
"Sekarang boleh aku yang nanya balik nggak ke kamu?" tanya Maya dengan tatapan serius.
"Boleh, tanya apa?"
"Apa kamu masih mencintai kak Aldo?, tolong jawab jujur Din!"
Deg.
"Udah lupain aja pertanyaan aku tadi. Aku juga yakin kok kamu udah ngga cinta sama kak Aldo lagi, karena kamu udah menikah sama Arga," ucap Maya beberapa detik kemudian setelah dia melontarkan pertanyaan itu.
"Tapi May..."
"Aku kenal kamu Din, kamu nggak mungkin menikah sama orang yang tidak kamu cintai, jelas! sudah pasti kamu mencintai Arga. Dia lelaki baik kok, kamu beruntung menikah sama dia," kata Maya memotong ucapan Dinda.
Kamu salah May, kamu nggak kenal aku begitu dalam, Dinda yang dulu sudah berubah, batin Dinda.
Tak terasa pagi menjadi sore, keluarga Maudy pun sudah pulang, hanya beberapa menit keluarga Maudy pulang, Maya dan Aldo pun juga pamit pulang.
"Kamu istirahat yah. Ingat, jangan nangis lagi!" kata Aldo sebelum dia dan Maya berpisah karena ingin masuk kekamar masing-masing.
__ADS_1
Kak Rico, selamat jalan. Sejahat-jahatnya kakak di masa lalu, kakak tetaplah kakak yang paling baik untuk adik-adiknya, Maya dan kak Rio tak pernah menyesal menjadi saudaranya kak Rico, miss you kak, batin Maya sambil menatap keluar jendelanya, lebih tepatnya pandangannya tertuju pada Langit.
"Kamu mau kemana May?" tanya Aldo panik. Bagaimana tidak panik, saat dia keluar kamar, dirinya berpapasan dengan Maya yang keluar dari kamarnya juga dengan membawa sebuah koper.
"Aku..."
"Aku salah apa?. Aku rasa aku nggak salah apa-apa, kok kamu mau ninggalin aku lagi," ujar Aldo memotong ucapan Maya.
"Kak, aku bawa kop..."
"Aku minta maaf kalau aku salah, tapi tolong jangan tinggalin aku, aku nggak bisa tanpa kamu," lagi-lagi Aldo memotong ucapan Maya, hal itu sedikit membuat istrinya itu kesal.
"Kak dengerin aku dulu ngomong, jangan dipotong terus!!"
"Aku bawa koper mau pindah kekamar kakak, boleh kan kita satu kamar?" mendengar apa yang Maya ucapkan membuat Aldo terdiam mematung ditempatnya, rasa sedihnya karena kehilangan Rico sedikit terobati dengan ucapan Maya barusan.
"Kamu...kamu yakin?" tanya Aldo tersenyum membuat Maya membalas senyuman itu sambil mengangguk, Aldo pun dengan spontan langsung memeluk istrinya itu.
"Ini yang aku tunggu-tunggu dari dulu, makasih,"
__ADS_1
"Maafin aku yah kak, maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama,"
"Sayang, mau seberapa lama pun itu akan tetap ku tunggu. Aku tau aku banyak salah, dan tidak segampang itu memaafkan semuanya dalam waktu singkat," ujar Aldo sembari menangkup kedua pipi Maya. "Sekarang aku bantu kamu tata pakaian kamu ke lemari dikamar kita yah," lanjut Aldo berucap membuat Maya mengangguk.
Saat mereka berdua tengah asik mengobrol sambil membereskan kamar dan membawa barang-barang Maya kekamar mereka, tiba-tiba Maya merasa sangat mual, hal itu langsung membuatnya berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, namun nihil dia tidak muntah sama sekali.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Aldo khawatir sembari mengusap tengkuk Maya lembut.
"Aku mual banget kak, kepala aku juga pusing, mungkin magh aku kambuh,"
"May jangan-jangan kamu hamil," kata-kata Aldo dengan nada yang begitu senang dan bibir yang tersenyum membuat Maya merasa sedih, dia tak mungkin hamil, dua hari yang lalu dia baru saja selesai menstruasi. "Sayang kok muka kamu jadi sedih?, kamu belum siap punya anak yah?"
"Aku nggak mungkin hamil kak, dua hari yang lalu aku baru saja selesai menstruasi,"
"Oh gitu, maaf, soalnya aku pernah baca kalau mual salah satu tanda hamil, jadi aku berfikir kamu hamil, padahal kan masih banyak hal lain yang buat mual,"
"Kamu kecewa yah?" tanya Maya membuat Aldo menggeleng.
"Lagi pula mungkin kita disuruh pacaran dulu sama Allah, udah nggak usah dipikirin,"
__ADS_1
"Kalau kakak mau ngelakuin hubungan suami istri, aku udah siap kok, kapanpun itu," entah mengapa Maya merasa keputusan ini yang terbaik, dia akan berdamai dengan masa lalu dan berusaha percaya kembali pada suaminya itu. Wanita itu hanya berharap, setelah ini hanya akan ada kebahagiaan mengitari keluarganya. Maya juga berharap keluarga Arga dan Dinda akan terus harmonis.
Soal kenapa Maya tiba-tiba yakin pada Aldo karena sikap Aldo belakangan ini, yang pengalah, lebih lembut, perhatian, dan sudah tidak merasa dirinya selalu benar, Aldo juga sangat mengerti tentangnya, setia menunggu Maya sampai detik ini, dan Maya yakin Aldo pasti kecewa karena dia tidak hamil tapi lelaki itu menutupinya didepan Maya. Maya mulai kagum dengan sifat suaminya itu.