
Sesampainya mereka dikantor, mereka langsung membagi tugas kerjaan, mereka melakukannya dengan sesekali tertawa dan bercanda bersama, dan Maya sadar jika seperti ini terus, pasti akan gampang untuknya mencintai Aldo.
"Kakak ada meeting Maya, kamu tunggu sebentar disini ya," ujar Aldo hendak pergi, tapi Maya mencekal tangannya membuat Aldo melihat kearah Maya dan pandangan mereka bertemu.
"Aku nunggunya ditaman aja kak, sekalian cari udara segar,"
"Kamu yakin pergi sendiri, nggak mau nungguin kakak selesai meeting aja,"
"Nggak papa kak, aku sendiri aja, nanti kalau kakak udah selesai meeting kan bisa nyusulin aku, lagipula tamannya dekat kantor juga, jadi nggak papa," ucap Maya sembari tersenyum, senyuman yang selalu membuat Aldo merasa tenang walau begitu banyak masalah yang dihadapinya.
Setelah mendapat persetujuan dari Aldo, Maya langsung pergi menuju taman dan duduk disalah satu bangku sembari memejamkan matanya.
"Maya," panggil seseorang, suaranya sangat dikenali oleh Maya, gadis itu membuka matanya dan benar, Arga berdiri tepat dihadapannya saat ini, entah mengapa air mata gadis itu langsung jatuh begitu saja.
Maya hendak pergi, tapi tangannya dicekal oleh Arga, namun dengan cepat gadis itu menarik tangannya dan menjaga jarak dari Arga.
"Kamu nggak tau seperti bagaimana Aldo itu Maya, dia jahat!!" ucap Arga membuat Maya semakin emosi terhadapnya.
__ADS_1
"Kamu yang jahat!!, jahat banget!!, dan ingat jangan hina suami aku sendiri didepan aku, kak Aldo jauh lebih baik dibandingkan kamu," ujar Maya lalu pergi begitu saja tanpa perduli teriakan Arga yang memanggilnya.
Kenapa kamu datang dan malah menjelekkan kak Aldo, Arga. Sekarang aku benar-benar tau siapa kamu sebenarnya, laki-laki yang hanya bisa menyakiti terus menerus, batin Maya.
Sesampainya diruangan Aldo, ternyata Aldo belum selesai meeting, itu membuat Maya sedikit lega karena dia bisa menenangkan dirinya terlebih dahulu didalam ruangan itu, dirinya memilih untuk menyembunyikan perihal ketemunya dia dan Arga ditaman tadi, sebab jika dia menceritakan ini pada Aldo, Aldo pasti akan marah terlebih lagi Arga menjelekkan nama baiknya, Maya juga berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap percaya pada Aldo dan tidak termakan omongan siapapun termasuk Arga.
"Maya kamu sudah pulang, kok cepat banget," ucap Aldo heran saat mendapati Maya didalam ruangannya.
"Iya kak, soalnya aku males lama-lama sendiri disana," ucap Maya sambil tersenyum supaya Aldo tidak curiga padanya.
"Oh gitu, gimana kalau sekarang kita kesana, berdua," ajak Aldo dan Maya langsung menggeleng.
Kak Aldo yakin sebentar lagi kamu akan mencintai kakak, Maya, dan kita akan hidup bahagia tanpa ada nya rasa terpaksa menjalani pernikahan ini, batin Aldo.
Mereka pun pergi menuju pantai, Maya sedikit melupakan kejadian tadi karena menikmati suasana pantai yang sejuk saat ini sebab sudah sore.
"Suka?" tanya Aldo.
__ADS_1
"Banget kak,"
"Kalau kak Aldo, kamu suka nggak?" tanya Aldo membuat Maya langsung melihat kearahnya dengan ekspresi terkejut dan itu sangat lucu dimata Aldo, Aldo pun seketika tertawa dan malah membuat Maya heran. "Ekspresi kamu itu lucu banget sih, menggemaskan tau," lanjut Aldo sembari mencubit kedua pipi Maya.
"Akh sakit kak," ujar Maya cemberut sambil mengusap pipinya dan Aldo pun kembali tertawa.
Sore itu mereka terlihat sangat bahagia, apalagi Aldo, ini adalah impiannya sejak dulu, tertawa bersama dan menghabiskan waktunya bersama Maya, wanita yang dicintainya.
"Kak Aldo mau janji satu hal ke Maya nggak?" tanya Maya.
"Janji apa?"
"Janji kalau kakak nggak akan pernah buat Maya kecewa seperti yang Arga lakukan, janji tidak akan ada kebohongan dalam pernikahan kita," ucap Maya membuat Aldo terdiam.
Pernikahan ini sudah dilandasi kebohongan Maya, bagaimana mungkin kakak bisa berjanji akan hal itu, batin Aldo.
"Kakak janji ya sama Maya, Maya hanya takut ketika cinta Maya sudah milik kakak, Maya malah jadi menyesal memberikan cinta itu," ucap Maya.
__ADS_1
"Kakak janji nggak akan kecewain kamu," ucap Aldo membuat Maya tersenyum.