Sistem Katalis

Sistem Katalis
Kembalinya Sistem dan Dunia Terbengkalai


__ADS_3

Lima belas tahun telah berlalu, hukuman sebagai pekerja paksa pun telah berhenti. Kini, Veroa segera dipindahkan ke Dunia Terbengkalai, dunia yang tak ada yang mengurusinya. Dunia ini hanya berisi monster dan iblis yang dibuang dari Taman Surga. Dataran yang tandus dan tak berujung, langit yang merah semerah darah, bulan yang tak bergerak dan berwarna biru gelap yang sangat mengintimidasi, sesekali angin bertiup kencang dan membawa badai yang sangat kacau.


Veroa muncul dan jatuh dari langit. Gaya gravitasi di sini sepuluh kali lipatnya gaya gravitasi Dunia Cosmic. Energi sihir bercampur dengan aura negatif yang sangat kental, makhluk hidup berakal takkan dapat bertahan lama untuk dapat mempertahankan kesadarannya. Binatang yang tersesat akan menjadi monster, sedangkan manusia akan menjadi iblis. Itu semua tak berpengaruh pada Veroa yang memiliki mental dan jiwa yang telah ditempa di Taman Surga dan Neraka. Apalagi, jiwa dan raganya mendapat perlindungan dari Sistem Katalis. Saat kakinya menyentuh tanah tandus, momentum tumbukan pun terjadi dan dampaknya cukup dahsyat.


    Di balik debu – debu yang bertebaran, sebuah lubang yang lumayan besar samar-samar nampak. Perlahan, angin membawa pergi debu dan sesosok manusia tak memakai pakaian sehelai kain pun sedang berdiri dengan gagah di tengah-tengah lubang yang berbentuk setengah bola.


    Dari hukuman pertama, pakaiannya telah hancur. Bahkan tak sampai seratus kali tubuhnya terbelah dua, dia telah bertelanjang bulat. Untunglah, kejadian itu bukan hanya dirinyalah yang bertelanjang bulat, orang – orang yang telah mati pun sama, tak ada seorang pun yang memakainya di tubuhnya. Jadi, di tempat pengasingan ini, dia harus dapat bertahan hidup dengan tanpa adanya pelindung badan.

__ADS_1


    Layar sistem tiba-tiba muncul dan menampilkan pesan teks yang berisikan permintaan maaf, karena selama masa hukuman dari yang pertama sampai yang kedua, sistem tidak pernah menampakkan diri.


    Melihat kemunculan kembali sistem, Veroa merasa lega dan tersenyum. Dia pun berkata, “Tak apa, Sistem. Aku tahu kok, mungkin sebelumnya masih berupa hipotesis, tapi ‘Sistem sedang menyembunyikan keberadaannya dari para Dewa’, bukan begitu?”


    Sistem pun menampilkan layar yang berisikan emotikon senyuman, lalu digantikan dengan pesan teks, “Terima kasih”


    Kemudian, dilanjut dengan hadiah yang kedua, dia memilih hadiah jenis bakat bawaan. Setiap orang telah ditentukan bakat bawaannya dan yang mengejutkannya tentang Veroa adalah dia tak memiliki bakat bawaan, tetapi dia jenius. Memang benar, fakta dibalik para jenius di Dunia Cosmic adalah mereka tidak memiliki bakat bawaan, karena bakat bawaan mereka adalah kejeniusan ini. Tapi, karena bakat bawaan ini tak terlalu terlihat, maka tak dimasukkan ke dalam kategori bakat bawaan. Bakat bawaan jenius, memungkinkan pelaku dapat belajar dengan sangat cepat. Nah, untuk Veroa, alasan dia memilih skill Unlimited Potential adalah karena dia percaya diri dengan bakatnya bahwa dia dapat berkembang dengan sangat cepat. Dari sekian banyaknya bakat bawaan, yang muncul hanya tiga, yaitu God’s Hand, Elemental Body, dan Absolute Spirit Affinity. Dia berniat menjadi soul master dan magician master. Karena, untuk menjadi seorang soul master memerlukan bakat yang mendukung, sedangkan menjadi seorang magician master siapapun dapat melakukannya, asalkan paham dengan esensi alam. Maka, dia memilih Absolute Spirit Affinity yang memungkinkan baginya untuk dapat menyerap roh apapun dan dapat berkembang dengan sangat cepat.

__ADS_1


    Di saat dia hendak memilih hadiah yang ketiga, seekor binatang yang mirip harimau, namun di pola garis khas harimau sekujur tubuhnya berupa api hitam yang dapat membakar segalanya sampai habis, menerkam dirinya yang tak siap untuk menghindar. Kedua tangannya disilangkan di depan dadanya, berniat untuk menahan cakar besar binatang itu karena memang tak ada pilihan lain. Meskipun dia ingin menghindar, tubuhnya tak dapat memenuhi keinginannya.


    Cakar besar itu yang disertai api hitam yang membungkusnya di ujungnya merobek tangan yang sedang menyilang sampai putus. Tangan yang terputus perlahan terbakar sampai hangus dan berubah menjadi abu yang tertiup angin, lenyap tak bersisa. Tangan Veroa yang telah putus masih menyisakan api hitam di ujung tangan bekas cakaran dan terus menyebar perlahan. Dalam situasi yang sama saja dengan sekarat, menunggu kematian yang sedang menjemputnya dengan perlahan, dia masih dapat berpikir dengan kepala dingin. Dia berpikir, apa yang harus dilakukannya saat ini, setidaknya dia dapat mencegah api hitam menyebar dan membakar tubuhnya. Di samping itu, dia juga harus tetap menjauh dari monster berupa binatang harimau yang menyerangnya. Dari keterangan yang ada di buku, monster yang memiliki bentuk seperti binatang pada awalnya, adalah monster tingkat tinggi. Dia masih lemah untuk menghadapi monster kuat.


    Kedua tangan yang telah putus, tubuh yang masih lemah, belum memiliki skill bertarung, dan yang paling dibutuhkannya adalah pedang atau senjata untuk bertarung. Di hadapannya, sosok yang baru saja memutuskan tangannya dan merupakan monster tingkat tinggi. Jaraknya tak memungkinkan untuk dapat kabur. Kecepatan lari harimau sangat tinggi bila dibandingkan manusia, kecuali soul master jenis kecepatan yang membentuk kontrak dengan roh yang memiliki kemampuan utama dalam kecepatan. Untuk sesaat, dia sempat ingin menyerah, tapi mengingat perjuangannya sampai saat ini, dia merasa enggan.


    Seperti biasa, di kala dia sedang berkonsentrasi penuh, kecepatan berpikirnya mampu melebihi waktu berjalan saat ini. Matanya sedang beradu pandang dengan lawan, itu menurut buku panduan berburu bahwa binatang memiliki insting bertahan hidup yang tinggi. Salah satu indikator lawan tangguh adalah dia yang paling lama dapat beradu pandangan. Beruntungnya, hal ini berlaku juga pada monster di hadapannya. Dia sebenarnya hanya bertaruh, tapi tak disangka, berhasil.

__ADS_1


    Waktu yang berlalu memang tak begitu lama, mungkin baru saja lima detik bila di Dunia Cosmic, tapi kecepatan berpikir Veroa tiga puluh menit ke depan. Dalam waktu sesingkat itu, dia telah membuat strategi bertahan, melepas diri dari bahaya di depannya yang diprioritaskan, untuk api hitam yang masih menyebar dengan lambat, dia kesampingkan terlebih dahulu.


__ADS_2