Story Maya

Story Maya
Bingung


__ADS_3

"Kami belum tau siapa pelakunya Maya, tapi om sudah menyuruh teman om buat menahan orang yang menjebak kamu dan Aldo, kita akan desak dia buat bilang siapa bosnya," ucap Kevin membuat Maya menghembuskan nafasnya lelah.


"Makasih om, aku pamit ke kamar duluan," ujar Maya lalu melangkah cepat menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar, air matanya jatuh begitu saja, entah bagaimana perasaannya dia sendiri pun tidak tau, intinya dia ingin menangis tanpa orang lain tau.


"Siapa yang udah tega ngelakuin semua ini?, kenapa dia begitu tega, dan kenapa juga kak Aldo bohong sama aku, kenapa hari ini, aku diliputi rasa cemas dan semuanya serasa bercampur aduk dalam hati ini," gumam Maya sambil menangis tersedu-sedu. Setelah lelah menangis, Maya tanpa sadar tertidur dan tak lama Aldo pun datang, dia sudah mendengar semua yang terjadi dari Rio tadi diruang tamu.


Saat sampai dikamar, lelaki itu mendekati isrrinya dan melihat sisa air mata diwajah Maya, hal itu membuat Aldo merasa bersalah, ingatannya kembali saat dia pergi dari kantor tadi.


Flashback on.


Setelah taxi Maya berangkat, Aldo langsung buru-buru pergi, tujuannya rumah lelaki yang menggoda Maya ditaman itu yang tak lain adalah suruhannya sendiri.


Ditengah jalan, hp nya berdering dan tertera nama 'istriku', awalnya Aldo tak ingin mengangkatnya karena takut Maya curiga, namun dia kembali berfikir dan mengangkat panggilan telfon itu.


Dirinya sedikit terkejut saat Maya membahas tentang kebohongan, tapi dia tidak terlalu memikirkannya sekarang sebab dia harus mengurus lelaki suruhannya itu dulu.


Sesampainya Aldo dirumah lelaki itu, dia pun turun dan mengetuk pintu rumah itu, tak lama lelaki itu keluar, terlihat dari wajahnya bahwa dia terkejut dengan kedatangan Aldo.

__ADS_1


"Apa kamu yang sudah bilang sejujurnya ke istri saya?" tanya Aldo serius.


"Saya....sa.."


"Jawab sebelum saya tambah emosi sama kamu," ujar Aldo memotong ucapan lelaki itu.


"Iya pak Aldo,"


"Kamu mencoba bermain-main dengan saya, atau kamu fikir ancaman saya itu hanya sekedar ancaman, jadi kamu nggak takut, mau bukti?!" ujar Aldo dengan eksperesi sinis membuat lelaki itu ketakutan.


"Saya mohon pak Aldo, tolong jangan sakiti istri dan anak saya, saya melakukan itu karena mba Maya sudah menolong istri saya,"


"Karena malam ini saya lagi baik hati, maka kamu saya maafkan tapi dengan satu syarat,"


Flashback off*.


"Aku sangat mencintai kamu Maya, aku nggak bisa tanpa kamu, tapi kenapa aku selalu melihat air mata keluar dari mata kamu semenjak kita bersama," gumam Aldo sambil menghapus sisa air mata Maya, lalu menatap wajah istrinya itu, setelah itu dia berjalan menuju balkon kamar dan menelfon seseorang.


Dalam telfon.

__ADS_1


"Iya pak Aldo,"


"Saya sudah bilang tinggalkan Inggris setelah penjebakan itu, tapi kalian malah tetap tinggal disana, akibatnya salah satu diantara kalian disekap sekarang!!" ucap Aldo emosi.


"Apa pak!!, kami akan meninggalkan Inggris besok pak," jawabnya.


"Bodoh!!, tolong teman kalian yang disekap sekarang, barulah kalian pergi sejauh mungkin. Ingat!, jika sampai semua ini terbongkar, saya akan membuat hidup kalian semua menderita, kamu tau kan siapa saya dan bagaimana kejamnya saya," ujar Aldo lalu mematikan panggilan telfon itu secara sepihak.


"Kakak lagi telfonan sama siapa?" ujar Maya yang tiba-tiba datang sontak membuat Aldo terkejut.


"Kamu sudah bangun?, sejak kapan?" tanya Aldo gugup.


Kenapa setiap aku mendapati kak Aldo menelfon, dia selalu saja gugup dan sikapnya seolah-olah tak ingin aku mendengar pembicaraannya, batin Maya heran.


"Telfonan sama siapa kak?" tanya ulang Maya tanpa menjawab pertanyaan Aldo.


"Ini sama karyawan di kantor bahas pekerjaan, biasalah," ucap Aldo sembari tersenyum untuk menutupi kegugupannya.


"Tadi kakak waktu di kantor setelah aku pulang ngapain aja?"

__ADS_1


"Kerja Maya, emang mau ngapain lagi?"


"Yakin kerja?" tanya Maya sambil menatap suaminya penuh curiga, Aldo pun mengangguk menjawab pertanyaan itu. "Tadi hp aku ketinggalan diruang kerja kakak, lalu aku putar balik dan kakak nggak ada diruangan, mobil kakak juga nggak ada diparkiran," lanjut Maya membuat Aldo menegang, saat ini dia begitu bingung alasan apa lagi yang akan diberikannya pada Maya.


__ADS_2