Story Maya

Story Maya
Bertemu Dinda


__ADS_3

"Mending kamu pergi sama mama Halwa dan papa Kevin saja May, jangan sama Aldo," usul Rio.


"Emangnya kenapa kak?" tanya Maya.


"Kamu tau kan Aldo hampir bunuh Arga waktu itu, kak Rio yakin tante Maudy dan om Rega pasti membenci Aldo, mungkin saja sebelum Aldo masuk, udah ditendang duluan," ujar Rio, dan ucapan Rio memang ada benarnya, mana ada orang tua yang dengan senang hati mempersilahkan orang yang hampir bunuh anaknya masuk kedalam rumah mereka, bahkan waktu Maya dirumah sakit, Maudy dan Rega sama sekali tak pernah datang.


"Yaudah, nanti aku perginya sama mama Halwa dan papa Kevin saja," ucap Maya lalu melangkah menuju kamarnya untuk siap-siap.


Saat Rio ingin melangkah kekamarnya, niatnya terhenti karena Aldo yang baru saja datang.


"Aku mau jemput Maya,"


"Maya akan pergi sama mama dan papanya Vina, kak Aldo hanya punya dua pilihan tunggu sampai Maya pulang dari rumah tante Maudy atau pulang kerumah kakak," ujar Rio datar, sebenarnya Rio tak tega bicara seperti itu pada Aldo yang sudah banyak sekali membantu dirinya dan Maya sejak kecil, namun kelakuan Aldo beberapa minggu yang lalu belum bisa dimaafkan Rio.


"Tapi kan..."


"Kalau kak Aldo kesana, aku yakin seratus persen kakak pasti diusir sama orang tuanya Arga, masih ingatkan kalau kakak pernah hampir membunuh anak mereka. Tapi kalau kakak tetap mau kesana, yasudah terserah" ucap Rio lalu melangkah pergi menuju kekamarnya.


"Apa orang yang berbuat salah nggak pantas dapat kata maaf," gumam Aldo sembari mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Pada akhirnya, Maya pergi bersama kedua orang tua Vina. Jika memang benar itu Dinda, sahabatnya, Maya akan senang sekali karena Dinda memang orang yang baik cocok sama Arga yang juga baik.


"Silahkan masuk," ujar Maudy mempersilahkan.


"Makasih Maudy,"


"Ngapain Maya kesini?" tanya Maudy.


"Maya ingin liat calon istrinya Arga, nggak papa kan Maudy?" ucap Kevin.


"Calon istrinya Arga itu lebih cantik dari kamu loh, Maya, tante beruntung Arga tidak menikah dengan kamu," ucap Maudy sambil tersenyum sinis, dan langsung mendapat sikuan dari Rega, entah kenapa semakin hari, Rega seperti tak mengenali istrinya, Maudy sering bicara kasar sekarang.


*Sebenarnya malas banget aku puji-puji wanita malam itu, tapi aku harus tunjukkan ke Maya kalau Arga bisa dapat yang lebih baik dari dia, sehingga Maya menyesal meninggalkan Arga, batin Maudy.


Keliatannya, sekarang tante Maudy nggak suka sama aku, padahal dulu aku dekat sama dia, batin Maya*.


"Tante, om, akhirnya datang juga," ucap Arga sembari menyalimi tangan Halwa dan kevin, dan Dinda pun juga menyalimi keduanya.


"Dinda!" ucap Maya, lalu sontak wanita itu langsung memeluk Dinda, dan itu membuat Arga tersadar bahwa Maya juga berada disana.

__ADS_1


"Maya," lirih Dinda, ingatan tentang penolakan Aldo padanya kembali terbayang, sakit sekali bukan saat kita mengira bahwa orang yang kita cinta juga mencinta kita, tapi nyatanya dia mencintai sahabat yang sudah kita anggap saudara sendiri.


"Aku kangen sama kamu, kok kamu pergi gitu aja tanpa kabar, aku hubungin kamu tapi nomor kamu udah nggak aktif, kamu kemana sih Din, apa kam..." kata-kata Maya terhenti saat Arga berdehem, dan itu membuat Maya sadar kalau disana mereka tidak hanya berdua. Bertemu dengan Dinda setelah sekian lama membuatnya melupakan orang-orang yang juga berada disana.


"Maaf," ucap Maya.


"Kalian kenal dari mana?" tanya Arga sembari melirik keduanya, terlihat bahwa Halwa, Kevin, Rega dan Maudy juga menanti jawaban Dinda dan Maya.


"Kita satu sekolah dulu, dan kita sahabatan," jawab Dinda.


"Oh yah!!, kamu kok mau sih sahabatan sama Maya, Dinda, dia kan tukang nyakitin perasaan orang lain," ujar Maudy yang langsung ditarik kekamar oleh Rega.


"Kamu itu apa-apaansih!!" kesal Maudy saat sudah sampai dikamar sambil menarik tangannya yang dipegang oleh Rega.


"Kamu yang apa-apaan!. Sayang, kasihan dong Maya kalau kamu berucap seperti itu terus, ingat nggak, Maya pernah nolongin putra kita saat ingin dibunuh Aldo,"


"Wajar Maya tolongin Arga, toh suaminya Maya itu mau bunuh Arga karena cemburu sama Arga dan itu semua karena Maya. Kamu juga harus ingat dong mas, betapa jahatnya Maya sama putra kita, bahkan saat dia tau alasan kenapa Arga ninggalin dia, dia tetap pilih suaminya itu, yang jelas-jelas brengsek," ujar Maudy.


"Maudy cukup!, mana Maudy yang aku kenal, yang selalu berucap lembut dan nggak pernah sekasar ini,"

__ADS_1


"Aku hanya akan baik sama orang yang baik sama aku, jadi sikap aku sekarang tergantung prilaku orang itu ke aku, capek kalau baik dibalas jahat," ujar Maudy lalu melangkah pergi meninggalkan Rega yang terdiam mendengar ucapan istrinya itu.


__ADS_2