiap untuk melompat keluar dari lubang ini, berniat untuk melarikan diri. Tapi, sebelum dia sempat, seekor naga gurun keluar dari tanah dalam lubang itu dan melesat menuju stripped hell flame tiger. Gigi besar dan tajam sedang menuju leher monster itu dan mendorongnya sampai menabrak tanah yang melengkung.
Seekor naga gurun yang ukurannya dua kali lebih besar dibanding stripped hell flame tiger, melintas di hadapannya dan menuntaskan monster yang telah memotong kedua tangannya. Dalam kondisi ini, dia masih dapat berpikir jernih dan tak melewatkan kesempatan ini untuk melarikan diri dan menjauh dari bahaya.
Mundur beberapa langkah, memastikan dirinya tak memancing perhatian naga gurun dan setelah merasa aman, dia segera melompat keluar dari lubang itu. Beruntungnya lagi, selain dia terselamatkan dari bahaya, area di sekitar juga menjadi aman, karena monster – monster menjauhi area ini yang dirasa bahaya setelah merasakan getaran itu.
“Setidaknya, aku masih hidup dan itu patut untuk disyukuri. Setelah mengetahui bahwa di hukuman kedua, tak ada kejadian dibangkitkan ulang, aku jadi harus berhati-hati dengan nyawa di hukuman ketiga ini. Jadi, apa yang harus ku lakukan sekarang?” ucapnya sambil mulai berjalan kaki dengan pelan dan pikirannya terfokus pada langkah selanjutnya yang harus diambil. “Mengeksplorasi area sekitar dan menjauhi area ini, agar tak menjadi mangsa naga gurun adalah langkah yang dirasa tepat. Jadi, aku harus berjalan ke arah kaki yang hendak bergerak ya? Dan arah itu adalah arah yang sedang ku tuju” ucapnya lagi.
__ADS_1
Berjalan di tanah tandus dan gersang hampir seperti padang pasir, udara yang panas, debu yang tertiup angin, dengan tubuh yang tak tertutupi oleh sehelai kain, keringat terlihat jelas perlahan muncul di sekujur tubuhnya hingga seperti orang yang baru saja mandi. Setiap kali tetesan keringat itu hendak menyentuh tanah, malah menguap ditelan angin, sesekali menetes sampai mengenai tanah, tapi segera menguap tak bersisa. Tak ada air, bibir kering sampai hampir mirip tanah yang sedang dipijaknya. Saat teringat bahwa dia masih memiliki satu kesempatan lagi untuk memilih hadiah dari sistem, segala efek kelelahan dan kering kerontang secepat kilat menghilang begitu saja.
“Sistem, tolong tampilkan pilihan hadiah yang tersisa” ucapnya, langkah kakinya terhenti. Layar sistem pun muncul di depannya dan menampilkan apa yang barusan Veroa ucapkan. Hadiah yang tersisa ada delapan jenis hadiah, yaitu ada senjata, artefak, armor, hewan peliharaan, elemental affinity, makhluk panggilan, spirit, dan formula sihir. Selama beberapa saat, dia berpikir, mempertimbangkan apa yang akan diambilnya. “Armor memang dibutuhkan untuk menutupi tubuhku saat ini, senjata juga, tapi spirit pilihan sistem pastinya lebih fantastis dan bila dicari, akan sangat sulit. Untuk hewan peliharaan, memang sulit juga untuk mendapatkannya, sedangkan makhluk panggilan hampir mirip dengan spirit, tergantung keberuntungan. Formula sihir dan elemental affinity tak terlalu dibutuhkan untuk saat ini, toh aku akan berfokus terlebih dahulu menjadi seorang soul master”
Setelah mempertimbangkan apa yang harus diambil, dia akhirnya memilih spirit. Lalu, layar sistem segera tergantikan dengan menampilkan spirit pilihan sistem. Ada sepuluh spirit yang muncul, melihatnya satu per satu, detak jantungnya memompa darah semakin cepat. Kesepuluh spirit itu memang sangat luar biasa, ada Ifrit, Hydra, Dryad Maia, Naga Langit, Medusa, Fairy Merlin, Typhon, Fairy Alvar, Marid, dan Triton yang mana kesemuanya merupakan spirit yang sangat langka dan berkekuatan luar biasa. Misalnya Triton, spirit penguasa laut yang memungkinkan pengguna spirit ini dapat mengendalikan air dengan leluasa, apalagi bila lautan menjadi medan tempurnya. Andai kata dia sendirian melawan dunia, dia takkan kalah.
Tapi, Veroa malah tambah bingung, karena spirit yang tersaji semuanya hebat. Ifrit Sang Penguasa Api, Hydra yang merupakan makhluk mitologi bertubuh besar dan mengerikan serta kekuatannya yang luar biasa, Dryad Maia yang dapat mengendalikan seluruh tumbuhan yang ada di dunia, Naga Langit yang menguasai angkasa, Medusa Sang Ratu Ular yang memesona, Fairy Merlin yang dapat menghancurkan dunia dengan sihirnya, Typhon yang sangat kuat, Fairy Alvar yang dapat memanggil pasukan sihir, dan Marid Si Raksasa yang gagah perkasa dan tak terkalahkan. Dia tinggal memilih spirit yang dirasa sesuai gaya bertarungnya.
“Aku pengguna pedang dan panahan, spirit yang cocok untukku adalah Naga Langit dan Ifrit. Naga Langit memungkinkan aku dapat terbang di langit dan bergerak dengan leluasa untuk menebas kepala musuh, apalagi saat menggunakan panah di langit. Untuk Ifrit, setiap serangan yang dilancarkan olehku dapat menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Tapi, aku masih dapat tumbuh semakin kuat, ada baiknya saat bertempur, aku memiliki pasukan yang tak terkalahkan. Fairy Alvar, ya! Fairy Alvar adalah spirit yang cocok untukku. Telah diputuskan!”
__ADS_1
Jari telunjuknya segera menyentuh layar sistem yang berisi hadiah spirit Fairy Alvar.