
"Maya!, aku nggak nyangka kamu akan datang kesini," ujar Aldo terkejut karena pagi ini saat dia terbangun, suara pintu diketuk yang didengarnya dan ternyata istrinya tercintanya itu yang datang.
"Boleh aku masuk?" pertanyaan macam apa ini, tentu saja Aldo akan mengizinkannya, bukankah ini juga rumah Maya, ini rumah mereka berdua.
"Milikku, milikmu, ayo masuk!"
"Aku dengar kakak datang kerumah Arga untuk minta maaf?" tanya Maya memastikan. Saat ini gadis itu sudah duduk disofa ruang tamu bersama Aldo disampingnya.
"Aku tau aku salah, sama keluarga Arga dan juga ke kamu,"
"Apa aku bisa percaya penyesalan kamu kali ini?, karena sudah terlalu banyak kak Aldo, sering kali kamu bohongin aku!" kata Maya.
"Aku memang bukan orang yang baik, aku pendosa yang besar, tapi aku tau apa arti cinta, aku tau arti ketulusan. Dan sekarang, bisakah pendosa itu belajar menjadi lebih baik untuk membuktikan bahwa dia juga pantas bersanding dengan perempuan baik," ujar Aldo membuat setetes air mata Maya jatuh, lelaki itu memberanikan diri mengusap air mata istrinya itu, untungnya Maya tidak marah dan membiarkan Aldo menghapusnya.
"Aku cinta kamu kak, tapi rasa kecewa ini belum sembuh sepenuhnya," ujar Maya dan Aldo pun sontak menunduk, dia tau arti kehilangan sekarang, dan rasanya sangat menyakitkan. "Tapi aku mau memperbaiki hubungan kita, aku mau tinggal dirumah ini lagi," lanjut Maya membuat Aldo menatap wajahnya dengan penuh tanya, apakah pendengarannya bermasalah atau memang ini nyata terucap dari bibir Maya.
"Kamu mau tinggal sama aku lagi?" tanya Aldo membuat Maya malah terdiam, semua kenangannya dengan Aldo memutari otak wanita itu.
__ADS_1
-Kakak janji nggak akan kecewain kamu-
-Tuhan mau kita bersama, Maya, bukan sebagai kakak dan adik tapi sepasang kekasih, kak Aldo sangat mencintai kamu-
-Dirumah ini kita akan bangun istana kita, Maya. Kamu mau kan tinggal berdua sama kakak dirumah yang sederhana seperti ini?-
-Saya yakin setelah nyawa kamu hilang, saya dan Maya pasti akan hidup bahagia-
-Aku ingin memilikimu sekarang May, menjadikanmu istriku seutuhnya-
Semua ucapan Aldo terus terngiang diotaknya, mau yang baik maupun yang buruk. Jujur, Maya bingung, apa keputusannya ini sudah benar, apa setelah ini tak akan lagi ada kecewa yang tercipta.
"Aku akan tinggal disini lagi kak, tapi aku minta tolong antarin aku kerumah kak Rio dulu ambil barang-barang aku yah," ujar Maya yang langsung mendapat anggukan dari Aldo. Ini adalah awal yang baru untuk hubungan keduanya, dan Aldo berjanji untuk tidak mengecewakan wanitanya lagi.
***
"Good morning Din," sapa Arga saat Dinda membuka matanya, gadis itu tak menyahut dan matanya langsung menatap jam dinding.
__ADS_1
"Ini baru setengah enam, tumben kamu sudah rapih, biasanya jam segini masih tidur," ujar Dinda heran, dia lebih heran lagi saat melihat sebuah piring berisikan spaghetti ditangan Arga dan secangkir air putih.
"Aku sengaja bangun lebih awal buat bikinin kamu ini," ujar Arga memberikan piring yang dipegangnya pada Dinda yang sudah mengubah posisi baring menjadi duduk.
"Buat aku?" tanya gadis itu heran.
"Iya istriku, anggap saja sebagai permintaan maaf untuk semalam," entah mengapa kata-kata Arga sungguh manis pagi ini, bahkan perbuatannya pun membuat Dinda tersanjung. Dinda takut jika terus seperti ini, bisa saja kan suatu saat nanti dia jatuh hati pada Arga, dan bagaimana kalau Arga cuman menjadikannya pelampiasan dari Maya, bukankah nanti akan sakit yang dirasakannya.
"Aku rasa kamu nggak punya kesalahan deh semalam, terus ini minta maaf buat apa?"
"Soal aku nolongin Maya dan soal keributan kita dimobil,"
"Kamu nggak perlu ngelakuin ini untuk minta maaf padahal jelas-jelas kamu nggak bersalah. Soal Maya yang kamu tolong, bukankah aku sudah bilang kalau itu hal yang wajar, dan soal keributan kita di mobil, bahkan aku sudah lupa andai kamu tidak mengingatkan lagi," ujar Dinda sembari tersenyum.
"Jangan pernah takut jatuh cinta sama aku yah Din!, kamu istriku dan sudah sepantasnya kita berdua saling mencintai, kita sama-sama belajar akan hal itu yah," ujar Arga lalu sesaat kemudian lelaki itu memeluk Dinda membuat Dinda terkejut.
*Arga, benar kah katamu kalau aku tak perlu takut, aku nggak tau gimana sakitnya aku kalau untuk kedua kalinya disaat aku sudah menaruh harapan besar dan cinta yang tulus, baru aku tau bahwa cintaku tak terbalas, batin Dinda.
__ADS_1
Aku akan melupakanmu Maya, berusaha mulai detik ini untuk tak perduli tentang mu lagi. Bantu aku Tuhan, bantu aku mencintai Dinda, batin Arga*.