
“Apakah itu benar? Arthemis! Jawab dengan jujur!” Raja Sirloyn tak serta-merta langsung menghukumnya setelah mendengar dari satu orang terkait kejahatannya yang terkesan masih misterius. Sebab, dirinya tak pernah mendengar kasus seperti itu yang berkaitan dengan anaknya.
“Mana mungkin, ayah! Mana mungkin aku melakukan hal tercela seperti itu. Dia terlihat jelas adalah orang yang berusaha untuk menjatuhkanku, agar aku tak dapat menyuarakan curahan hatiku terkait kakak” dia berusaha untuk mengelak, berharap ucapannya tak ada yang mencari kebenarannya. Meskipun dia telah menutupi setiap gerak-geriknya, dirinya sadar, tak ada yang tak mungkin untuk terjadinya kebocoran informasi terkait kejahatannya.
“Tapi, curahan hatimu juga tak patut untuk diungkapkan di depan umum seperti ini” yang berkata adalah Pangeran Louis, dia kakak tertua kedua setelah Putra Mahkota Arthur, dia tak ingin, adiknya berulah lebih jauh lagi dan merusak upacara penobatan kakaknya yang hendak menjadi raja. Meski telah kacau seperti ini, setidaknya tidak lebih kacau dari ini.
Perhatian semua orang kembali tertuju pada orang yang sebelumnya berkata, dia mengangkat tangannya sekali lagi. “Saya memiliki banyak bukti. Apakah boleh saya tunjukkan di sini?” orang itu berkata setelah menurunkan tangannya, tersenyum melihat eskpresi yang ditunjukkan oleh Duke Arthemis setelah mendengarnya.
Duke Arthemis memelototi orang yang terkesan menantang dirinya itu, tapi dia yang membalas tatapannya tak merasa gentar. Dirinya semakin takut kejahatannya terungkap setelah merasa bahwa segala kejahatannya takkan ada yang mengetahuinya. Apalagi, namanya akan semakin dipandang buruk bila bukti-bukti yang tak diketahuinya itu ditunjukkan di hadapan umum seperti ini.
Kejadian ini, Veroa hanya menyaksikannya dari atas, di tempat sebelumnya dirinya duduk. Wajah orang yang sedang menarik perhatian semua orang itu familiar di matanya. Dia adalah salah seorang mercenary dari kotanya, kemungkinan besar, bukti - bukti yang didapat berkat kinerja Guild Mercenary yang mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah diperbuatnya.
Dia mengenal orang itu, dia adalah Weildar, pimpinan mercenary di Guild Mercenary Kota Tungsten. Dia benar-benar mempertanggungjawabkan kesalahannya, dengan ini akan semakin cepat permasalahannya selesai tanpa campur tangannya. Selanjutnya, dia hanya perlu meminta Duke Arthemis untuk dibawanya ke Kerajaan Sylvani.
__ADS_1
Permasalahan itu ditunda untuk sementara, meski orang – orang merasa penasaran, tapi mereka menghargai keputusan Raja Sirloyn.
“Yang paling penting untuk saat ini adalah melanjutkan upacara penobatan putraku untuk menggantikanku. Jadi, kepada pembawa acara, silahkan lanjutkan acara ini” setelah memberitahukan kepada semua orang kan keputusan terakhirnya, Raja Sirloyn meminta pembawa acara untuk melanjutkan acara yang sempat tertunda.
Lalu, acara penobatan pun dilanjutkan. Acara berlangsung dengan lancar, Putra Mahkota Arthur kini telah menjadi Raja Arthur, menggantikan posisi ayahnya. Orang – orang bersorak, mereka merasa senang dengan kelancaran upacara penobatannya dan pergantian Raja. Bagaimanapun, Sirloyn telah lanjut usia, tak mungkin untuk tetap berada di posisinya. Terlebih lagi, Raja Arthur telah sedikit menampakkan sikapnya yang tak jauh berbeda dari sosok ayahnya. Kemungkinan, dengan dukungan semua orang, dirinya dapat menjadi raja yang lebih baik lagi.
Runtutan acara demi acara telah selesai, pada hari yang semakin gelap, kini saatnya pesta dimulai. Selain menyaksikan penobatan Putra Mahkota, acara inilah yang paling ditunggu-tunggu. Pesta akan sangat meriah bila pihak kerajaan yang mengadakannya. Selain itu, makanan yang disajikan membuat air liur memenuhi mulut, apalagi arak yang berkualitas dan harganya mahal bila disengaja beli.
Waktunya sangat pas, pesta memang cocok dilaksanakan di malam hari. Malam yang seharusnya gelap, Kota Barrium malah terlihat penuh dengan cahaya. Suara yang begitu ramai, menghangatkan suasana malam yang dingin. Beberapa jenis hiburan juga ada, seperti penampilan seni tari, seni berpedang, ada juga musisi jalanan yang menunjukkan kebolehannya. Pokoknya, acara pesta sungguh meriah, sangat sulit bila ingin menemukan acara pesta semeriah ini.
Tak ada satupun mercenary dari Kota Tungsten yang menyadari keberadaannya. Mereka terlalu sibuk dengan kemeriahan dan kenikmatan yang didapat dari pesta itu.
Beberapa waktu sebelum pesta, Duke Arthemis segera diamankan oleh para prajurit untuk ditindaklanjuti lebih jauh. Itu merupakan perintah terakhir dari Sirloyn setelah dirinya lengser dari jabatannya yang selanjutnya akan diserahkan pada Raja Arthur, anaknya sendiri yang akan mengurus Duke Arthemis. Meskipun Sirloyn bukan lagi seorang raja, tapi dirinya tetap disegani dan dihormati oleh orang – orang. Raja Arthur sendiri memenuhi perintah terakhirnya, tak membiarkan orang yang telah berbuat jahat masih berkeliaran dengan bebas. Siapapun itu, dia tetap harus memberikannya hukuman yang setimpal.
__ADS_1
Veroa masih ingin menikmati waktu santainya saat ini, dia akan mengurus orang yang bernama Arthemis ini setelah pesta berakhir.
Pesat ini berlangsung cukup lama, tengah malam pun orang – orang masih memeriahkan pesat. Hiburan juga masih aktif membuat orang – orang tertawa. Tapi, anak – anak telah sedikit yang masih terjaga. Kebanyakan anak – anak hanya menikamati hidangan yang tersedia, sudah sewajarnya mereka mengantuk lebih awal, hanya sedikit yang memilih menyaksikan penampilan para seniman yang jarang dapat melihatnya.
Pesta ini berlangsung sampai dini hari, saat itulah orang – orang telah banyak yang tidur di jalanan atau di manapun tempat pesta dilaksanakan. Ada sedikit orang yang masih terjaga, mereka adalah orang – orang yang suka bercerita tentang pencapaian hidupnya maupun orang yang dikenalnya di kala merasa waktunya cukup tepat untuk membicarakannya. Namun, suasananya berubah menjadi sedikit dramatis, ada cerita yang membuat orang sedih, bersemangat, dan lain-lain.
Veroa sendiri berbaur dengan orang – orang seperti itu, dia berpikir akan mendapatkan beberapa pengalaman kecil yang lumayan penting. Hingga, tak terasa, sinar jingga mewarnai awan di langit. Matahari perlahan muncul dari balik bukit. Ayam pun ramai berkompetisi, menyuarakan kokokannya, siapa yang paling gagah dan indah.
Orang – orang ada yang terbangun mendengarnya, ada pula yang masih tertidur dengan pulas.
Veroa bersama beberapa orang yang memberikan cerita yang menarik sepanjang sisaan pesat, sama sekali tak tidur. Sepertinya, mereka telah terbiasa semalam atau dua malam tak tidur sama sekali, tak berefek pada aktivitas di siang hari. Veroa apalagi, semalam atau dua malam tak tidur, dirinya takkan merasa ngantuk, tapi dia dapat tidur kapanpun dirinya mau.
Sebelum melanjutkan rencananya, Veroa singgah terlebih dahulu ke kafe yang kemarin. Makanannya memang tak mewah, tapi siapa tahu, di sana dirinya mendapat informasi yang menarik lagi. Selain itu, hanya untuk sarapan pagi, tak perlu memakan makanan mewah.
__ADS_1
Ternyata, kafe yang dimaksud masih belum buka, mungkin jadwalnya masih terlalu pagi atau pemilik kafenya memutuskan untuk menutup toko untuk sementara waktu, dirinya tak tahu. Beruntung, makanan sisaan pesat masih berserakan di jalanan, dia bisa mengganjal perutnya dengan itu.
Setelah terisi dengan cukup, dia berlalu pergi ke istana kota, tempat Raja Arthur beserta keluarganya tinggal. Sebelumnya tak ada yang mengetahui identitasnya, dia berencana untuk memberitahukannya pada Raja Arthur, dirinya seorang duke dari kerajaan lain dan hendak membawa seseorang yang berhutang atas kejahatannya.