Story Maya

Story Maya
Memaafkan Aldo


__ADS_3

Dibawah guyuran hujan terdapat dua orang manusia tengah lari-larian, lebih tepatnya sang lelaki mengejar sang wanita, tawa mengiringi kegiatan mereka. Sayangnya, kedua orang itu belum sarapan pagi, dan jam sudah menunjukkan pukul 11.00.


"May, sudah cukup, kakak capek," ucap Aldo lalu duduk dibangku taman, yah mereka tengah berada ditaman, rencananya tadi mereka akan makan pagi diluar, namun karena hujan dan Maya ingin mandi hujan, wanita itu pun mengajak Aldo main kejar-kejaran ditaman.


"Payah ihk kak Aldo, baru juga segitu udah capek," kata Maya yang ikut duduk disamping Aldo.


"Kalau aku kejar, kamu menjauh sayang, jadi aku milih untuk berhenti sejenak, lihat kan sekarang kamu yang samperin aku,"


"Apaansih, lebay deh," ucap Maya sembari tersenyum dan dibalas senyuman oleh Aldo. Lelaki itu pun menggenggam tangan Maya dan tangan satunya lagi mengelus lembut pipi istrinya itu.


"Dimana pun aku berada dan kamu berada, sejauh apapun jaraknya, percayalah May, cinta aku akan terus tumbuh untuk kamu,"


"Aku percaya itu kak,"


"Yaudah kita makan pagi aja yuk, aku udah laper," kata Aldo.


"Kak tunggu!, kakak dengar ada suara keributan nggak sih dibagian sana, kayak ada orang bertengkar gitu," ucap Maya yang berusaha mempertajam pendengarannya.

__ADS_1


"Kamu benar May. Ayo kita lihat, sapa tau ada yang butuh pertolongan," ajak Aldo, dan mereka berdua pun segera menuju arah keributan.


"Itu kan Arga kak," tunjuk Maya yang melihat Arga tengah berkelahi dengan beberapa preman, terlihat disana Arga kewalahan melawannya dan sudah beberapa kali lelaki itu terkena tonjokkan, disana juga ada Dinda yang tengah menangis tak bisa berbuat apapun karena wanita itu juga dipegang oleh satu preman.


"Kamu tunggu disini yah May, aku tolong mereka dulu. Telfon juga nomor ini, ini nomor polisi,"


"Hati-hati yah kak," saat Aldo melangkah pergi, Maya dengan cepat menelfon polisi seusai perintah suaminya itu.


Pertarungan sengit pun terjadi, jujur, Aldo juga kewalahan melawan preman itu yang jumlahnya cukup banyak, kurang lebih 10 orang.


"Arga awas!" teriak Aldo karena melihat preman itu mengeluarkan pisau hendak menusuk perut Arga, namun naasnya pisau itu malah terkena pada Aldo karena menyelamatkan Arga. Bersamaan dengan penusukan itu, datanglah polisi yang ditelfon Maya tadi membuat semua preman itu berlarian pergi.


"Aku nggak papa kok," kata Aldo menahan sakit dibagian perutnya.


"Kita harus kerumah sakit," ucap Arga sambil memopong Aldo ke mobilnya. Sebenarnya itu mobil yang dirental Arga selama dia berada di Jogja untuk mempermudah acara jalan-jalannya dengan Dinda.


Sesampainya dirumah sakit, Aldo segera ditangani oleh Dokter, dan diluar ruangan Maya mondar-mandir saking khawatirnya padahal tadi Aldo tidak pingsan, tapi Maya seolah-olah bersikap bahwa Aldo sudah parah sekali.

__ADS_1


"Dia nggak akan kenapa-napa kok May," ucap Arga memenangkan Maya.


"Dia nolongin nyawa kamu Ga, orang yang tidak pernah kamu maafkan hari ini menyelamatkan kamu dan istri kamu. Anggap saja ini satu sama atas rencana pembunuhan Aldo dulu ke kamu, ini sudah impas, dan aku mohon maafin suami aku," ujar Maya, baru saja Arga hendak bicara, Dokter pun keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan suami saya Dok?"


"Dia tidak apa-apa, tusukan pisaunya juga tidak terlalu dalam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Dokter itu membuat Maya bernafas lega. Saat Dokter itu pergi, Maya segera masuk keruangan Aldo diikuti oleh Arga dan Dinda.


"Masih sakit banget yah kak?" tanya Maya.


"Nggak kok, kan tadi udah diobatin sama Dokter terlebih lihat wajah kamu, aku jadi sembuh May,"


"Gombal,"


"Makasih yah Aldo, kamu udah dua kali nyelamatin aku," ucap Arga membuat Aldo mengangguk. "Aku udah maafin kamu atas kejadian di masa lalu," lanjut Arga berucap membuat senyum mengembang di wajah Maya dan juga Dinda.


"Kamu serius Arga?" tanya Aldo memastikan.

__ADS_1


"Iya," ini semua sudah berakhir, Maya berharap setelah ini tak akan ada lagi kebencian diantara mereka. Sedangkan Dinda, dia hanya berharap cepat melupakan Aldo dan segera mencintai suaminya, begitupun dengan Arga, dirinya ingin mencintai Dinda, dia berharap secepatnya istrinya itu menjadi pemilik satu-satu dihatinya.


__ADS_2