Story Maya

Story Maya
Wanita baru


__ADS_3

"Aku udah beresin rumah, kasur juga udah aku perbaikin supaya kamu tinggal istirahat nantinya, kamu kan paling nggak suka kalau kotor, tapi aku belum masak, kamu mau makan apa?, biar aku...."


"Aku pulang kerumah kak Rio," ujar Maya datar memotong ucapan Aldo.


Hari ini tepat satu minggu Maya sadar dari komanya dan dia sudah diperbolehkan untuk pulang. Sejak Maya mengutarakan keputusannya saat itu, Arga tak pernah terlihat lagi, saat Maya menanyakan bagaimana Arga saat Rico bicara padanya, Rico hanya mengatakan bahwa Arga butuh waktu untuk sendiri dan katanya sehari setelah kejadian itu, Arga pergi berlibur ke Bali.


"Tapi..."


"Aku butuh waktu, tolong kamu ngerti,"


"Yasudah, tapi aku anterin yah,"


"Nggak perlu, kan ada kak Rico sama kak Rio, mereka pasti akan jaga aku dengan baik, dan aku yakin aku nggak akan merasakan kekecewaaan tinggal dirumah kak Rio," ujar Maya tanpa melihat kearah Aldo, ekspresi wajah gadis itu pun sangat datar.


"Aku tetap akan anterin kamu,"


"Lebih baik tidak usah kak Aldo, biarkan Maya menenangkan dirinya dulu tanpa adanya kakak," ucap Rio dingin, dan Aldo pun menjadi diam.


Setelah kejadian penembakan Maya, keluarga Maya memang selalu bersikap dingin pada Aldo, tidak ada senyum merekah seperti dulu diwajah Rio dan Rico saat menatap Aldo lagi.


Karena tak ingin berdebat dengan Rio dan yang lain akhirnya Aldo memutuskan untuk mengikuti mereka secara sembunyi-sembunyi, dia hanya ingin mengantarkan Maya sampai dirumah.

__ADS_1


Setelah memastikan Maya masuk kedalam rumah, barulah Aldo kembali kerumahnya.


Rumah ini akan sepi tanpa kamu Maya, batin Aldo sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumahnya.


"Aku langsung kekamar yah kak," ujar Maya yang langsung diangguki oleh Rio dan Rico.


Saat sampai dikamar, Maya langsung merebahkan tubuhnya dikasur, dia lelah dengan masalah ini, seakan tak ada habisnya.


Aku membenci kak Aldo, tapi aku sadar bahwa cinta ini jauh lebih besar daripada benciku, bahkan cinta ini lebih besar daripada dulu aku mencintai Arga, batin Maya


Sedangkan Arga, saat ini lelaki itu tengah menikmati segelas wine, dirinya ingin melupakan semua yang telah terjadi walau hanya sebentar.


Saat hendak pulang, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang wanita yang tengah menangis.


Masalah apa lagi ini, batin Arga.


"Sini kamu, jangan coba-coba untuk lari, tuan Rama sudah menunggumu!!" ujar seorang laki-laki yang ditemani dua orang pria berbadan besar yang langsung menarik gadis itu.


"Tolong saya, saya mohon," lirih gadis itu.


"Lepaskan dia!" pinta Arga, setidaknya dia masih punya hati nurani dan rasa kasihan untuk menolong gadis itu.

__ADS_1


"Tidak bisa, dia sudah dibooking oleh seseorang, jika kamu mau mencicipinya tunggulah sampai tuan Rama selesai," ujar pria itu membuat air mata gadis itu semakin deras keluar, dia hanya dapat menatap Arga dengan tatapan memohon.


Menjijikkan.


"Saya akan bayar berapapun asal gadis itu menjadi milik saya,"


"Berapapun?" tanya pria itu memastikan dengan wajah sumringah.


"Yah,"


"Makasih telah menolong saya, saya akan ganti uang kamu," ujar gadis itu saat Arga sudah membawanya keluar dari tempat menjijikkan tersebut.


"Bayar pakai apa?, kamu aja nggak bisa membayar orang-orang tadi untuk melepaskanmu," ujar Arga membuat gadis itu terdiam, bahkan sekarang rumah pun dia tak punya, apalagi pekerjaan tidak ada, keluarganya, ntahlah, sekarang untuk gadis itu Arga adalah pahlawannya. "Kamu bisa nyetir?"


"Bisa,"


"Tolong antar saya ke apertemen saya, ini kuncinya," ucap Arga sambil menyerahkan kunci mobilnya.


"Apertemennya dimana?"


"Apertemen xxx,"

__ADS_1


Sesampainya di apertemen, gadis itu pun memopong tubuh Arga untuk masuk kedalam apertemen Arga, baru saja gadis itu membaringkan Arga ditempat tidur, Arga langsung saja tertidur.


Apa yang harus ku lakukan sekarang, batin wanita itu.


__ADS_2