
Mohon maaf Readers pembaca setia Story Maya karena dipart sebelumnya saya menuliskan bahwa yang dikenal Dinda itu Vina, salah disitu typo, yang bersama Arga difoto itu adalah Maya yang dikenal juga oleh Dinda, saya sudah memperbaikinya dan mengganti namanya dipart itu, dan selamat membaca part selanjutnya.
Happy readyng.
*****
Flashback on.
"Lo serius din!!, demi apa!!," teriak Maya senang saat mendengar apa yang dikatakan Dinda.
"Ssst, lo bisa nggak, nggak usah teriak-teriak gitu, nanti kalau kedengaran sama orang lain gimana?" ujar Dinda panik.
"Kamar gue ini kedap suara beb, jadi tenang aja," ujar Maya dan Dinda hanya bisa diam. "Jadi lo beneran suka sama kak Aldo, ini nggak bercanda kan?" lanjut Maya memastikan.
"Nggak May. Sebenarnya gue udah suka sama kak Aldo dari kelas 1 SMA, pertama kali lihat dia anterin lo ke sekolah, gue udah jatuh cinta, dia orangnya cool dan maco banget," ujar Dinda sambil membayangkan wajah Aldo, Maya pun langsung memukul bantal kepala Dinda agar tersadar dari lamunannya.
"Isss, Maya!!"
__ADS_1
"Gue akan bantuin lo jadian sama kak Aldo," ujar Maya sembari tersenyum.
"Itu yang gue tunggu lo bilang, orang tujuan utama gue cerita ini ke lo supaya lo bantuin gue jadian sama kak Aldo," ucap Dinda membuat Maya menggeleng-gelengkan kepalanya heran.
Selama hampir 3 tahun berteman dengan Dinda, dari dia kelas 1 SMA hingga kini mereka kelas 3 SMA dan sudah mau ujian, baru kali ini Maya melihat Dinda bucin dengan cowok, sebab selama ini Dinda tidak pernah dekat dengan laki-laki.
Bener nih kata orang-orang kalau cinta bisa mengubah seseorang, batin Maya.
Maya dan Dinda sangatlah dekat bahkan kemana-mana *mereka selalu berdua, oleh sebab itu Aldo juga selalu bersikap baik kepada Dinda, tanpa Aldo duga bahwa sikap baiknya disalah artikan oleh Dinda sehingga cinta itu perlahan membesar dihati*nya.
Dinda kecewa pada dirinya sendiri saat itu, sekaligus dia malu pada Aldo dan malas bertemu Maya lagi, dan saat itu pun berpapasan dengan selesainya mereka ujian, jadi Dinda langsung memutuskan untuk pergi ke Bali dan menetap disana. Dia memilih Bali karena dia dan orang tuanya sangat menyukai Bali, sering kali mereka berlibur ke Bali jika ada kesempatan, Bali mempunyai banyak kenangan untuk Dinda dan kedua orang tuanya, disana pun ada rumah makan kecil-kecilan yang dibangun papanya Dinda. Bahkan saat hari kelulusan SMA, kedua orang tuanya Dinda lah yang datang, mereka mengatakan bahwa Dinda sedang sakit oleh sebab itu tidak bisa hadir, padahal sebenarnya gadis itu baik-baik saja, hanya hatinya yang sedang terluka.
Flashback off.
Tiba-tiba air mata Dinda jatuh mengingat kejadian itu lagi. Saat melihat foto Maya tadi, ada perasaan rindu dihatinya ingin bertemu dengan sahabat lamanya itu, namun nyalinya tidak ada sejak kejadian itu untuk bertemu dengan Maya lagi.
Aku harus tau apa hubungan Arga dan Maya, batin Dinda.
__ADS_1
"Tadi kamu meminta waktu 2 jam untuk berfikir dan ini sudah 2 jam, lalu apa jawaban kamu Dinda?" tanya Arga.
"Apa hubungan kamu dengan gadis difoto tadi?" tanya balik Maya.
"Itu nggak penting,"
"Penting, karena dalam menjalin hubungan aku ingin tau semua tentang pasanganku apalagi ini pernikahan, kamu sudah tau tentang aku, dan biarkan aku juga tau tentang kamu," ujar Dinda.
"Nama gadis itu Maya, dia mantanku," ucap Arga.
Jadi...apa sekarang kak Aldo sudah berhasil mengambil hati Maya, batin Dinda.
"Apa gadis itu sudah menikah atau punya pacar lagi atau teman dekat atau..."
"Kamu ini kenapa sih Dinda, apa pentingnya hal itu. Yang paling penting sekarang kamu jawab pertanyaan aku, kamu mau kan jadi istriku?" ujar Arga memotong ucapan Dinda.
Kalau aku menerima Arga itu tandanya bertemu dengan Maya semakin besar terjadi, dan pastinya setelah bertemu dengan Maya aku pun pasti akan bertemu kak Aldo juga. Tapi jika aku menolak, bagaimana aku bisa membayar utang ku pada Arga sekarang, lalu bagaimana kalau Arga serius pada ucapannya ingin mengembalikan aku ketempat kotor itu, batin Maya bingung.
__ADS_1