Sistem Katalis

Sistem Katalis
Tinggal Menunggu Waktu


__ADS_3

    Di pagi hari, beberapa dedaunan berguguran dan tertiup angin. Tetesan embun perlahan menetes, begitu jernih jika dilihat. Udara terasa sangat menyegarkan, cocok sekali bila berolahraga di atas rumput dan bergerak dengan bebas seperti hembusan angin. Dari beberapa tempat, terdengar alunan suara yan saling melengkapi, suara gemerisik sapu yang bergesekan dengan sampah. Biasanya, taman istana akan dibersihkan di siang hari oleh petugas. Kini, beberapa anak muda sedang melakukan tugas yang telah dijanjikan kemarin.


    Umur mereka sebenarnya tak jauh berbeda dengan Veroa, bahkan mereka lebih tua. Tapi, karisma yang dipancarkan oleh Veroa seperti langit dan bumi bila harus dibandingkan, membuat mereka seperti berhadapan dengan seseorang yang memiliki segudang pengalaman. Pada saat matahari sedikit meninggi, mereka mendengar suara latihan di lapangan. Berhubung tugas bersih-bersihnya hampir selesai untuk saat ini, mereka berniat mengintip orang yang sedang latihan hanya untuk mengobati rasa penasarannya.


    Mereka telah masuk ke dalam perhitungan Veroa, rencana mereka yang hendak mengintip telah Veroa perkirakan. Menggunakan hal ini, dia dapat menghukum mereka dengan jenis hukuman yang berhubungan dengan penguatan badan.


    Saat mereka sedang mengintip orang – orang yang sedang berlatih di lapangan latihan istana, seseorang suruhan Veroa mengejutkan mereka. Dia adalah seorang pimpinan prajurit, mendapat tugas dari Veroa untuk memberikan hukuman pada orang – orang yang berusaha mencuri ilmu kemiliteran dari mereka. Dia menyarankan untuk memberikan hukuman yang membuat mereka kecapaian ala militer, tentunya sesuatu yang positif dan memiliki dampak yang baik bagi tubuh mereka.


    “Apakah kalian pencuri kecil yang dimaksudkan?” kehadirannya yang tanpa dirasakan oleh kelima anak muda itu, membuat jantung mereka hampir copot saat tiba-tiba ada orang yang berbicara pada mereka. Dalam kondisi seperti itu, meski suaranya memang terdengar biasa, tetap saja akan membuat mereka sangat terkejut. Mereka sudah pasti mengintip seperti itu bukan tidak merasa senang, melainkan tegang dari waktu ke waktu dan dengan adanya seseoran gyang bersuara itu, ketegangan yang sedang menyelimuti mereka mencapai puncaknya.


    Serentak, mereka perlahan menolehkan pandangan ke belakang, arah suara itu berasal. Ada seorang pria kekar yang memakai seragam mirip dengan orang – orang yang sedang berlatih sedang berdiri di sana, menatap mereka dengan pandangan yang seolah sedang mencurigai mereka dengan apa yang sedang mereka lakukan.

__ADS_1


    Menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar dengan mengintip mereka yang sedang berlatih, anak muda yang disebut Abang oleh ketiga rekannya berdiri dan membungkukkan badan, berperilaku hormat pada orang di depannya. Yang lain berinisiatif mengikuti. Lalu, dia berkata “Kami... kami baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, ya? Ahaha... kami tak menyadari hal itu, karena keingintahuan yang besar yang kami miliki, membuat kami tanpa sadar melihat para prajurit yang sedang berlatih. Sekiranya Tuan...”


    “Garrend” pria kekar itu segera mengerti dan membantu lawan bicara yang hendak menyebutkan namanya. Dia juga terlambat memperkenalkan diri yang sebetulnya merupakan tindakan yang kurang beretika saat hendak berinteraksi dengan seseorang yang belum dikenal.


    “Ah iya, Tuan Garrend. Sekiranya, Tuan Garrend memaafkan tindakan kami, kami akan melupakan segala hal yang baru saja kami lihat” anak muda yang disebut Abang ini berusaha untuk mencegah terjadinya hal buruk, misalnya dari yang awalnya mereka memiliki niatan baik, malah berakhir terjadi kejadian buruk.


    “Kalian telah melakukan kesalahan, hal itu tak dapat dipandangan dengan sebelah mata. Apalagi, kuyakin, tak ada seorangpun yang yakin dengan apa yang barusan anda ucapkan tentang melupakan sesuatu dengan sengaja, suatu saat yang tak diketahui kapan, meskipun anda merasa bahwa anda telah melupakannya, anda malah mengingatnya” seseorang yang berada di posisi yang salah, akan sulit untuk mengelak, apalagi kesalahan itu disaksikan langsung oleh mata.


    Mereka tak dapat mengelak lagi. Hanya satu jalan keluarnya, mereka harus patuh bila memang mereka akan mendapat hukuman. Sudah beruntung, orang yang berada di hadapannya masih mau mendengarkan ucapannya terlebih dahulu. Dapat dipastikan bahwa Garrend memiliki sikap yang disiplin dan sangat patuh terhadap aturan.


    Pada siang hari, mereka langsung dijatuhkan hukuman di lapangan latihan, ditonton oleh orang – orang yang berada di sana. Bagus juga untuk hiburan para prajurit yang terlalu memfokuskan diri pada pelatihan dan pemenuhan kewajiban.

__ADS_1


    Kelima anak muda itu kini sedang melakukan gerakan fisik yang ditambah beberapa kilogram beban yang ditempel pada masing-masing orang. Angkat badan, gerakan yang membuat otot perut sakit, berlari kecil mengitari lapangan latihan, dan semacamnya dilakukan oleh mereka sembari penambahan beban pada tubuh yang membuat stamina dan tenaga mereka terkuras lebih cepat. Tak sampai sejam, keringat telah bercucuran membasahi pakaian mereka, terlebih lagi dibawah teriknya sinar matahari. Napas mereka pun telah terasa berat dan tak beraturan. Sampai telah terlihat, mereka sepertinya telah mencapai batas, Garrend menghentikan hukuman itu dan membiarkan mereka beristirahat sejenak.


    Apa yang mereka lakukan sedikit membuat mental para prajurit terobati setelah melakukan pelatihan yang panjang dan berat. Melihat kelima anak muda yang dihukum, mereka merasa bernostalgian dengan awal-awal mereka bergabung ke dalam militer kerajaan.


    Hukuman melakukan aktivitas fisik ini berlangsung selama sepekan, tiap berselang sehari, sebagai prajurit dijadwalkan untuk melakukan latihan dan itu dijadikan sebagai waktu istirahat.


    Di akhir pekan, salah seorang tokoh yang menjadi tujuan pengiriman surat yang wilayahnya paling dekat dengan Kota Tungsten telah mengirimkan balasan berupa surat ucapan terima kasih, karena telah memberitahukan hal yang telah dirahasiakan oleh pihak guild mercenary dan saran untuk memperlakukannya. Veroa dalam suratnya juga memberikan saran untuk memperlakukan mereka dengan cara memberikan nasihat yang serupa yang telah dilakukannya, tanpa mempersulit guild masternya.


    “Satu orang telah memberikan tanggapan positif, satu pasukan telah dikurangi kembali. Nah, pada saat waktunya tiba, sebuah kejutan akan membuat jantungmu copot, Arthemis” segelas teh manis ditangannya, menatap keluar dari bingkai jendela, Veroa bergumam dan tersenyum membayangkan hasil yang akan dicapainya dan target pemusnahan yang akan menerima nasib yang menyedihkan nanti.


    Burung – burung merpati yang telah diterbangkannya, sebagian telah melewati medan yang sedikit curam. Namun, dengan bantuan dan perlindungan pasukan sihirnya yang dikirim untuk mengawal tiap-tiap burung merpati, mereka akhirnya dapat mengirimkan surat ke tujuan dengan aman.

__ADS_1


    Masing-masing pihak merasa diremehkan, dikiranya tak memiliki harga diri, hingga pihak yang tak tahu malu berbuat seenaknya mencampuri urusan pemerintahannya. Mereka merasa geram dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Duke Arthemis, namun mereka tak secara gegabah meluapkan amarahnya pada guild master mercenary, mereka semua melakukan saran yang diberikan oleh Veroa. Bahkan, ayahnya sendiri melakukannya.


    Pada akhirnya, sebuah panggung sandiwara akan berlangsung di Kerajaan Rome, memeriahkan acara penobatan Sang Putra Mahkota.


__ADS_2