Story Maya

Story Maya
Aku sangat menyayangi kakak


__ADS_3

Semalaman Maya habiskan hanya dengan menangis, dia tidak tau harus berbuat apa sekarang, tapi yang dia tau pagi ini, dia harus tetap menyiapkan segala keperluan Aldo karena Aldo suaminya.


Maya pun keluar dari kamar tamu dan terkejut saat melihat Aldo tidur didepan pintu.


"Kak Aldo bangun!!" ujar Maya lembut sambil menggoyangkan tubuh Aldo, dan tidak lama, Aldo pun bangun, saat melihat Maya dihadapannya, lelaki itu langsung memeluknya.


"Maafin kakak, aku tau aku salah, kasih aku kesempatan untuk perbaikin semuanya, plis Maya," ucap Aldo memohon.


"Lepasin aku kak," ucap Maya sambil mendorong tubuh Aldo, namun Aldo tetap memeluknya.


"Maafin aku,"


"Kak tolong lepasin aku!!" ucap Maya dengan nada suara tinggi membuat Aldo melepaskan pelukan itu dengan pasrah.


"Aku nggak bisa kalau kamu marah sama aku, Maya, aku nggak sanggup,"


"Sekarang aku tanya sama kakak, apa ada kebohongan lain yang belum aku tau?" tanya Maya sambil menatap serius kearah Aldo, dan pertanyaan itu sontak membuat Aldo terdiam.


-"Maafin aku, Maya, tapi sebenarnya, aku juga yang sudah membuat Arga ninggalin kamu, dan aku juga yang sudah menyuruh orang buat godain kamu ditaman waktu itu bukan Arga," ucap Aldo.


Plak


Satu tamparan mendarat dipipi lelaki itu dan tamparan itu berasal dari Maya yang air matanya sudah berjatuhan dari mata indahnya.


"Aku mau kita berpisah, ceraikan aku kak," lirih gadis itu.-

__ADS_1


"Jangan, Maya, aku mohon!!!" ucap Aldo membuat Maya terheran.


"Kakak kenapa?" tanya Maya sambil memegang pundak lelaki itu, sontak itu membuat Aldo tersadar bahwa hal tadi hanya khayalannya, dia belum menjawab pertanyaan Maya.


"Aku...aku nggak papa," jawab gugup lelaki itu.


"Terus gimana dengan pertanyaan aku tadi, apa kakak punya kebohongan lain?" tanya ulang Maya.


"Nggak, hanya itu kebohongan aku dan kamu udah tau semuanya," jawab Aldo cepat. Yang ada dipikirannya saat ini hanya tidak sanggup berpisah dengan Maya.


"Kakak yakin nggak ada kebohongan lain?"


"Nggak ada!, kamu udah tau semuanya,"


"Yaudah, aku siapin makanan buat kakak dulu, tapi jangan fikir aku udah maafin kebohongan kak Aldo, aku masih sangat kecewa," ucap Maya lalu melangkah pergi.


Maafin aku, Maya, aku memang terlalu egois dalam hal mendapatkan kamu, tapi kamu harus tau semua ini aku lakukan karena aku tau, aku lebih baik menjaga kamu daripada Arga, sebab aku yakin lelaki itu masih sering plin-plan antara mencintai kamu atau Vina, batin Aldo.


Aldo pun berjalan menuju kamarnya untuk bersiap, setelah bersiap dia langsung berjalan menuju dapur.


"Masakan kamu itu selalu enak yah, May," ucap Aldo sembari tersenyum.


"Silahkan dimakan kak," ucap Maya dingin sambil memberikan sepiring nasi goreng seafod yang dia masak, lalu dia pun berjalan pergi.


"Kamu mau kemana?, sini aja, makan bareng aku," ujar Aldo sambil menahan tangan Maya, Maya pun langsung menarik tangannya.

__ADS_1


"Aku masih kecewa kak, maaf," ucap Maya sambil melanjutkan langkahnya, namun baru beberapa langkah, dia berhenti lagi. "Mulai sekarang, kita pisah kamar, hal ini akan terjadi sampai aku nggak kecewa lagi sama kakak," lanjut Maya lalu benar-benar pergi.


"Aku harus melakukan sesuatu supaya Maya bisa maafin aku," gumam Aldo.


Sedangkan Maya, saat dia sampai dikamar tamu, hpnya tiba-tiba berdering dan Rio yang menelfonnya.


Dalam telfon.


"Assalamulaikum kak," ucap Maya.


"Walaikumsalam, Maya, gimana kamu dan kak Aldo?" tanya Rio cemas.


"Kak Aldo udah jujur dan dia ngakuin kesalahannya itu, aku kecewa banget kak, aku ngerasa menjadi orang yang gampang banget buat dibodohin," lirih Maya.


"Jadi, apa keputusan kamu untuk pernikahan kamu, Maya?"


"Aku pisah ranjang sama kak Aldo sekarang. Tapi jika kakak tanya soal perceraian atau perpisahan, Maya nggak berani ambil keputusan itu, Maya memilih bertahan dalam pernikahan ini karena kesalahan kak Aldo masih bisa untuk Maya maafkan walau jujur memang sangat mengecewakan,"


"Kak Rio dan semua keluarga ngedukung apapun keputusan yang kamu ambil dek, kami dan pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kamu," ucap Rio.


"Makasih kak, love you so much,"


"Love you too hunny," jawab Rio, lalu panggilan itu pun terputus.


Maya sedikit merasa lega dan dia juga merasa sangat beruntung sebab kakak-kakaknya selalu ada untuknya, ditambah kakak ipar yang sangat menyayanginya, serta Halwa dan Kevin yang sudah seperti orang tua kandung untuknya.

__ADS_1


Disaat kita merasa kecewa, pasti ada orang yang akan membantu kita bangkit dari rasa itu. Dan sekarang, aku merasa jauh lebih baik setelah telfonan sama kak Rio. Aku sangat menyayangi kakak, batin Maya sambil memandang fotonya dengan kedua saudaranya.


__ADS_2