Story Maya

Story Maya
Kalau bukan Arga, lalu siapa?


__ADS_3

Tak terasa resepsi pernikahan Aldo dan Maya tiba saatnya dan saat ini Maya tengah didandani ditemani oleh Vina.


"Kalau emang dari sananya cantik, ditambahin dikit aja udah bagus, apalagi kalau banyak, nanti kamu jadi wanita tercantik deh didunia ini, kan kak Vina nggak rela," ucap Vina diiringi tawa kecil.


"Apaansih kak, orang kalau diliat-liat kak Vina jauh lebih cantik dibandingkan aku," ucap Maya sambil tertawa kecil pula.


"Mba-mba itu pada cantik, suaminya pasti sangat beruntung," ujar perias wajah Maya.


"Saya yang beruntung," ucap Maya dan Vina kompak, lalu mereka langsung tertawa begitu pula dengan periasnya.


"Maksudnya, kami yang beruntung memiliki suami seperti mereka," ucap Maya diangguki oleh Vina.


Apa Maya dan kak Aldo sudah saling mencintai, tapi waktu dirumah sakit terakhir kali ketemu dengan Arga. aku masih bisa merasakan bahwa Maya masih mencintainya. batin Vina.


Semua karyawan kantor yang diundang begitu terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Maya dan Aldo yang dari dulu hanyalah sebatas kakak dan adik pada akhirnya menikah.


"Capek ya?" tanya Aldo.

__ADS_1


"Sedikit," jawab Maya sembari tersenyum, sebenarnya kakinya sakit sekali, tapi dia tak ingin membuat Aldo kecewa lagi kalau dia istirahat duluan dan membiarkan Aldo yang menyambut para tamu sendirian tanpa ditemani oleh dirinya.


"Kita istirahat aja yah, aku udah capek," ucap Aldo, lelaki itu cukup tau bagaimana Maya saat berbohong dan berkata jujur karena mereka sudah lama bersama, bahkan dulu waktu Maya kecil, Maya paling dekat dengan Aldo dibandingkan kakak-kakaknya.


"Terus tamunya gimana?"


"Kita pamit dulu sama Rio dan Vina, nanti kita minta tolong mereka aja sambut tamu yang lain," ucap Aldo.


Setelah berpamitan, mereka segera masuk ke kamar dan Maya langsung merebahkan tubuhnya di kasur, inilah yang dia tunggu-tunggu sejak tadi, sedangkan Aldo tanpa dia sadari, dia juga ikut berbaring disamping Maya, sontak itu membuat jantung Maya berdetak lebih cepat, dulu jantungnya seperti ini ketika bersama Arga, apakah sekarang bisa dibilang kalau dia sudah mencintai suaminya.


"Astaga, maaf May, kakak nggak sadar kalau ikut baring disini," ucap Aldo sambil bangun dan sontak langsung berdiri, dia takut Maya marah dan berfikiran aneh-aneh terhadapnya. Aldo semakin takut saat Maya hanya menatapnya saja tanpa berucap apapun. "Serius May, tadi kakak benar-benar nggak sengaja, spontan aja langsung baring," lanjut Aldo.


Kata-kata Maya itu langsung membuat Aldo bahagia, dia seperti mendapatkan sebuah doorprize. Ini semakin membuat Aldo yakin bahwa cinta Maya akan segera didapatkannya.


"Kamu yakin?" tanya Aldo memastikan dan Maya seketika mengangguk.


Malam itu untuk pertama kalinya dalam status suami istri mereka tidur bersama dalam satu ranjang, tak hentinya semalaman Aldo memperhatikan wajah Maya dan semakin dilihat, dia semakin jatuh cinta.

__ADS_1


Saat Maya terbangun dari tidurnya, dia tersenyum melihat Aldo disampingnya, yah lelaki itu sudah tertidur, mungkin baru dua jam, Aldo tidur.


"Aku memang bukan istri yang terbaik dan masih banyak kurangnya kak, tapi aku janji akan belajar dan mulai menjadi istri terbaik untuk kak Aldo. Tolong bertahanla sampai aku juga mencintaimu kak karena mungkin waktu itu sebentar lagi akan tiba, sebab tidak begitu sulit mencintai sosok seperti mu," ucap Maya sambil mengamati wajah Aldo.


Perlahan tangan Maya terangkat ingin mengusap pipi suaminya itu, namun tidak jadi karena hpnya berdering, saat dia melihat siapa yang menelfon ternyata nomor baru, dia pun langsung mengangkat hpnya itu.


Dalam telfon.


"Halo, assalamualaikum, ini dengan siapa?" ucap Maya.


"Walaikumsalam, ini saya mba Maya, orang yang godain mba ditaman saat itu. Ada yang ingin saya sampaikan sama mba, bisa kita ketemu?" ucap orang yang menelfon Maya itu.


"Saya nggak mau berurusan sama kamu lagi, apalagi sama bos kamu, jadi nggak usah nelfon saya!!" tegas Maya.


"Bukan mas Arga yang menyuruh saya mba, tapi orang lain, dan saya akan jujur sama mba siapa orang itu, makanya kita harus ketemu,"


"Temui saya direstoran xxx jam 11.00 siang nanti, ingat jangan sampai telat," ucap Maya lalu mematikan panggilan telfon itu secara sepihak.

__ADS_1


Kalau bukan Arga siapa pelakunya. Dan kenapa lelaki itu tiba-tiba berubah pikiran, bukannya dia tidak ingin menyebutkan siapa nama bosnya karena dia diancam, disini udah ada yang nggak beres, batin Maya bingung.


__ADS_2