
Penguburan Aldo diiringi tangisan dan duka, apalagi untuk Maya, disana juga ada Arga dan Dinda. Serasa tak percaya juga saat Dinda mendengar kabar ini, namun inilah kenyataannya. Aldo terlah berpulang dan menyisakan kenangan dihati orang yang mengenalnya.
Maya mengusap lembut batu nisan Aldo lalu mencium nisan itu, ternyata pelukan pagi itu adalah pelukan terkahir dari Aldo untuknya. Andai waktu bisa diputar, mungkin Maya tak akan melepaskan pelukan itu, atau dia akan memilih ikut saja dengan Aldo.
"Kita pulang yuk May, kamu harus istirahat, kondisi janin kamu kan lemah," itu adalah perkataan dari Vina, memang benar kondisi janin Maya melemah saat diperiksa tadi pagi, Dokter menyarankan untuk banyak istirahat dan tidak terlalu berfikir banyak, namun mau di apa lagi, dia tak mungkin tidak berfikir dan tidak sedih saat suaminya meninggal.
Hari ini tepat hari ulang tahun Maya, tanggal 12 Januari 2021, hari terburuk selama dia ulang tahun.
"Aldo memberikan ini pada kakak saat kakak mengantarnya ke bandara katanya diberikan pada kamu saat kamu ulang tahun nanti," ujar Rio memberikan sebuah flashdisk pada Maya saat mereka sudah tiba dirumah.
Maya pun mengambil flashdisk itu dan menonton apa isinya melalui laptopnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum sayang. Selamat pagi, siang dan sore, hehehe aku sebutin semuanya soalnya aku nggak tau kamu nonton video ini jam berapa nantinya. pasti kamu lagi senyum-senyum sendiri kan liat wajah aku," Maya pun memberhentikan video itu sejenak untuk menenangkan hatinya yang terluka.
..."Kamu salah kak, aku tidak senyum, air mata yang saat ini mengalir karena kepergianmu," kata Maya, lalu dia melanjutkan video itu....
"Happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Maya, selamat ulang tahun sayang, semoga bertambahnya usia kamu ini, kamu jadi pribadi yang lebih baik lagi, dan menjadi perempuan yang lebih sabar dan kuat daripada sebelumnya,"
..."Aku lemah kak, aku lemah tanpa kamu, bisakah kamu kembali," kata Maya....
..."Kamu bohong untuk datang kak, lagi-lagi kamu ngecewain aku, kenapa sih selalu kayak gitu, kenapa kak Aldo selalu setega itu sama aku," ujar Maya....
"Dan satu lagi, kamu perempuan terbaik yang pernah aku temui, terima kasih sudah mau menemaniku hingga saat ini, love you more Maya," ujar Aldo dan video itu pun habis.
__ADS_1
Lagi-lagi tangisan Maya jatuh membanjiri pipinya, dia menangis sembari memeluk tubuhnya sendiri, mengingat semua kenangan bahagianya bersama Aldo dan mengingat betapa nyamannya berada dipelukan lelaki itu. Namun sayang, pelukan itu tak akan pernah Maya dapatkan lagi, Aldonya sudah pergi untuk selamanya.
*Kak Aldo, pahlawanku
Aku tidak tau kalau tanggal 9 Januari itu adalah hari terakhirnya kita bersama, andai aku tau, aku akan menyuruhmu untuk terus memelukku, bahkan tanpa melakukan kegiatan apapun lainnya.
Terima kasih kak karena sudah mengajari ku banyak hal tentang arti kehidupan, kamu lelaki yang aku cintai setelah ayah. Terima kasih juga karena telah memberiku hadiah yang tak ternilai harganya, yaitu anak kita, aku janji akan membesarkannya sebaik mungkin dan mengatakan padanya bahwa ayahnya adalah pahlawan sejati.
kak Aldo, aku mencintaimu, sangat amat teramat mencintaimu, tunggu aku disana yah kak, tunggu aku di keabadian.
Salam rindu dari istrimu, Maya*.
__ADS_1
TAMAT