
"Kak Aldo kok buru-buru banget hari ini, emang mau kemana?" tanya Maya berpura-pura tidak tau, dia menahan Aldo yang hendak berangkat.
"Aku ada urusan penting dikantor May, aku berangkat yah," ucap Aldo sambil mencium singkat kening Maya, dibalas kecupan Maya ditangan suaminya itu, setelah itu Aldo segera pergi.
Kak Aldo fikir aku adalah wanita bodoh yang bisa kakak bohongin terus-menerus, batin Maya.
Gadis itu pun mengikuti Aldo sampai disebuah rumah yang terlihat tak berpenghuni, Maya mengikuti langkah suaminya itu dan secara spontan dia menutup mulutnya saat melihat Arga diikat dengan mulut yang dilakban.
"Kamu terlalu ikut campur dalam rumah tangga saya Arga, jadi jangan salahkan saya jika punya niatan untuk melenyapkan kamu," ucap Aldo lalu membuka paksa lakban dimulut Arga.
"Kamu bukan manusia, kamu itu setan!!" ujar Arga marah.
"Saya yakin setelah nyawa kamu hilang, saya dan Maya pasti akan hidup bahagia,"
"Kalian tidak akan pernah hidup bahagia karena kamu melakukan seribu cara yang salah untuk mendapatkan Maya, termasuk menyekap mama saya agar saya meninggalkan Maya saat itu," ujar Arga dan langsung ditonjok oleh Aldo.
Maya yang mendengar dan melihatnya perlahan air matanya terjatuh, kakinya serasa lemas hanya untuk berdiri. Dirinya tidak menyangka bahwa ternyata selama ini yang menyebabkan kesedihan dihidupnya adalah suaminya sendiri, orang yang seharusnya menjadi tempatnya bahagia.
__ADS_1
Aku sangat membenci mu kak Aldo, batin Maya.
"Itu tonjokan karena kamu terlalu lancang bicara. Ingat satu hal Arga, sekarang nyawa kamu sudah ditangan saya, hanya tunggu hitungan menit kamu akan pergi dari dunia ini, daripada kamu menghabiskan waktu kamu hanya untuk bicara hal yang tidak penting, lebih baik kamu ucapkan kata-kata istimewa sebelum kamu lenyap dari dunia ini," ujar Aldo.
"Jika saya memang ditakdirkan meninggal hari ini, nggak papa, setidaknya saya sudah berusaha sekuat mungkin untuk melindungi wanita yang saya cintai dari lelaki brengsek seperti kamu,"
"Ambil pistolnya sekarang!!" perintah Aldo pada anak buahnya, tak lama anak buahnya pun kembali dengan pistol ditangannya dan langsung memberikan pistol itu pada Aldo.
Dor...
"Maya!!" teriak Aldo dan Arga secara bersamaan karena yang kena tembakan itu adalah Maya, yah gadis itu tiba-tiba berdiri dihadapan Arga dan malah dia yang kena tembakan pistol itu.
"A..ku...mem..ben..cimu..kak.." ujar Maya dan kesadarannya pun hilang, Aldo menggeleng mendengarnya. Saat ini keadaan lelaki itu seperti orang gila ditambah saat melihat darah yang tiada henti keluar dari dekat jantung Maya yang terkena tembakan itu.
"Suster, dokter tolong istri saya sus, dok!!" teriak Aldo sambil menggendong Maya memasuki rumah sakit, tak lama suster datang dengan ranjang pasien dan membawa Maya menuju ruang UGD.
"Bapak silahkan tunggu diluar,"
__ADS_1
"Tolong selamatkan istri saya," ujar Aldo penuh harap.
Kenapa kamu melakukan ini May, kenapa kamu menyelamatkan Arga, kenapa Maya, batin Aldo.
Sudah hampir tiga jam Aldo menunggu diluar dan belum ada kabar apapun dari dalam UGD, lelaki itu juga sudah menghubungi Rio dan yang lainnya bahwa Maya dirumah sakit.
"Aldo kenapa Maya bisa ada disini?!" ucap Rico yang sudah datang bersama Halwa, Kevin, Rio dan Vina.
"Tadi...Tadi.."
"Jangan bilang ini semua karena kak Aldo," ujar Rio emosi.
"Maafin kakak,"
"Keterlaluan," ujar Rio lalu memukul Aldo.
"Astagfirullah, cukup mas Rio!!" ujar Vina sambil menarik suaminya sedikit menjauh dari Aldo. "Kita dirumah sakit mas, yang sekarang harus kita lakukan adalah mendoakan Maya, semoga nggak terjadi sesuatu yang buruk," lanjut Vina sambil mengelus punggung suaminya agar emosi Rio mereda.
__ADS_1
"Dengan keluarga bu Maya?" ujar Dokter yang sudah keluar dari ruang UGD.
"Saya suaminya Dok. Bagaimana keadaan istri saya?, dia baik-baik aja kan," ujar Aldo yang langsung menghampiri Dokter itu diikuti dengan yang lainnya.