Story Maya

Story Maya
Terungkap lagi


__ADS_3

"Selamat yah pak, bayi nya laki-laki," ucap Dokter itu saat dirinya sudah keluar dari ruang persalinan, sontak Maya, Aldo dan Rio bernafas lega, rasa cemas kini berganti menjadi rasa bahagia dan haru.


"Terima kasih Dok, boleh saya liat istri saya?" tanya Rio dan diangguki oleh Dokter itu.


"Kalian masuk aja duluan, aku mau keluar sebentar," ucap Aldo.


"Kakak mau kemana?" tanya Maya penasaran.


"Aku ada kerjaan sebentar di kantor,"


"Yaudah, kak Aldo hati-hati. Ayo kita masuk May," ajak Rio sambil menarik tangan Maya.


"Kak, aku lebih baik temenin kak Aldo aja deh, soalnya kepalanya masih pusing tadi, aku takut dia kenapa-napa kalau nyetir dalam keadaan kayak gitu," ucap Maya. Sebenarnya bukan itu alasan utamanya ingin mengikuti Aldo, tetapi karena dia curiga ada hal lain yang disembunyikan Aldo.


"Kamu benar May, mending sekarang kamu kejar kak Aldo, biar kakak temenin kak Vina disini," Maya pun langsung berlari pergi setelah mendapat persetujuan dari Rio.


Saat sampai di parkiran, dia masih melihat mobil Aldo berada diparkiran itu, Maya pun menjadi bingung saat dia tidak mendapati Aldo berada disana, saat melihat kesana kemari. dia melihat Aldo tengah berbicara dengan seorang pria, mereka terlihat mencurigakan di mata Maya, terlebih lagi saat Maya melihat siapa lelaki yang suaminya temani itu, lelaki itu adalah orang yang menggodanya ditaman waktu itu.


Dengan perlahan, Maya mendekat kearah mereka dan bersembunyi dibalik salah satu mobil untuk mendengarkan percakapan keduanya.

__ADS_1


"Terima kasih pak Aldo," ucap lelaki itu.


"Saya akan kasih kamu lebih banyak uang, bahkan saya bisa membiayai pengobatan rumah sakit anak kamu sampe sembuh, tapi kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan," ucap Aldo membuat lelaki itu terdiam. "Kamu juga tau apa yang akan saya lakukan jika kamu menolaknya, dan ingat! bahwa anak kamu butuh banyak uang, dia kena penyakit jantung dan masih bayi, kamu nggak kasihan apa kalau dia nggak berobat," lanjut Aldo.


Kenapa malah mereka yang terlihat seperti bos dan anak buah, bukannya lelaki itu suruhannya Arga, batin Maya.


"Saya akan lenyapkan pak Arga sesuai perintak pak Aldo," ujar lelaki itu membuat Maya terkejut.


"Bagus. Setelah lenyapkan dia, pergi dari kota ini, saya akan menjamin hidup kamu ketika di kota lain, dan ingat jangan buka mulut lagi kalau saya yang menyuruh kamu menggoda istri saya ditaman waktu itu," ujar Aldo. Sontak kata-kata itu membuat Maya meneteskan air matanya, dia pun berlari masuk kerumah sakit dan duduk dikursi yang berada didepan ruangan Vina.


Kenapa kak Aldo bisa setega itu, bahkan dia punya niatan melenyapkan nyawa orang lain, astagfirullah, lelaki apa yang sudah menjadi suami ku ini Tuhan, kenapa dia seolah-olah tidak punya rasa kemanusiaan, batin Maya sambil air matanya terus saja mengalir.


"May, kamu kenapa nangis?" suara itu membuat Maya menghapus air matanya, dia pun bangkit dari tempat duduknya.


"Aku nggak papa kok kak, btw kak Vina udah sadar?" ucap Maya.


"Kak Rio tau kamu sedang tidak baik-baik saja, apa ini semua karena kak Aldo?" ujar Rio sambil memegang kedua bahu adiknya itu.


"Nggak kak, tadi aku nangis bahagia karena lahirannya kak Vina," ujar Maya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Terus kenapa nggak pergi sama kak Aldo?"


"Aku ketinggalan kak, dia udah pergi," Rio pun memandangnya dengan tatapan curiga membuat Maya menjadi salah tingkah. "Aku mau masuk aja deh, liat kondisinya kak Vina," lanjut Maya lalu melangkah masuk keruangan Vina.


"Rio gimana keadaan Vina?" tanya Aldo yang baru saja datang.


"Ehk kak Aldo udah datang, cepat banget,"


"Aku nggak jadi kekantor, tadi aku cuman telfon sekretaris aja untuk kirim pekerjaan penting lewat gmail," ucap Aldo membuat Rio mengernyitkan dahinya heran.


"Tadi Maya bilang kamu udah pergi,"


"Maksudnya?, emang Maya ngikutin aku?" tanya Aldo panik.


"Iya, dia khawatir kalau kak Aldo pergi sendiri, tapi tadi Maya bilang kakak udah pergi, jadi dia nggak jadi ikut," ujar Rio membuat Aldo langsung melangkah masuk keruangan Vina.


"Udah pulang?" tanya Maya dingin.


"Kamu tau sesuatu?" tanya Aldo membuat Maya yang tadinya duduk menjadi berdiri dan menatap suaminya itu, tatapan yang sangat sulit untuk diartikan dan itu malah membuat Aldo semakin panik.

__ADS_1


__ADS_2