Sistem Katalis

Sistem Katalis
Perwujudan Sistem Katalis


__ADS_3

    Di suatu tempat, tak ada cahaya, hanya kegelapan yang ada, Veroa melayang di sana tanpa busana. Cahaya yang terpancar sangat sedikit dari tubuhnya. Dia menatap ke depan, ke samping, ke atas dan ke bawah, kemudian melihat pancaran sinar redup pada tubuhnya. Dalam pikirannya saat ini, dia berspekulasi bahwa dia telah mati dan tubuh tersebut merupakan perwujudan jiwanya yang telah meninggalkan raganya.


    Dari kegelapan, serpihan cahaya tiba-tiba muncul, perlahan mengalir secara teratur pada satu titik. Serpihan cahaya itu bersatu, satu per satu serpihan cahaya tersusun hingga membentuk tubuh yang masih samar, karena cahaya yang dipancarkan semakin bersinar terang.


    Veroa menyaksikan fenomena itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya, meskipun berbentuk seperti raganya, tapi dia tak dapat mengendalikanya. Bila pun dia ingin lari, mustahil. Hal terburuknya, bila dia bertemu Dewa, mungkin dia akan dikirim kembali ke Neraka. Dia telah muak merasakan rasa sakit yang teramat sangat di sana. Tapi, perkiraan buruknya sirna setelah sosok bercahaya terang di depannya berbicara padanya.


    “Halo, Tuanku. Apakah anda mengenalku?” tanya Sosok Bercahaya itu, suaranya merdu bak air yang jernih di Sungai Taman Surga atau bahkan lebih jernih lagi.


Kini pun, terpancarkan aura yang sangat suci, lebih suci dari aura Dewa yang telah menghukumnya setelah suara itu terdengar di gendang telinga Veroa. “Tapi, Tuanku? Apakah dia tidak salah orang?” ucap Veroa dalam benaknya, karena memang bila pun dia ingin berucap, perwujudan raganya hanyalah hiasan belaka.


“Tidak, Tuanku. Anda adalah Tuan Veroa Fliff, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Sylvani” ucap Sosok Bercahaya Terang itu, memberitahukan sedikit pengetahuan terkait dirinya yang disebut tuan olehnya. Itu menandakan bahwa Sosok Bercahaya Terang it utidak salah orang.


“Kalau boleh tahu, anda siapa ya? Mengapa tiba-tiba saja menyebutku dengan sebutan’Tuan’?” tanya Veroa secara spontan, belum menyadari bahwa Sosok Bercahaya di depannya dapat mendengar gumam hatinya.


“Saya adalah Sistem Katalis, yang  selama ini bersama Tuan. Saya siap memandu anda untuk mencapai tujuan anda, Tuanku dan ini adalah perwujudanku” ucap Sosok Bercahaya itu, sosok yang berkesan agung,  ternyata adalah Sistem Katalis yang telah banyak membantunya.

__ADS_1


“Eh?”


“Ada apa, Tuanku? Apakah ada suatu masalah atau sesuatu yang lain?” tanya Sistem Katalis, merasa heran dengan tanggapan Veroa yang hanya berkata “Eh?” saja.


Veroa baru menyadari bahwa interaksi antara keduanya dilakukan dari hati ke hati. Tapi, dia segera mengerti bahwa Sistem Katalis berada dalam jiwa dan raganya, tak aneh bila dia tak dapat mendengarkan ungkapan hatinya.


“Tidak, tak ada apa-apa. Saya hanya merasa terkejut bahwa sosok yang begitu suci dan berkilauan  yang terasa lebih agung daripada Dewa yang menghukumku adalah sosok yang selama ini membantu saya. Saya sangat merasa tak pantas untuk didampingi oleh Sosok Agung seperti anda” ucap Veroa, mengungkapkan apa yang ingin diungkapkannya.


Di balik kilauan cahaya itu, Sistem Katalis tersenyum mendengar penuturan Veroa yang begitu jujur. “Sosok yang ditakdirkan memang memiliki sikap yang baik” ucapnya dalam benaknya, mengagumi sosok yang katanya ‘Ditakdirkan’ itu.


“Hm...? Ada apa, Tuanku? Apakah anda ingin bertanya sesuatu atau semacamnya? Katakan saja, bila merasa sungkan, anggaplah diriku ini sebagai Sistem Katalis yang selama ini mendampingi Tuan” ucap Sistem Katalis menanggapi ucapan Veroa yang tergagap dan seolah merasa ragu untuk mengungkapkan isi hatinya. Jadinya, dia berusaha untuk membantunya mengungkapkannya.


“Um... itu... apakah Sistem memiliki nama lain selain Sistem Katalis? Agak canggung memanggilmu seperti itu” ucap Veroa, masih terkesan canggung dari nada bicaranya.


“Saya hanya tahu bahwa saya adalah Sistem Katalis. Begitulah apa yang ada di dalam basis datanya” kata Sistem Katalis apa adanya.

__ADS_1


“Bolehkah saya memanggilmu dengan sebutan lain?” tanya Veroa lagi.


“Wah! Tuan mau memberikan saya nama? Sangat diperbolehkan Tuanku. Malahan, saya merasa senang mendapat nama dari Tuan”


Begitulah percakapan keduanya berlangsung. Dari yang awalnya Veroa merasa canggung saat memanggil nama Sistem Katalis,dilanjut dengan pemberian nama padanya dan mengubah cara komunikasi keduanya menjadi lebih friendly.


Sistem Katalis kini dipanggil dengan sebutan Aethelfaed yang langsung diterima begitu saja olehnya, apalagi dia sangat menyukai nama yang diberikan oleh Veroa. Veroa juga melarang Aethelfaed saat memanggil dirinya dengan sebutan ‘Tuan’ menjadi panggilan namanya saja. Dia merasa, itu lebih baik.


Obrolan keduanya kemudian dilanjut dengan topik yang serius, seperti mengapa dia ada di sini, di tempat yang tak ada cahaya maupun pijakan. Selain itu, Aethelfaed memberitahukan padanya tentang pencapaiannya yang diraih selama dirinya berada di dunia ini. Yang pertama, pencapaian yang telah diraihnya adalah “Strategi cerdik”, pencapaian ini didapat setelah Veroa beberapa kali memikirkan dan melakukan penyerangan maupun pelarian melawan musuh yang mustahil menang bila dilawan. Dari pencapaian ini, Veroa mendapat tiga hadiah acak. Ketiga hadiah itu adalah serpihan pemahaman tentang spirit-nya, katana proficiency, dan kendo master: delay effect.


Pencapaian yang kedua, “Pemenggal kepala” didapat setelah memenggal kepala musuh sebanyak lebih dari 1000 kepala. Hadiah yang didapat hanya satu, yaitu sebuah peralatan sihir berupa cincin, dimension ring (L). Dilanjut dengan pemberitahuan pencapaian yang ketiga, yaitu “Ketangguhan yang luar biasa” yang mana pencapaian ini dipicu, karena Veroa berusaha keras untuk tetap bertahan hidup walau dalam kondisi yang sangat menyakitkan. Hadiah yang didapat adalah kendo master: multi-hit strike, absolute deflection, earrings of sky, dan illusionary eyes. Yang terakhir, “Ketenangan dalam badai” yang diperoleh dari sikap yang ditampilkan oleh Veroa pada saat kondisi genting, dia tetap tenang dan dapat berpikir jernih. Hadiahnya berupa satu peti yang berisi puluhan keping koin emas.


Dari keempat pencapaian yang telah dicapainya, terdapat efek khusus dari masing-masing pencapaian. Untuk pencapaian “Strategi cerdik”, Veroa memperolah 10% kecerdasan tambahan; pencapaian “Pemenggal kepala”, akurasi serangan bertambah sebanyak 25%, apalagi bila menebas leher, akurasi akan bertambah menjadi 100% yang berarti, tak ada kepala yang tak dapat dia penggal; pencapaian “Ketangguhan yang luar biasa” mendapat 50% stamina tambahan dan 10% tambahan regenerasi energi kehidupannya; pencapaian yang terakhir, “Ketenangan dalam badai” memiliki efek lion’s heart yang memungkinkan jantung dapat memompa dengan normal di situasi apapun dan dapat mengimbangi ketenangan pikirannya.


Veroa mendengar penuturan Aethelfaed yang memberitahukan padanya tentang pencapaian, hadiah, dan efeknya merasa perjuangannya membuahkan hasil yang luar biasa. Dia sendiri telah mengetahui bahwa dirinya saat ini berada di dalam alam bawah sadarnya.

__ADS_1


__ADS_2