Story Maya

Story Maya
Kebahagiaan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, tak terasa sudah lima hari mereka semua berada di Jogja, dan beberapa hari terakhir ini mereka berempat sering sekali jalan-jalan bersama, bahkan semalam mereka double date disalah satu restoran. Hubungan mereka berempat memang semakin membaik sejak kejadian Aldo menolong Arga saat itu.


"Dinda mana Ga?" tanya Aldo, hari ini adalah hari terkahir mereka di Jogja dan mereka berempat ingin pergi membeli oleh-oleh. Namun Aldo dan Maya lebih dulu menunggu diluar hotel, dan saat Arga datang, pria itu malah sendirian, tak ada Dinda disana.


"Dinda ke toilet sebentar. Oh yah, gue juga pengen minta bantuan kalian dong," ujar Arga.


"Bantuan apa?" tanya Maya.


"Aku pengen nyatain perasaan aku ke Dinda hari ini, kalian bisa bantuin aku susun momen yang pas dan romantis nggak?"


"Pasti kita bantuin Ga," ucap Maya, gadis itu berharap Dinda juga sudah mencintai Arga, dan jika memang Dinda dan Arga sudah saling mencintai, betapa indahnya setelah ini.


"Sorry kalian nunggu lama," kata Dinda yang baru saja datang.


"No problem Din, berangkat yuk,"


"May kayaknya lucu deh kalau kita couplen jam tangan, beli yuk," ajak Dinda saat mereka sudah sampai di salah satu pasar di Jogja.


"Boleh, yuk,"

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu seharian berbelanja, mereka pun kembali kekamar hotel untuk membersihkan diri, dan menyusun rencana untuk penyataan cinta Arga ke Dinda.


"Din, aku keluar dulu yah, ada yang harus dibeli," ucap Arga.


"Aku ikut,"


"Nggak usah, kamu disini aja, aku cuman sebentar kok," Dinda jadi heran pada suaminya itu, tidak biasanya Arga pergi tanpa mengajaknya, tapi karena dia memang tidak mood, jadi yasudah lah.


Arga pun segera menyusul Maya dan Aldo yang sudah berada ditaman, mereka rencananya memang akan membuat acara romantis itu ditaman tersebut, disana juga sudah ada beberapa hiasan dan foto-foto Arga dan Dinda.


"Ini diluar ekspektasi aku, kalian benar-benar cocok atur-atur kayak ginian," ucap Arga takjub membuat Aldo dan Maya tersenyum senang sebab Arga puas dengan dekorasi mereka.


"Yaudah sekarang aku ke Dinda dulu yah, siapin diri kamu Ga," kata Maya lalu melangkah pergi. Memang rencananya Maya yang akan mengajak Dinda ketaman itu.


"Ketaman yuk Din,"


"Terus aku jadi nyamuk diantara kalian, nggak mau ahk, Arga nggak ada," kata Dinda hendak menutup pintu kembali, namun dengan cepat ditahan oleh Maya.


"Ayolah Din, kita hanya berdua kok perginya,"

__ADS_1


"Terus kak Aldo?"


"Dia udah tidur, please mau yah," ucap Maya memohon.


"Baiklah, tunggu sebentar, aku ambil jaket dulu,"


"May, kamu mau kemana?" tanya Dinda saat Maya hendak pergi dan meninggalkannya sendirian ditaman itu. Maya tak menjawab, wanita itu hanya melepaskan celalan tangan Dinda dan berlari pergi. "Maya!" Dinda pun mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya dan dia menjadi bingung saat melihat banyak foto dirinya dan Arga disana.


"Selamat datang Din," ucap Arga yang tiba-tiba datang saat Dinda hendak pulang, wanita itu pun mengernyitkan dahinya heran, ada apa dengan semua ini, masih dalam mood bingung.


"Ga, ini ada apa sih?"


"Aku memang bukanlah yang pertama untuk kamu, dan mengenal mu pun belum bertahun-tahun, tapi bisakah izinkan aku untuk menjadi pelabuhan terakhir dihatimu, menemani mu hingga ke surga nya Allah,"


"Arga, ini..." ucap Dinda yang tak mampu melanjutkan ucapannya, dia tak bisa mendeskripsikan betapa bahagianya dirinya saat ini. Sejujurnya, dia juga sudah mencintai Arga.


"Aku mencintaimu Din, hati ini sudah sepenuhnya milikmu,"


"Aku juga mencintaimu Arga, hati ini juga sudah jadi milikmu," kata Dinda membuat keduanya saling memeluk bersamaan dengan bunga-bunga yang jatuh berhamburan dari atas.

__ADS_1


*Terima kasih ya Allah, rencanamu begitu indah untuk umatmu, batin Dinda.


Badai kehidupan sudah berlalu, yang ada tinggal kebahagiaan. Aku tak pernah menyangka akan menjadi istri dari kak Aldo, tapi begini lah takdir, tak ada yang tau, batin Maya*.


__ADS_2