
Entah sudah berapa lama Maya berlari dari rumah sakit itu sampai dia berhenti karena kelelahan, air matanya terus membanjiri pipinya dan tak lama turun lah hujan mengguyur tubuhnya, ini membuat Maya sedikit lega karena orang tidak akan tau apakah dia menangis atau tidak.
Sejahat itu kamu sama aku, Arga, ninggalin aku disaat aku benar-benar mencintai kamu tanpa sebuah kejelasan, dan sekarang kamu nyuruh orang buat godain aku, batin Maya.
Maya pun kembali berlari sampai disebuah taman, saat dia hendak duduk, kepalanya terasa pusing dan dia terjatuh pingsan, tapi Maya sadar bahwa ada seseorang yang menangkap tubuhnya setelah itu gelap.
Saat Maya tersadar, dia melihat ruangan yang serba putih dan tercium bau obat-obatan, tidak salah lagi dia berada dirumah sakit saat ini.
"Mba sudah sadar?" tanya seorang suster yang sudah berada disamping Maya.
"Siapa yang bawa saya kesini Sus?" tanya Maya sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
"Seorang lelaki mba, tapi dia tidak menyebutkan namanya, dia langsung pergi begitu saja setelah mengantar mba kesini," ucap Suster itu dan Maya pun terdiam.
__ADS_1
Sedangkan dari luar ruangan Maya ada yang tengah memperhatikan gadis itu lewat jendela ruangannya, lelaki itulah yang telah menolong Maya, dia adalah Arga.
"Aku yakin kamu pasti marah kalau aku tunjukin muka aku dihadapan kamu, Maya. Aku janji akan bongkar siapa Aldo sebenarnya, dia yang udah ngancem aku dengan cara menculik mamaku, Maya, itu alasan kenapa aku meninggalkan kamu saat itu," ucap Arga sambil mengepalkan tangannya, dia akan membalas Aldo, itu janjinya.
Setelah menebus obatnya, Maya segera pulang kerumah, dia yakin semua orang pasti cemas padanya saat ini.
"Assalamualaikum," ucap Maya sambil berjalan memasuki rumah, terlihat semua orang tengah berkumpul diruang tamu dengan wajah cemas, namun saat melihat Maya datang, mereka langsung menghampiri gadis itu.
"Kamu dari mana, Maya?, kita semua panik mengira kamu hilang," ucap Aldo.
"Tadi apa?" tanya Aldo lagi dan Maya hanya terdiam, dia tak tau mau bilang apa.
"Kenapa kamu juga nggak pulang bareng bunda dan Vina?" tanya Rio mendesak Maya menjawab membuat Maya semakin gugup.
__ADS_1
"Mending kak Aldo bawa Maya kekamar aja, kasihan wajahnya pucat dan bajunya juga basah," ucap Vina karena dia tau Maya pasti bingung akan menjawab apa.
"Iya Vin, ayo kakak antar," ucap Aldo lalu memopong Maya kekamar dan membantu Maya berbaring diranjang.
"Badan kamu hangat May, kakak ambilin obat dulu yah," ucap Aldo hendak pergi, tapi tangannya dicekal oleh Maya.
"Tadi Maya udah ke Dokter kak dan dikasih obat juga," ucap Maya sambil memperlihatkan obat yang sedari tadi memang dia pegang.
"Yaudah, kalau gitu kakak ambilin minum dulu buat kamu," ucap Aldo lalu pergi, tak lama kemudian lelaki itu pun datang dan membawa sebuah gelas, Maya juga langsung meminum obatnya lalu berbaring kembali.
"Bisa nggak kakak peluk Maya kayak dulu waktu Maya sakit, pasti kakak, kak Rico atau kak Rio yang meluk Maya dan kasih Maya ketenangan," ucap Maya dan Aldo dengan senang hati langsung memeluk istrinya itu sembari mengusap kepala gadis itu lembut.
*Melihat kamu sakit seperti ini membuat kakak terluka Maya, kakak harap kamu nggak akan ninggalin kakak nantinya ketika semuanya terbongkar, batin Aldo penuh harap.
__ADS_1
Kak Aldo, aku nggak tau apa hatiku masih bisa mencintai atau apa hati ini sudah mati rasa, intinya saat ini aku mulai nyaman dengan statusku sebagai istri kakak, batin Maya sambil menutup matanya untuk tidur sebab dia juga lelah seharian ini*.