Sistem Katalis

Sistem Katalis
Mulai Bergerak


__ADS_3

    Semua orang mendengarkan penuturan Veroa terkait peperangan yang akan datang ini. Katanya, perang bukan untuk mati, perang juga bukan untuk menyakiti. Perlahan, mereka semua memahami maksud dari beberapa patah penuh arti itu seiring dengan penjelasan lebih jauh yang Veroa sampaikan.


    Pemuda yang bernama Adillez itu adalah pemuda yang direkrut secara perlahan melalui pelatihan yang mereka kira adalah hukuman karena kesalahan - kesalahan yang mereka perbuat pada awal-awal Veroa baru saja memimpin Kota Tungsten. Dia yang tanpa bisa apa-apa terduduk lemas saat itu setelah menatap mata Veroa yang mengganggu dia bersama ketiga temannya yang lain saat membuli pemuda yang diselamatkan Veroa. Pemuda yang dibuli juga sama menjadi prajurit, bahkan mereka berlima menjadi rekan setim yang baik.


    Menjelang siang ini, perjalanan untuk perang pun dilanjut. Meski nantinya akan tak seusai jadwal dan sangat terlambat diperkirakan sepekan lebih, namun tak ada yang akan mempermasalahkannya.


...


    Sebuah bayangan perlahan menampakkan sesosok manusia berpakaian hitam dengan wajah tertutup dan sepasang pisau kembar menyilang di punggungnya, lalu dia membungkukkan badan memberikan penghormatan kepada orang yang sedang duduk di kursi.


    Dia adalah Raja Arthur, masih bersikap santai di ruangannya, meski dia mengerjakan tugasnya mengurusi dokumen negara, namun dia telah meengabaikan surat pernyataan perang itu. Kota Barrium tak ada yang tahu, badai sedang menuju ke arahnya sedangkan pemimpinnya hanya menganggapnya sekedar hembusan angin.


    Melihat seorang pengintai yang seharusnya bertugas memastikan keamanan sekitar kota muncul secara tiba-tiba seperti itu, dia cukup terkejut dengan raut wajah yang datar dengan kedua alisnya yang terangkat. “Bicaralah!” tak mempedulikan dia yang terus membungkukkan badannya, dia hanya memerintahkan pada orang itu untuk menyampaikan urusannya. Sikapnya ini tentu tak ditunjukkan di depan publik, sedangkan karakternya dengan ayahnya sungguh berbanding terbalik.

__ADS_1


    “Baik, Yang Mulia. Hamba hendak melaporkan hasil pengintaian di sekitar kota dalam radius 5 kilometer...” pengintai itu menjelaskan apa yang dilihatnya dengan keringat yang telah membasahi keningnya sejak pertama kali melihat pasukan besar yang sedang menuju ke Kota Barrium. Dia sendiri menyampaikan laporan itu dengan suara yang cukup gemetaran membayangkan bagaimana Kota Barrium bertahan dari gempuran nanti. Selain karena kota ini belum memiliki kesiapan untuk serangan dadakan seperti itu, jumlah pasukan yang dimiliki tak sebanyak pasukan yang sedang datang. Memang bisa mencari bantuan, misalnya Kota Ferrum yang cukup dekat dengan kota ini. Tapi, mungkin kedatangan bala bantuan akan cukup untuk membuat kota ini setengah hancur.


    Hal ini membuat Raja Arthur sangat terkejut, karena dia tak menyangka bahwa pernyataan perang yang ditandatangani untuk menyelesaikan masalah pribadi itu akan kenyataan. Apalagi setelah mendengar jumlah pasukan musuh yang berjumlah sekitar hampir mencapai 4000 orang itu telah berjarak cukup dekat dengan Kota Barrium, dia berkeringat dingin sepemikiran dengan pengintai itu. Dia segera beranjak pergi untuk mempersiapkan pasukan pertahanan dan memberitahu kepala pasukan untuk membunyikan lonceng bahaya.


    Dalam hatinya dia sungguh menyesalinya karena telah mengabaikan pernyataan perang itu, namun dia berpikir realistis bahwa bukan saat yang tepat untuk memikirkan hal lainnya.


...


    Matahari hampir tenggelam saat mereka sampai di depan benteng Kota Barrium. Belum memberikan tanda untuk menyerang, Veroa mengamati situasi terlebih dahulu apakah pasukannya mampu menembus benteng itu tanpa menimbulkan korban jiwa atau tidak. Dia berpikir untuk mencobanya terlebih dahulu dengan menyerang menggunakan sihir, di sini para petualang dan para prajurit tua yang memiliki keahlian sihir akan memulai debutnya.


    Veroa tersenyum menanggapinya sebelum menjawab “Kau tahu? Ada begitu banyak alasan untuk tak melakukannya. Sebagai contoh dari aspek persiapan, artinya mereka tentu menyadari kelemahan terbesar lokasi kota ini adalah saat kota ini dikepung dari segala arah. Setelah menyadari ini, apa lagi yang akan mereka lakukan di masa damai?”


    Beberapa detik Guild Master Alfrederic terdiam menyadari apa yang diucapkan Veroa. “Maafkan kebodohan saya, Tuanku. Saya sungguh tercerahkan” dia menundukkan kepala, lalu tersenyum penuh makna. Dia sungguh dibuat kagum olehnya, bahwasanya Veroa masihlah remaja. Tapi, dia seperti orang yang memiliki pengalaman yang banyak terkait peperangan. Dia sendiri baru menyadarinya, pastinya Kota Barrium telah mempersiapkan segala kemungkinan untuk menutupi lokasinya yang empuk untuk diserang. Misalnya, bila pasukan dipencar menjadi empat bagian dan menyerang dari keempat sisi, maka kekuatan tempur musuh akan terbagi menjadi empat bagian untuk masing-masing arah. Di lain sisi,  bila pasukan difokuskan di satu arah penyerangan, segala persiapan di arah benteng lainnya akan sia-sia dan mereka harus habis-habisan mempertahankan satu benteng yang memiliki sistem pertahanan setara dengan benteng lainnya. Sedangkan, kekuatan pertahanan mereka juga dibagi untuk empat arah benteng, sehingga bila pasukan menyerang satu benteng saja dengan kekuatan penuhnya, sungguh mereka akan kesulitan.

__ADS_1


    “Beritahu kepada para petualang yang ahli sihir untuk mempersiapkan diri, memilih serangan yang tepat untuk merobohkan benteng itu” setelah berkata demikian, dia juga segera memberitahukan rencananya kepada para prajurit tua yang ahli sihir untuk mempersiapkan diri.


    Jarak antara pasukan Veroa dengan benteng Kota Barrium masih memerlukan waktu jalan kaki sekitar 30 menit untuk membuat para prajurit tua maupun petualang yang ahli dalam sihir berada dalam jangkauan serangannya. Cukup banyak yang memiliki keahlian sihir serangan jarak jauh, sekitar 30% dari total jumlah para petualang dan 15% dari total para prajurit. Namun, tentu saja rencana penyerangan akan dimulai pada malam hari.


    “Tuanku, apakah anda takkan memerintahkan kepadaku atau yang lain untuk mengurusi para pengintai Kota Barrium?” Yuyue Wulan sebelumnya bertanya terkait hal ini setelah dia merasakan kehadiran puluhan orang yang sedang bersembunyi di beberapa tempat di sekitar Kota Barrium. Namun, Veroa tak mempermasalahkannya dan membiarkan para pengintai itu mengamati mereka. Sebaik apapun strategi mereka, bila melawan kekuatan mutlak takkan berarti apapun, begitulah pikirnya.


    Yuyue Wulan selama perjalanan ini meski memiliki peran sebagai pengawal pribadi Veroa, dia tak dikekang untuk tetap berada di sampingnya. Malahan, Veroa menyuruhnya untuk berbaur dengan para petualang perempuan atau para prajurit perempuan, agar dia tak jenuh dan memiliki banyak teman juga. Selain itu, seseorang yang memerlukan pengawalan ketat adalah orang yang lemah, sedangkan dia yakin dengan kemampuannya untuk melindungi diri sendiri. Nah, selagi ada keperluan yang berkaitan dengan kegiatan saat ini, perang, dia tentunya akan melaporkannya terlebih dahulu dan kembali mengawal seperti biasa sebelum disuruh untuk berbaur kembali.


[Meteorite stone]


[Wind missile]


[Bigbang flame stone]

__ADS_1


    Berbagai sihir mulai dirapalkan oleh masing-masing orang, dengan kemampuan serang yang memiliki daya hancur yang tinggi untuk menghancurkan tembok besar di depan sana. Tentunya, sebagai keamanan, tiap-tiap orang dilindungi oleh prajurit maupun petualang yang ahli dalam pertahanan bila sewaktu-waktu ada yang menyerang secara diam-diam.


__ADS_2