
"Aku kupasin apelnya yah," ucap Aldo. Saat ini hanya ada Aldo dan Maya dalam ruangan itu. sebab Arga ada urusan penting dikantornya begitupun dengan Rio, sedangkan Rico pergi kekantin rumah sakit sebab tadi pagi dia belum sempat sarapan karena langsung kerumah sakit.
"Kak Aldo tau nggak sih kalau kakak udah sangat menyakiti aku, buat aku kecewa dan bohongin aku, aku punya salah apa ke kak Aldo," ujar Maya.
"Aku akan melepaskanmu May, kembalilah dengan Arga, aku ikhlas," ujar Aldo membuat Maya terdiam, gadis itu hanya menatap Aldo dengan tatapan yang sulit diartikan. "Cinta aku hanya menyakiti kamu, dan sekarang aku sadar, jika kita mencintai seseorang tidak selamanya kita harus bersama dia, ada titik dimana kita harus melepasnya untuk melihatnya bahagia bersama yang lain karena kita tau jika dia tidak akan bahagia bersama kita," lanjut Aldo sambil memandang dalam mata Maya.
"Jadi selama aku nggak sadar, kakak sibuk nyiapin kata-kata puitis ini. Aku seperti tidak melihat kak Aldo lagi, malah aku melihat lelaki yang lemah karena cinta,"
"Kamu benar, aku bukan Aldo yang kuat seperti dulu, sekarang aku lemah, dan aku akan lebih lemah jika tidak bersama kamu lagi, tapi aku akan tetap pergi dari hidup kamu," ujar Aldo sembari menunduk, dia takut berubah pikiran jika terus menatap mata Maya.
"Aku nggak nyangka selain lemah, kak Aldo juga bukan lelaki yang bertanggung jawab, udah buat kesalahan besar dan dengan gampangnya bilang mau pergi," ujar Maya.
"Karena dengan perginya aku, hidup kamu akan bahagia May,"
__ADS_1
"Aku memang selalu sedih karena kak Aldo, aku memang selalu kecewa karena kak Aldo dan mungkin memang benar kak Aldo selalu nyakitin aku..." tanpa mereka sadari Rico sudah kembali dan mulai mendengar percakapan keduanya.
"Maaf," ucap Aldo memotong ucapan Maya.
"Tapi tanpa kak Aldo, aku nggak akan pernah ngerasain yang namanya bahagia," lanjut Maya membuat Aldo yang tadinya menunduk sontak langsung menatap wajah istrinya itu, dan jelas terlihat air mata Maya jatuh satu per satu dari matanya.
"Maksud kamu?"
"Aku memberi satu kesempatan lagi buat kakak, tapi bukan berarti aku udah memafin kak Aldo, kesalahan kakak terlalu besar dan butuh waktu yang banyak untuk aku bisa kembali percaya," ucap Maya dan Aldo langsung mencium tangan istrinya itu langsung mengecup singkat kening Maya.
"Aldo udah sangat keterlaluan Maya, apa kamu nggak salah kasih dia kesempatan lagi?" ujar Rico yang sudah masuk keruangan itu.
"Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua kak,"
__ADS_1
"Aku yakin jika dia akan menyakiti kamu. Tolong dipikirin lagi," ucap Arga tiba-tiba saja datang.
"Maaf Arga, tapi aku udah yakin sama keputusan aku. Aku mengerti kesalahan kak Aldo sangat banyak sama kamu, bahkan kak Aldo jugalah yang membuat kita pisah sampai aku membenci kamu, tapi hati aku udah terlanjur jatuh cinta sama kak Aldo dan hati aku sudah lelah mencintai yang lain lagi. Aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang baik sama seperti kamu yang memiliki hati yang baik pula," ujar Maya dan Arga pun menggeleng dengan wajah kecewa lalu melangkah pergi begitu saja.
"Arga!!" ujar Maya hendak mengejar Arga, tapi dadanya masih sangat sakit.
"Lebih baik kamu istirahat dek, biar kak Rico yang menemui Arga," ujar Rico lalu melangkah pergi, tapi baru beberapa langkah, dia pun menoleh kembali dan menatap Aldo. "Jagain Maya dulu, tolong jangan sakitin dia lagi," lanjut Rico, lalu Rico pun melanjutkan langkahnya setelah Aldo berjanji tidak akan menyakiti Maya lagi.
"Maya," panggil Aldo karena Maya membelakangi suaminya itu, Aldo tau saat ini pasti Maya tengah menangis.
"Aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun kak Aldo, biarkan aku sendiri dulu," lirih Maya.
*Maafkan aku Arga, aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang baik karena kamu juga pria yang baik. Aku memilih untuk tetap bersama suamiku, sebab aku mencintainya dan aku hanya ingin menikah sekali dalam hidupku, batin Maya.
__ADS_1
Aku janji pada diriku sendiri, kepada kamu dan Tuhan, Maya, bahwa setelah ini, aku akan selalu membuat kamu bahagia, batin Aldo.
Kenapa Tuhan selalu memisahkan aku dengan wanita yang kucintai, apa salahku sampai aku mengalami hal ini, dulu Vina dan sekarang Maya, apa aku tidak berhak untuk bahagia bersama wanita yang kucintai, batin Arga*.