Story Maya

Story Maya
Harus sayang


__ADS_3

"Aku pengen bicara!" Arga sedikit terkejut dengan sikap istrinya itu, pasalnya dia baru pulang kerja dan langsung dihampiri oleh Dinda.


"Oke, tapi aku mandi dan ganti baju dulu yah,"


"Yaudah, cepetan yah,"


"Bakal cepat kalau kamu yang mandiin,"


"Arga!!" bentak Dinda membuat Arga tersenyum sambil melangkah menuju kamar mereka.


***


"Mau bicara apa?" tanya Arga sambil duduk disamping istrinya yang sedang berada di balkon kamar.


"Kenapa aku lihat kamu nggak suka banget sama kak Aldo, begitupun dengan mama?"


"Oh, soal itu, emang kenapa?, kedatangan Aldo kesini ngeganggu kamu yah?"


"Nggak juga sih, cuman aku penasaran aja. Emang nggak boleh yah aku tau?" kata Dinda mulai gugup, dia takut jika nanti pertanyaannya malah menjebaknya sendiri dan membuat Arga juga bertanya tentang masa lalunya.


"Aldo pernah hampir membunuhku,"

__ADS_1


"Kak Aldo bukan orang yang kayak gitu, kamu jangan fitnah dia dihadapan aku!" ucap Dinda spontan, dia tidak percaya Aldo melakukan hal seperti itu.


"Kamu kayak kenal Aldo banget deh, dia itu cuman pura-pura baik, Din. Aku lebih kenal dia, dibandingkan kamu,"


Kamu salah Arga, bahkan aku sudah mengenalnya jauh sebelum kamu, batin Dinda.


"Mungkin kamu tau dia dari dulu karena kamu sahabatnya Maya, tapi tidak dengan sifatnya," lanjut Arga seolah-olah mendengar ucapan Dinda dalam hati.


"Apa alasan dia mau membunuh kamu?"


"Karena Maya, padahal aku dan Maya putus itu karena dia, tapi seolah-olah dia membuat aku jadi orang ketiga dalam hubungan mereka," Dinda terdiam mendengar perkataan Arga itu. Hatinya sakit mendengar Aldo melakukan kejahatan karena cintanya pada Maya, sebegitu cintanya kah dia dengan wanita itu, pantas saja Aldo tak memberinya kesempatan dulu.


"Aku kekamar mandi dulu yah," ucap Dinda lalu melangkah pergi sebelum mendengar ucapan Arga lagi.


"Din, kamu kenapa?" ujar Arga khawatir sembari mengetuk pintu itu. Lelaki itu tak mungkin salah dengar, tadi dia mendengar Dinda menangis dari dalam kamar mandi, padahal Dinda sudah menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara. "Dinda, buka pintunya!"


"Sebentar Ga, aku...aku nggak papa kok,"


Setelah puas menangis, Dinda pun membasuh wajahnya beberapa kali, lalu keluar dari kamar mandi.


"Astaghfirullah Arga!" pekik Dinda terkejut karena Arga masih berada didepan pintu.

__ADS_1


"Aku nggak mungkin salah, kamu pasti habis nangis kan?" mata Dinda yang sembab sudah sangat membuktikan bahwa gadis itu baru saja selesai menangis.


"Arga, ini nggak..."


"Jangan bilang sama aku kalau kamu mencintai Aldo,"


Deg.


"Dinda, Arga, ayo turun kebawah makan kue sama mama dan papa!!' ucap Maudy sembari mengetuk pintu kamar Dinda dan Arga.


"Lebih baik kita keluar, aku pengen nyobain kuenya," kata Dinda lalu melangkah pergi. Akhirnya dia bisa bernafas lega karena berhasil menghindar dari pertanyaan Arga, entahlah mengapa tebakan lelaki itu benar.


Terima kasih ma, mama penyelamatku hari ini, batin Dinda.


"Wah ini kuenya enak banget, lembut lagi," ujar Rega.


"Iya yah pa, enak banget, ini mama beli dimana sih?" tanya Arga.


"Ini nggak dibeli, yang buat itu mama dan Dinda, memuaskan kan hasilnya," kedua lelaki itu cukup terkejut dengan kata-kata Maudy. Setau mereka Maudy tidak suka pada Dinda dan kenapa tiba-tiba bisa bikin kue bersama.


"Apa mama udah bisa nerima Dinda?" pertanyaan Arga itu langsung membuat Maudy menatap Dinda, sedangkan Dinda, wanita itu sontak menunduk, mungkin dia takut dan deg-degan dengan pertanyaan Arga dan tatapan tiba-tiba dari Maudy.

__ADS_1


"Mau tidak mau mama harus menerima Dinda. Mama sadar status Dinda sekarang sudah menjadi istri kamu dan itu artinya dia juga anaknya mama. Apa yang membuat kamu bahagia, pasti akan mama lakukan, Arga," kata-kata yang tulus dan begitu dalam membuat Arga sontak memeluk Maudy dan langsung mengucapkan terima kasih, senyum juga langsung terbit dari bibir Dinda dan Rega.


Aku bisa merasakan betapa mama sangat menyayangi Arga, kamu beruntung punya mama dan papa yang masih lengkap Arga dan sangat menyayangi kamu, batin Dinda.


__ADS_2