Sistem Katalis

Sistem Katalis
Pergi Sendirian


__ADS_3

    Sebulan berlalu semenjak Veroa mengirimkan surat, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu untuk melihat panggung sandiwara yang telah dibuatnya. Dia pergi sendiri, tak membawa segala macam seperti halnya yang biasanya dilakukan oleh para bangsawan. Dia tak memerlukan kuda atau kereta kuda untuk dapat pergi ke tempat tujuannya.


    Di pagi hari, setelah sarapan, dia berangkat dengan tak melupakan mengusap kepala Vina, berpamitan kepadanya dan kepada Karina. Vina hanya bisa cemberut dan menuruti ucapan Veroa untuk menemani ibunya selagi dia pergi.


    Kelima anak muda yang berada di istana, mereka mengajukan diri untuk melanjutkan hukumannya setelah merasakan perubahan pada tubuh mereka yang semakin membaik. Tak ada penolakan dari Garrend, dia memang menyuruhnya untuk melatih kelima anak muda itu. Bagus bila mereka mengajukan sendiri, dia tak perlu membuat rencana yang aneh lagi.


    Dia pergi dengan pakaian yang biasanya dia pakai, tak menutup kepalanya untuk menutupi identitasnya. Lagipula, tak ada yang dapat melihatnya di jalanan kota. Dia pergi keluar gerbang dengan cara melompati bangunan-bangunan bagian atasnya, sebagai jalan alternatif tercepat untuk segera keluar dari Kota Tungsten.


    Setelah memasuki wilayah perhutanan, dia mempercepat laju larinya. Tak banyak waktu yang dapat dibiarkan berlalu, siang ini adalah waktu pertunjukkan yang ingin dilihatnya di kerajaan tetangga. Dia menatap lurus ke depan, fokus pada arah yang akan dilaluinya. Selain berlari menuju tujuan, dia juga harus menghindari segala macam hal yang dapat menunda perjalanannya. Saat merasakan binatang buas yang mendekat, dia selalu mempercepat laju larinya sebanyak lima kali lipat dari kecepatan larinya saat ini selama beberapa saat sampai kehadiran binatang buas yang dapat mengganggu perjalanannya tak dirasakan lagi.


    Memang benar, dia berlari sangat cepat. Kecepatan larinya saat ini beberapa kali lebih cepat dari kecepatan lari chitah. Dalam sekali langkah, beberapa meter terjangkau. Bila diperhitungkan, kecepatan konstan saat ini, Veroa akan sampai saat matahari berada di setengah panjang tombak normal dari saat matahari terbit. Masih ada beberapa jam untuknya beristirahat di sana atau bahkan dia bisa berjalan-jalan terlebih dahulu.

__ADS_1


    Di Hutan Gadolinium ini, sebenarnya memiliki pemandangan yang indah, tak terlalu banyak binatang buas yang berbahaya.  Hutan yang penuh dengan warna ini bahkan sebenarnya memiliki banyak sekali varian tumbuhan unik yang banyak orang belum ketahui. Selain itu, binatang pengerat, seperti beberapa jenis kelinci yang berkeliaran dengan bebas di bawah akar – akar pohon liar. Hutan ini dipenuhi oleh binatang buas jenis mamalia herbivora, yang menandakan bahwa hutan ini tak terlalu banyak binatang buas karnivora. Selain itu, binatang buas herbivora memiliki dukungan lingkungan yang subur dan banyaknya tumbuhan yang layak untuk dikonsumsi.


    Di depan sana terlihat sebuah sungai yang cukup besar, aliran airnya sedikit deras yang menandakan sungai ini dangkal. Sungai ini adalah Sungai Prometium yang menjadi pembatas antara Hutan Gadolinium dengan Hutan Terbium. Berarti, dia telah berada di setengah jalan untuk dapat mencapai tempat tujuan. Sepertinya sungai ini akan melewati sebuah bukit, terlihat dari posisinya saat ini, sebuah puncak bukit berada tak jauh di sebelah Barat Daya dari arah tujuannya saat ini. Bukit itu bernama Bukit Renium, bukit yang berada tepat di dekat perbatasan hutan, menjadi sarang serigala hutan.


    Hutan Terbium, semenjak dirinya menginjakkan kakinya ke tanah ini, banyak pasang mata yang mulai dapat dirasakan. Bukit Renium adalah sarang serigala hutan, binatang buas ini merupakan binatang karnivora dan jumlah mereka sangat banyak. Di sekitar wilayahnya adalah daerah kekuasaannya dan Veroa baru saja menjadi tamu tak diundang yang mengundang perhatian mereka.


    Veroa saat ini memang menyamarkan aura kekuatannya yang luar biasa, bahkan semenjak dirinya muncul kembali di dunia ini, dia tak pernah memancarkan aura kekuatannya. Aura kekuatan yang dimaksud adalah aura yang terpancar dari tubuh fisiknya, salah satu indikasi yang dapat dirasakan oleh makhluk di sekitarnya adalah mereka akan merasakan suhu yang panas dari orang yang memiliki kekuatan fisik yang besar dan Veroa mereduksinya sampai titik terendah.


    Bila binatang melata yang melihat dirinya, mungkin mereka akan lari terbirit-birit. Bagaimanapun, mereka dapat mendeteksi makhluk hidup melalui suhu tubuh. Semakin panas suhunya dan pancaran yang dilihatnya, semakin mereka akan menghindari makhluk yang seperti itu.


    Serigala buas, mengandalkan indera penciumannya, sedangkan aroma tubuh Veroa lumayan harum. Selain faktor kekuatan tubuhnya, spirit yang telah dikontraknya juga mempengaruhi. Harum yang terasa menyegarkan, begitulah aroma tubuhnya. Hal itu mengundang serigala buas untuk menjadikannya buruan yang menggiurkan.

__ADS_1


    Ratuan pasang mata merah mulai bermunculan dari balik bayang-bayang, Veroa tak mempedulikannya dan lanjut berlari. Melihat mangsanya berlari sangat cepat, mereka pun ikut berlari dan yang berada di lokasi arah gerak Veroa, mereka memotong jalurnya dan berniat mengepungnya.


    Veroa berhenti saat belasan serigala hutan menghadangnya. Tetesan air liur membasahi dedaunan yang telah gugur dan mulai membusuk menjadi pupuk. Mereka belum ada yang hendak menyerang, sepertinya menunggu kawanan lainnya yang sebelumnya mengejar Veroa belum sampai.


    Veroa berinisiatif menyerang, dirinya tak berniat untuk membunuh satupun dari mereka. Akan bagus bila binatang memenuhi hutan, agar para pemburu tak kekurangan buruannya. Honjou masamune hanya menjadi pajangan, dia hanya menggunakan jarinya untuk memberikan pukulan ringan menurut pandangannya, tapi sekali sentilan kecil jari telunjuknya membuat mereka terkapar tak berdaya satu per satu menghantam pohon dan ada juga yang lolos terlempar jauh hingga jatuh ke tanah.


    Ada yang tersisa, mereka memutuskan untuk melarikan diri. Veroa hanya tersenyum melihanya, sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, suara lolongan serigala hutan terdengar dari berbagai arah. Antara meladeni mereka atau berlari sekencang mungkin, hingga tak ada yang dapat mengejarnya. Dia memutuskan untuk tak berurusan lebih jauh dengan serigala – serigala hutan ini.


    Beberapa detik setelah lolongan serigala hutan berhenti mengalun, sebuah gelombang yang membuat radius diamete sejauh tiga meter berantakan, dedaunan kering terbang berayun-ayun terbawa gelombang angin. Veroa baru saja melesat, melanjutkan perjalanannya yang secara singkat sempat tertunda.


    Beberapa saat setelah kepergiannya, puluhan serigala hutan baru saja sampai. Mereka terlihat kebingungan melihat beberapa kawanannya terkapar tak berdaya di bawah pohon. Mereka juga tak melihat mangsa yang sebelumnya dikejarnya, mengira bahwa kawanan yang berada di sekitar tak berhasil menghadang mangsa yang dimaksudkan dan berakhir seperti yang dilihatnya.

__ADS_1


    Serigala hutan yang memimpin kawanan tak berniat untuk mengejar mangsa yang telah berhasil melarikan diri. Dirinya lebih mementingkan kawanannya yang terluka dan menyuruh anak buahnya untuk membawa mereka ke peristirahatan di Bukit Renium, agar mereka dapat memulihkan kondisi tubuhnya dengan aman di sana.


__ADS_2