Story Maya

Story Maya
Bohong ke Maudy


__ADS_3

"Aku siapin air panas yah buat kamu mandi," ucap Dinda saat Arga sudah pulang dari kantor.


"Nggak usah, aku bisa sendiri,"


"Ga, tolong jangan seperti ini," ujar Dinda sambil menahan tangan Arga yang hendak masuk kekamar mandi.


"Lepasin aku Din!"


"Akan aku lepasin kalau kamu mau maafin aku. Lagipula, aku mau mencintai kamu Ga, tolong kasih aku kesempatan," kata Dinda. Arga pun dengan paksa menarik tangannya membuat badan Dinda sedikit oleng kebelakang, lalu pria itu segera memasuki kamar mandi tanpa berbalik sedikitpun.


Apa sebegitu fatal kesalahan aku sampai kamu seperti ini Arga, bukankah dari awal kita berdua tau pernikahan ini memang tanpa cinta, batin Dinda.


Dinda pun memilih keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, dia lebih baik membantu Maudy saja didapur menyiapkan makan malam, mungkin itu dapat sedikit membuatnya melupakan masalah ini.


"Astaghfirullah Dinda, hati-hati dong," ujar Maudy sambil memeluk Dinda yang hendak terjatuh diakhir tangga karena kakinya tersandung.

__ADS_1


"Iya ma, makasih,"


"Ini pasti kamu kepikiran kan tentang masalah kamu sama Arga yang kemarin, memang ada apa sih diantara kalian?, ada masalah apa?" tanya Maudy membuat bibir Dinda terasa keluh untuk bercerita. "Kemarin mama udah tanya sama papa, dan papa bilang Arga juga tidak cerita apapun ke dia, jadi sekarang mama tanya sama kamu,"


"Jadi..."


"Sayang, ini ada telfon dari teman arisan kamu, diangkat gih," ucap Rega yang tiba-tiba saja datang dengan memegang hp Maudy.


"Tapi, ini aku lagi bicara sama Dinda soal masalahnya sama Arga,"


"Papa rasa mama nggak perlu tau tentang kamu yang mencintai Aldo," ujar Rega membuat Dinda terkejut, bukankah Arga tidak menceritakan apapun, lantas kenapa Rega tau.


"Tadi mama bilang papa tidak tau apa-apa tentang masalah aku sama Arga,"


"Papa bohong Dinda, papa yakin jika mama tau dia akan kembali membenci kamu, bahkan mungkin bisa langsung menyuruh kamu dan Arga bercerai,"

__ADS_1


Deg.


"Apa bedanya sekarang dengan nanti pa, aku yakin mama juga pasti akan tau nantinya biarpun kita bohong saat ini," lirih Dinda yang matanya mulai berkaca-kaca. Kalau dia bisa menentukan hatinya, dia pasti akan menyuruh hatinya mencintai Arga, namun hatinya memilih mencintai Aldo.


"Ada bedanya. Kalau sekarang mama tau, Arga pasti tidak akan membela kamu jika mama marah karena dia juga lagi kecewa, tapi kalau nanti disaat Arga sudah bisa menerima semua ini, terlebih jika nanti kamu dan Arga sudah saling mencintai, dan mama tau tentang ini, nggak ada alasan buat mama memisahkan kalian," kata-kata papa mertuanya itu ada benarnya, tapi melihat sikap Arga yang sangat dingin sekarang kepadanya membuat Dinda tak yakin pernikahannya akan bertahan lama, akankah suatu saat nanti cinta itu hadir dalam pernikahan ini? akankah kisahnya berakhir bahagia?.


"Astaga! ternyata teman arisan aku itu cuman pengen basa-basi aja, nggak ada yang penting, jadi kesel. Ohiya Din, jadi ada masalah apa kamu sama Arga?" ucap Maudy yang sudah datang kembali.


Dinda terdiam sejenak, lalu melirik kearah Rega, dia dapat melihat Rega menggeleng tanda bahwa dia harus bohong saat ini kalau tidak mau memperburuk keadaan, dan jika masih ingin menjadi istri Arga.


"Nggak ada apa-apa kok ma, hanya masalah kecil, lagipula sekarang aku dan Dinda udah baikan," ucap Arga yang tiba-tiba saja datang sembari tersenyum dengan tangan yang memeluk pinggang Dinda, pria itu tau Dinda adalah wanita yang tak pandai berbohong. Entah mengapa dengan jarak yang sedekat itu membuat jantung keduanya tak menentu.


"Oh udah baikan, tapi kok tadi mama lihat Dinda kayak ada yang dipikirin gitu sampai kesandung ditangga,"


"Mikirin aku kali dia ma, tau sendiri kan anak mama ini ganteng," ujar Arga sambil menaik turunkan alisnya membuat Maudy tersenyum.

__ADS_1


Aku memang belum bisa menerima kenyataan kalau kamu mencintai Aldo, Dinda, tapi entah sejak kapan aku merasa kehilangan kamu adalah hal yang menakutkan, dan aku tidak mau mama memisahkan kita karena masalah ini, batin Arga.


__ADS_2