
"Kamu percaya kalau kakak setega itu?" tanya balik Aldo dan Maya pun menggeleng. "May, buat apa kakak menolong kamu kalau orang itu suruhan kakak," lanjut Aldo.
Seharusnya aku percaya tanpa tanya hal ini ke kak Aldo lagi, tapi kenapa, jujur hatiku yang paling dalam mengatakan bahwa semua ucapan lelaki tadi itu benar, batin Maya.
"Kakak nggak mungkin nyuruh lelaki buat godain cewek yang kakak cintai ditambah lagi kamu istri kakak, apa untungnya kakak ngelakuin itu," ujar Aldo karena Maya terdiam dan dia yakin Maya masih ragu padanya saat ini.
"Maaf kak, seharusnya aku percaya sama kakak tanpa dengar hal-hal yang orang lain bilang," ucap Maya lalu memeluk Aldo, Aldo pun dengan senang hati membalasnya.
Apa orang suruhan ku itu yang mengatakan ini pada Maya, kalau itu benar, aku harus beri dia pelajaran supaya dia tau dia sedang berhadapan dengan siapa. Arga juga akan ku beri pelajaran karena sudah berani dengan ku, batin Aldo.
Lagi-lagi mereka berdua menghabiskan waktu mengerjakan pekerjaan kantor berdua. Aldo dan Maya tampak bahagia dan terlihat seperti orang yang saling mencintai.
"May, ini udah jam 8.00 malam, kamu pulang duluan aja yah, kakak pesanin taxi," ujar Aldo sambil duduk disebelah Maya.
"Nggak usah kak, aku nungguin kak Aldo aja,"
"Dengerin kakak kali ini, pulang lah duluan, kakak masih ada urusan disini,"
"Tapi cepat pulang yah kak," pinta Maya membuat Aldo tersenyum, lalu lelaki itu punya ide untuk mengerjai Maya, dia pun mendekat dan semakin dekat kearah istrinya itu membuat Maya mundur kebelakang sampai hampir dia jatuh dari sofa tempatnya duduk, namun dengan cepat Aldo menarik tubuhnya sehingga mereka berdua saling berpelukan sembari saling menatap.
Ya Tuhan kenapa jantungku secepat ini berdetak, batin Maya.
"May?" panggil Aldo masih dengan posisinya memeluk Maya.
__ADS_1
"Ken..apa kak?" jawab Maya gugup
"Jantung kamu kenapa kencang banget berdetak kayak jantung kakak?"
"Apaansih ka!!" ucap Maya lalu berdiri dan menjaga jarak dari Aldo. "Yaudah, aku mau pulang sekarang, taxinya mana?" lanjut Maya, dia benar-benar malu pada Aldo karena detak jantungnya sampai didengar lelaki itu.
"Kakak pesanin dulu sayang," ujar Aldo sambil tersenyum lalu memesan taxi online itu. Maya yang mendengar ucapan Aldo yang memanggilnya sayang pun tersenyum kecil, entah kenapa hatinya berbunga-bunga saat ini.
Setelah taxi itu datang, Maya langsung pamit pada Aldo lalu masuk kedalam taxinya.
"Jangan sampai lecet yah penumpangnya mas," ucap Aldo bercanda membuat Maya tersenyum bahagia.
"Siap pak, akan selamat sampai tempat tujuan," ucap supir taxi itu lalu menjalankan mobilnga dan perlahan menjauh dari kantor.
"Pak, bisa kita putar ulang, hp saya kayaknya ketinggalan dikantor tadi," ujar Maya dan supir itu pun mengangguk.
Dalam telfon.
"Halo, kenapa Maya?"
"Kak Aldo sekarang lagi ngapain?" tanya Maya.
"Yah kerja lah sayang, ini lagi depan laptop diruangan kak Aldo, emang kenapa?, kangen ya?" ujar Aldi dengan nada bahagia membuat Maya terdiam,
__ADS_1
Kak Aldo bohong sama aku, dia nggak ada dikantor, tapi kenapa dia bilang, dia ada diruangannya, kenapa kak Aldo bohong, batin Maya.
"Kakak nggak bohong kan sama Maya?" tanya Maya lagi.
"Nggak sayang, kak Aldo kan nggak pernah bohong sama kamu, emang kenapa?"
"Kakak mau tau hal apa yang paling aku benci didunia ini?"
"Apa?"
"Dibohongi," jawab Maya lalu mematikan telfonnya itu secara sepihak, setelah itu dia kembali kedalam taxinya dan segera pulang. Telfon dari Aldo pun dia abaikan.
Aku takut dikecewakan kak Aldo, aku benar-benar takut hal itu, takut sakit hati lagi sebab aku sudah bermain hati dalam pernikahan ini, batin Maya.
Sesampainya Maya dirumah, dia melihat semua orang berkumpul diruang tamu dan disana juga ada Halwa dan Kevin.
"Untung kamu udah datang, Maya," ujar Vina lalu menarik adik iparnya itu untuk duduk disampingnya.
"Ini ada apa?, kok mukanya pada serius semua," ujar Maya.
"Om sama tante udah nyuruh teman kami yang di Inggris buat cari tau tentang kejadian pernikahan kamu dan Aldo dihotel itu Maya," ucap Kevin dan seketika raut wajah Maya juga berubah menjadi serius ditambah penasaran.
"Terus apa hasilnya om?, apa benar ada orang yang menjebak aku sama kak Aldo?" tanya Maya, Kevin pun melirik kearah Halwa yang juga melirik kearahnya.
__ADS_1
"Iya, kalian dijebak," ucap Kevin membuat Maya serasa tak percaya akan semua ini, ternyata dugaannya benar.
"Siapa pelakunya om?"