
Maya sudah tiba direstoran tempat dia dan lelaki itu akan bertemu dan ternyata lelaki itu sudah berada disana.
"Siapa bos kamu sebenarnya?" tanya Maya to the point sambil duduk berhadapan dengan lelaki itu.
"Saya disuruh sama...sama..hmm.." ucap lelaki itu gugup karena dihatinya juga ada ketakutan jika ancaman bosnya itu benar terjadi, tapi disisi lain Maya sudah baik mau menolong istrinya ditambah lagi saat itu Arga menceramahinya dan itu membuat lelaki itu sadar.
"Saya nggak suka basa-basi dan terlalu lama mengobrol sama orang yang nggak terlalu dikenal, jadi jawab dengan cepat, siapa yang sudah menyuruh kamu?" ujar Maya.
"Pak Aldo, suami dari mba Maya," ucap lelaki itu dan Maya langsung terdiam sekaligus terkejut.
"Kamu jangan nuduh suami saya sembarangan yah, kamu pasti disuruh sama Arga bilang semua ini kan. Dasar pembohong!!" ucap Maya lalu melangkah pergi.
"Saya tidak bohong mba, saat itu pak Aldo juga tidak ingin kalau mba ketemu sama orang yang akan mba temui ditaman, makanya dia menyuruh saya dan teman saya buat godain mba dan dia datang menjadi pahlawan saat itu," ucap lelaki itu membuat langkah Maya terhenti.
Ini bohong, semuanya bohong, kak Aldo nggak mungkin ngelakuin hal kayak gitu, aku nggak percaya, batin Maya lalu wanita itu pun melanjutkan langkahnya.
Didalam taxi, Maya kembali mengingat semua kenangannya dengan Aldo, rencananya dia akan kekantor menemui lelaki itu.
__ADS_1
"Dari aku kecil, aku udah sama kak Aldo, dan aku tau bagaimana sifatnya," gumam Maya.
Sesampainya di kantor, Maya langsung menuju ruangan Aldo, baru sedikit dia membuka pintu ruangan itu dan dia dikejutkan karena Arga berada disana, Maya pun tidak jadi masuk dan memilih mendengarkan pembicaraan keduanya.
"Aku akan bongkar siapa kamu sebenarnya ke Maya," ucap Arga dengan nada emosi.
"Apa lo belum ikhlas kalau Maya menikah sama gue, ini juga salah lo, kenapa lo ninggalin dia gitu aja," ucap Aldo sebab dia sudah melihat Maya di pintu.
"Ha?, aku ninggalin Maya, kamu yang ud..."
"Sudahla Arga, kalau lo memang ingin kembali sama Maya, lo bilang aja ke dia, dan jika dia mau, gue pasti akan lepasin dia walaupun berat,"
"Kamu yang pecundang, Arga!!" ujar Maya yang sudah tak tahan suaminya dihina oleh mantan pacarnya itu, sontak kedatangan Maya membuat Arga terkejut, sedangkan Aldo, dia tersenyum puas dalam hatinya.
Anak kecil kayak lo nggak akan bisa ngalahin gue buat dapatin Maya, Arga. Maya itu milik gue dan selamanya akan tetap seperti itu, batin Aldo.
"Maya!"
__ADS_1
"Makasih buat semua yang udah kamu lakuin, dengan kayak gini, aku semakin gampang buat hilangin rasa cinta aku ke kamu. Sekarang kamu pergi dari sini!!" ujar Maya emosi.
"Aku terima jika suatu saat nanti kamu lupain aku, tapi aku nggak akan rela kalau kamu jatuh cinta sama dia," ucap Arga sambil menunjuk Aldo. "Dia bukan pria yang baik seperti selama ini kamu lihat, dia nggak cinta sama kamu melainkan hanya terobsesi memiliki, kamu akan kece..."
"Cukup Arga!!, kamu keterlaluan," ucap Maya.
"Satpam, satpam!!" panggil Aldo, tak lama datanglah dua orang satpam. "Bawa dia keluar dari sini dan jangan biarin dia masuk lagi kekantor ini," lanjut Aldo.
"Nggak usah sentuh saya, saya bisa jalan sendiri," ucap Arga saat satpam itu hendak menariknya keluar. "Aku akan selalu siap ada buat kamu ketika nanti kamu tau yang sebenarnya, aku hanya berharap kamu nggak akan kecewa," lanjut Arga lalu melangkah pergi, saat Arga sudah pergi, air mata Maya jatuh begitu saja.
Aku bingung, benar-benar bingung, batin Maya.
"Jangan nangis, kakak nggak suka liat tangisan itu Maya," ujar Aldo sambil menghapus air mata Maya, dan Maya langsung teringat akan pertemuannya tadi dengan lelaki yang menggodanya ditaman itu.
"Boleh aku tanya sesuatu sama kakak?" tanya Maya penuh harap.
"Tanya apa?"
__ADS_1
"Apa benar kakak yang menyuruh orang buat godain aku ditaman saat aku ingin ketemuan sama Arga?!" tanya Maya membuat Aldo terdiam, dia berusaha memasang wajah senormal mungkin agar Maya tak curiga.
Tau dari mana Maya kalau orang itu adalah orang suruhanku, batin Aldo.