
Setelah Aldo berangkat kerja, Maya pun memutuskan untuk belanja keperluan dapur disupermarket. Saat asik memilih belanjaannya, tanpa sengaja dia bertebarkan dengan seseorang.
"Maaf saya nggak..." ucap Maya terpotong saat melihat wajah orang itu. "Arga!" lanjut Maya.
"Hey, apa kabar?" tanya Arga sembari tersenyum.
"Baik, permisi," ucap Maya lalu melangkah pergi, tapi tangannya dicekal oleh Arga.
"Aku ingin melihatmu bahagia May, walau bukan denganku, dan bukan juga dengan suamimu yang sekarang, dia terlalu banyak menyimpan kebohongan dan dia memiliki mu secara paksa," ucap Arga membuat Maya terdiam, entah mengapa air mata wanita itu perlahan jatuh.
"Arga ayo nak!, ehk ada Maya juga," ucap Maudy yang datang menghampiri mereka dengan beberapa belanjaan ditangannya, dengan cepat Maya menghapus air matanya saat melihat Maudy.
"Ayo ma," ucap Arga lalu membawa belanjaan mamanya dan berjalan duluan.
"Tante duluan yah, salam buat keluarga kamu," ucap Maudy sambil memegang pundak Maya lalu melangkah pergi.
Kata-kata Arga terus terngiang diotak wanita itu sampai dia tiba dirumah. Saat memasuki rumah tiba-tiba lantunan lagu terputar di indra pendengaran Maya.
Melukis Senja-Budi Doremi
*Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
kau tlah berjuang menaklukan hari-harimu yang tak mudah
biar ku menemanimu membasuh lelahmu
__ADS_1
Izinkan ku lukis senja
mengukir namamu disana
mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
Biar ku lukis malam
bawa kamu bintang-bintang
tuk temani mu yang terluka
hingga kau bahagia*
"Maafin aku May, aku melakukan semua ini karena aku terlalu mencintai kamu," ucap Aldo.
"Makasih bunganya, dan permisi aku mau masak untuk makan siang," ucap Maya datar lalu melangkah pergi membuat Aldo menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Aldo saat dirinya sudah tiba dihadapan Maya.
"Nggak usah,"
"Tapi aku pengen bantu kamu," ucap Aldo.
"Cukup duduk terus diam, itu udah cukup membantu aku. Lagipula tumben kamu datang kerumah untuk makan siang, biasanya juga aku yang samperin kekantor," ujar Maya tanpa melihat kearah lawan bicaranya.
__ADS_1
"Ini sebagai tanda maaf dari aku, kamu coba deh sebutin apa yang bisa buat kamu maafin aku, pasti bakal aku lakuin. Nggak enak tau marahan sama kamu, aku nggak sanggup, ibarat nih kayak aku tinggal didalam neraka," ucap Aldo membuat Maya menggelengkan kepalanya karena menurut gadis itu kata-kata Aldo sangat alai.
"Ada-ada aja kamu, nanti di neraka lebih parah kak,"
"Gimana kalau nanti malam kita dinner?" ajak Aldo.
"Nanti malam film aku tayang di tv, jadi aku mau nonton. Emang masakan aku nggak enak? sampai kita harus makan diluar," ucap Maya.
"Bukan gitu sayang, masakan kamu tuh enak banget. Aku ajak kamu makan diluar supaya kita lebih bisa menghabiskan waktu berdua aja,"
"Kalau kak Aldo mau, kakak bisa temenin aku nonton film di tv, itu juga bisa buat kita habisin waktu berdua," ujar Maya dan langsung disetujui oleh Aldo.
Yang Aldo inginkan sekarang hanya ingin mendapatkan maaf dari Maya.
Setelah makan malam, Maya dan Aldo langsung menonton film bersama dengan ditemani popcorn. Sudah setengah jam film berlalu dan Aldo sangat bosan, dia memang tidak terlalu suka menonton film romantis, dia lebih suka menonton film action, sedangkan Maya, wanita itu sangat menikmati apa yang ditontonnya.
"May, kita ganti film aja yuk, aku ada kaset film action yang bagus loh," ucap Aldo.
"Nonton aja sendiri, bukannya kak Aldo ada laptop, aku mau nonton film ini," ucap Maya datar.
"Tapi aku pengen nontonnya bareng kamu,"
"Yaudah, nonton film ini aja, soalnya aku nggak suka film action," ucap Maya dan Aldo pun memilih diam, setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka lagi.
"Baguskan endingnya," ucap Maya sambil melihat kearah Aldo dan ternyata suaminya itu sudah tertidur pulas, hal itu membuat Maya menerbitkan senyuman. "Ternyata kak Aldo udah tidur, pulas banget lagi," lanjut Maya sambil tangannya mengusap lembut rambut suaminya itu.
"Sebenarnya aku udah mulai memaafkan kamu, tapi aku pengen lihat dulu seberapa berjuangnya suami aku ini untuk mendapatkan maaf itu. Aku tau cara kakak salah karena udah jebak aku dalam pernikahan ini, tapi aku bisa merasakan cinta kakak yang tulus," gumam Maya.
__ADS_1