
"Maksud kamu apa?" tanya balik Maya.
"Kamu tadi ngikutin aku kan?" ucap Aldo.
"Iya, tapi aku balik lagi karena aku nggak nemuin kamu," ujar Maya lalu kembali duduk ditempatnya tadi.
"Kamu nggak..."
"Mas Rio," ujar Vina lemas dan suaranya itu memotong ucapan Aldo.
"Kak Vina udah sadar, sebentar yah aku panggil Dokter sama kak Rio dulu," ucap Maya lalu berlari keluar dan tak lama dia pun masuk bersamaan dengan Rio dan Dokter.
"Sayang," ujar Rio sambil menggenggam tangan Vina, sedangkan Dokter langsung memeriksa kondisi Vina.
"Semuanya normal, saya tinggal dulu, permisi," ucap Dokter itu sambil beranjak pergi.
"Mas, anak kita mana?" tanya Vina karena perutnya sudah rata.
"Anak kita ditempat bayi sayang, dia laki-laki," ujar Rio membuat Vina sontak tersenyum bahagia.
Tak terasa siang berganti malam. Sejak tadi Maya bermain dengan anak Vina, anak itu diberi nama Rafael.
"Ganteng sekali keponakannya aunty," ucap Maya sambil mencubit gemes pipi Rafael.
"Iya dong siapa dulu ibunya,"
"Siapa dulu ayahnya,"
"Iya, iya, kak Vina dan kak Rio itu emang the best," ujar Maya.
__ADS_1
"Kamu kapan?" tanya Vina.
"Maksudnya?"
"Kapan nyusul aku, punya anaknya," ujar Vina sontak membuat Maya terbatuk-batuk.
"Yaampun May, kamu nggak papa?" panik Aldo sambil menepuk-nepuk punggung Maya dengan lembut.
"Nggak papa kok. Oh yah kak, kayaknya aku sama kak Aldo pulang dulu deh, besok baru kami kesini lagi, nggak papa kan?" ucap Maya.
Kenapa aku ngerasa kalau Maya nggak nyaman dengan pertanyaan Vina tadi, aku juga ngerasa kalau dia tidak seperti biasanya, batin Rio.
"Kamu nggak tersinggung kan dengan pertanyaan kakak tadi kan May?" tanya Vina dan dibalas gelengan oleh Maya.
"Yaudah kalian pulang aja, istirahat, dan hati-hati di jalan yah," ujar Rio.
Sesampainya Maya dan Aldo dirumah, Maya langsung melangkah menuju kamarnya tanpa berbicara sepatah kata pun kepada Aldo. Saat sudah sampai dikamarnya, gadis itu langsung menelfon Arga.
"Kamu dimana?" tanya Maya to the point.
"Tumben kamu nelfon aku dan langsung nanya kayak gitu May, kesambet apa kamu?" ujar Arga bercanda.
"Arga, aku serius, kamu dimana sekarang?"
"Dijalan, mau pulang kerumah, memangnya kenapa?" ujar Arga penasaran.
"Jangan lewat jalan sepi, dan ingat hati-hati," ujar Maya.
"Kamu kenapa sih May?, aneh tau,"
__ADS_1
"Ada yang ingin bunuh kamu, Ga," ujar Maya dan entah kenapa panggilan itu terputus.
"Kok panggilannya mati?" gumam Maya pada dirinya sendiri, dia berusaha menelfon Arga kembali namun hp Arga sudah tidak aktif.
Ya Tuhan, apa terjadi sesuatu sama Arga, batin Maya.
Gadis itu pun keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Aldo, saat berjalan menuju halaman belakang, dia melihat Aldo berada disana dan tengah telfonan dengan seseorang, Maya pun mendekat kearah Aldo.
"Besok saya akan kesana, pastikan dia tidak kabur," ujar Aldo.
"....."
"Jangan apa-apakan dia malam ini, besok setelah saya datang baru kamu bertindak, saya ingin melihat dia mati didepan mata saya," ucap Aldo
"......"
"Maya!" ucap Aldo hendak masuk kerumah dan dia malah terkejut saat melihat Maya bengong tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ehk kak," ujar Maya yang juga terkejut dan gugup.
"Kamu nguping pembicaraan aku ditelfon tadi?" tanya Aldo. Maya hanya menatap suaminya itu tanpa menjawab pertanyaan Aldo, entah mengapa perlahan air matanya jatuh membuat Aldo menjadi takut. "May, jawab aku!!, kok kamu malah nangis?" lanjut Aldo sambil memegang tangan Maya.
Aku nggak boleh langsung marah dan ngungkapin semuanya ke kak Aldo, ini bahaya buat Arga. Aku akan cari cara buat bebasin Arga dari sana dan setelah itu baru aku urus pernikahan ini, batin Maya.
"Aku habis nonton drama korea tadi di kamar, sedih banget ceritanya kak. Tadi aku nggak dengar apa-apa, lagi pula emang kenapa kalau aku dengar?" ucap Maya.
"Nggak papa juga sih kalau kamu dengar, terus kenapa nggak nonton lagi dan malah datang kesini," tanya Aldo masih curiga bahwa Maya sudah tau rencanya.
"Aku nyari kakak buat diajak nonton bareng, nggak enak nonton sendiri," ujar Maya berusaha tersenyum agar Aldo tak curiga.
__ADS_1
"Oh gitu, yaudah, ayo kita nonton bareng," ujar Aldo. Sebenarnya lelaki itu tidak suka film korea, namun asalkan dengan Maya, dia akan berusaha suka.