Sistem Katalis

Sistem Katalis
Beradu Fisik Bukanlah Keahliannya!?


__ADS_3

    Di tengah-tengah lautan monster, darah, dan mayat dengan kondisi tubuh yang bermacam-macam, dua makhluk sedang mengamati lawan yang ada di hadapannya. Baik Veroa maupun Raja Iblis Azazel belum melakukan pergerakan.


    Seekor nyamuk berukuran besar hinggap di salah satu monster dan menusukkan probosisnya untuk mengonsumsi darahnya.


    Di saat itulah, keduanya memulai serangannya. Kali ini, keduanya bergerak ke arah sama, yaitu arah depan. Berbarengan dengan itu, tangan yang berukuran besar dikepalkan, siap ditinjukan pada lawan dan honjou masamune telah siap dilepaskan dari sarungnya. Tinju dan katana saling beradu, sebuah gelombang kejut membuat beberapa monster yang berada di jarak terdekat terhempaskan. Dari sini, antara yang lebih kuat dengan yang lebih lemah dapat dilihat hasil akhirnya. Itupun bila yang lemah memasrahkan serangannya begitu saja.


    Tapi, di saat yang sama dan dalam waktu yang singkat, Veroa menggerakkan honjou masamune bagian gagangnya ke arah kanan, lalu dia menariknya ke arah dia saat ini sedang bergerak, sehingga bilahnya yang masih beradu dengan tinju Raja Iblis Azazel ikut terbawa, tapi tak memberikan luka pada tinju itu. Setelah bilah honjou masamune telah mencapai ujungnya, Veroa sedikit mengubah arah geraknya ke arah kanan, agar tubuhnya tak menabrak tubuh Raja Iblis Azazel. Veroa lanjut menggesekkan bilah honjou masamunenya pada dada Raja Iblis Azazel, meskipun dia menyadari bahwa yang dilakukannya kini sia-sia, tapi setidaknya, dia menjadikan pertarungan ini sebagai latihan.


    Keduanya kini saling membelakangi. Tak ada jeda, Veroa segera memutarbalikkan tubuhnya dalam beberapa milidetik. Tapi, Raja Iblis Azazel tak ada di tempat yang seharusnya. Sebelum Veroa dapat sepenuhnya menoleh ke belakang, sebuah kepalan tangan yang berukuran besar meninju dirinya dengan sangat kencang. Dia pun terpental jauh dengan luka luar maupun luka dalamnya yang parah. Dia seharusnya telah mati menerima pukulan keras yang memiliki daya serang yang tinggi itu, tapi berkat efek dari pencapaiannya yang tak memberikan kesempatan bagi musuh untuk membunuhnya sebelum dia dapat membunuh musuh, dia masih hidup. Namun, kondisinya sangat parah. Tangan yang begitu besar, bukan hanya mengenai wajah saja, tetapi hampir seluruh tubuh bagian atasnya terkena pukulannya. Beberapa tulang rusuk, lengan bagian kanan yang dipakai untuk menahan pukulan meski gagal, dan tulang tengkoraknya mengalami retakan. Yang membuatnya sedikit merintih kesakitan adalah salah satu tulang rusuknya ada yang menyentuh dinding jantungnya, sedikit tergesek-gesek saja sangatlah perih.


    Setelah beberapa detik mencoba untuk bangkit, akhinya dia berhasil berdiri dengan susah payah. Dengan sebelah matanya yang tertutupi oleh darah, dia melihat Raja Iblis Azazel masih berdiri di tempatnya sedang menatap Veroa yang baru saja bangkit. Nampaknya dia tak percaya bahwa ada seseorang yang dapat bertahan hidup setelah mendapat pukulan darinya, apalagi yang dapat bertahan hidup itu adalah manusia yang menjadi lawan terserunya.


    “Hebat!!! Engkau adalah manusia yang sangat hebat, Veroa. Selain dapat bertarung melawanku dengan sengit, engkau juga masih dapat bertahan hidup dari pukulan instant death milikku. Kuakui, engkau adalah mahkluk terkuat sepanjang masa! Haha...”


    Veroa nampak bingung dengan ucapan Raja Iblis Azazel yang menyebutkan bahwa dirinya adalah makhluk terkuat sepanjang masa. Selain itu, ternyata dia terkena pukulan instant death yang hanya dimiliki oleh Raja Iblis seorang. Dia menaikkan kedua alisnya, akhirnya mengerti dengan siapa dirinya sedang bertarung.

__ADS_1


    “Jadi, kamu adalah Raja Iblis?” tanya Veroa yang terdengar sedikit pelan.


    “Engkau tak mengenal namaku yang telah terkenal di seluruh daratan Dunia Cosmic itu? Engkau kampungan sekali. Benar sekali, daku adalah Raja Iblis yang paling ditakuti di seluruh dunia. Hwahaha...”


    “Menurut rumor yang beredar, engkau mahir menggunakan kekuatan sihir. Tapi, menurutku, engkau mahir sebagai soul master, mungkin telah mengontrak spirit tipe petarung” ucap Veroa, berusaha untuk mencari kebenaran rumor.


    Tapi, kebenaran itu membuat hatinya seperti teriris pisau tumpul yang dipaksa untuk merobek hatinya.


    “Itu benar kok, daku memang mahir di bidang sihir. Tapi, bukan berarti daku lemah dalam hal fisik. Selama pertarungan, daku tidak melihat engkau menggunakan sihir, jadi daku pun tak menggunakannya. Untuk instant death tadi, itu adalah kemampuan bawaan sedari lahir sebagai raja iblis. Tapi anehnya, kemampuan bawaanku ini sepertinya tidak berpengaruh padamu ya?” jelas Raja Iblis Azazel, tak melihat ekspresi terkejut sekaligus tersakiti wajah Veroa, namun hal itu terjadi begitu singkat.


    “Hanya untuk kesenangan. Haha... soalnya seru, daku melihat engkau yang dengan mudahnya memenggal kepala bawahanku. Karena tidak sabar untuk mencoba bertarung dengan orang yang kuat, akhirnya daku segera muncul di pertemuan yang kedua ini. Alasan lainnya, daku sedang menguji engkau, apakah masuk dalam kualifikasi sebagai mainan daku. Hwahaha...”


    “Tidak ada niatan untuk membunuhku ‘kan? Kalau begitu, aku pergi dulu, mau melanjutkan tugasku. Seseorang sedang menungguku di balik pelindung ini” ucap Veroa sembari hendak pergi, tak menghiraukan terhadap apa yang baru saja terjadi.


    “Hey! Tunggu! Tak mau mengobrol kah dengan Raja Iblis yang kesepian ini?” tanya Raja Iblis Azazel, merasa sangat disayangkan bila kejadian ini terjadi bergitu singkat.

__ADS_1


    “Enggak”


    “Memangnya tugas apa dan siapa yang sedang menunggumu?” tanyanya lagi, sembari berjalan pelan, mengikuti ritme Veroa yang berada di depannya.


    “Memangnya buat apa kamu bila kamu mengetahuinya? Menertawakanku kah? Ya Sudah lah, kuberitahu saja. Tugasku adalah menyelamatkan orang itu, yang berada di balik pelindung sihir kutukan buatannya. Dia adalah...” ucapannya dipotong oleh Raja Iblis Azazel.


    “Morgana, cursed-dryad”


    “Itu kamu tahu, jadi berhenti di situ dan jangan ganggu lagi, biarkanlah diriku untuk bersegera menyelesaikan tugasnya” ucap Veroa merasa ingin segera pergi jauh-jauh dari Raja Iblis Azazel, hatinya masih sedikit tersakiti, karena dia kalah oleh makhluk yang mahir di bidang sihir, sedangkan sosok yang mahir di bidang sihir itu telah mengalahkannya hanya dengan sekali pukul. Beruntung, pertarungannya telah berakhir entah sejak kapan.


    “Oh iya, bagaimana caramu menyelamatkannya dari kutukan itu? Mungkin, daku bisa membantu...”


    Mendengar kalimat terakhir yang terucap dari Raja Iblis Azazel, dia merasa senang dan rasa sakit di hatinya telah banyak terobati. Dia memotong ucapannya dan segera berkata, “Ajari aku ilmu sihir, tak peduli apakah itu serangan, pertahanan, penyembuhan, pemanggilan, atau sihir apapun itu”


    Melihat sikapnya yang tiba-tiba berubah drastis dan membungkuk padanya, Raja Iblis Azazel sebenarnya merasa bingung, tapi dia menyetujuinya.

__ADS_1


    “Baiklah, kapan kita mulai?”


__ADS_2