Story Maya

Story Maya
Boleh kakak minta hak kakak?


__ADS_3

Sesampainya mereka dirumah, Maya langsung merebahkan tubuhnya diranjang sambil memainkan hpnya, namun tiba-tiba ingatannya kembali saat dimobil dengan Aldo tadi dan saat dia lihat fotonya yang begitu banyak dihp Aldo.


Kenapa aku nggak sadar kalau kak Aldo sudah mencintaiku sejak dulu, batin Maya.


Maya yang mendengar suara pintu kamarnya terbuka langsung memejamkan matanya, dia belum siap bicara dengan Aldo saat ini.


"Ternyata udah tidur," gumam Aldo lalu mendekat kearah Maya dan mengecup singkat kening gadis itu, entah mengapa saat Aldo mengecupnya, jantung Maya serasa berdetak lebih cepat, rasa ini tak bisa dijelaskannya dan tidak pernah dirasakannya kepada siapapun.


Setelah mengecup kening Maya, Aldo melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan saat itu juga Maya membuka matanya dan langsung memegang keningnya serta bibirnya menerbitkan senyuman.


Malam pun tiba. Setelah makan, Maya langsung menuju kamar, sedangkan Aldo, dia sudah masuk duluan tadi.


Saat membuka kamar, Maya terkejut karena kamarnya telah dihias dengan bunga mawar yang banyak dan lampu pun mati, hanya ada lilin yang menerangi kamar itu, tak jauh dari ranjang, Aldo berdiri memegang sebuket bunga.


"Kak Aldo, ini semua..." ujar Maya menggantungkan kalimatnya karena kebingungan.

__ADS_1


"Mencintaimu adalah hal yang paling indah yang pernah aku lakukan, namun ketika kita dipersatukan, itu adalah impian paling menyenangkan dalam hidupku. Kamu bak kristal yang begitu indah dan tak semua orang bisa memilikinya, hanya orang beruntung yang bisa mendapatkan mu, dan aku tak menyangka bahwa orang beruntung itu adalah aku," ucap Aldo sambil melangkah kearah Maya dan menyerahkan sebuket bunga yang dia pegang. Maya terharu mendengarnya, dengan cepat dia mengambil bunga itu dengan senyuman tulus yang dia berikan pada suaminya.


"Kak Aldo berhasil menjadi kakak buat Maya dulu, dan sekarang kak Aldo juga berhasil menjadi suami buat Maya, terima kasih banyak kak," ujar Maya dan mereka berdua pun langsung berpelukan.


"Maya,"


"Iya,"


"Boleh kakak minta hak kakak sebagai suami kamu sekarang?" pertanyaan itu membuat tubuh Maya menegang, jujur dia belum siap, namun Maya sadar kalau Aldo berhak mendapatkannya.


"Jawab aja yang jujur, kakak nggak akan maksa Maya," ucap Aldo sambil melepaskan pelukannya dan beralih menatap wajah cantik istrinya.


"Maaf kak, Maya belum siap," ucap Maya menundukkan kepalanya, tak berani menatap wajah Aldo.


"Kakak akan nunggu sampai kamu siap," ucap Aldo, lalu hpnya berdering, dia pun mengangkat hpnya itu. Setelah menerima telfon, ekspresi Aldo berubah.

__ADS_1


"Maya, kakak harus pergi sekarang, kamu tidur aja duluan, nggak usah nungguin kakak pulang," ucap Aldo lalu melangkah pergi.


"Kak Aldo tunggu!!" ucap Maya namun Aldo tetap saja pergi dan ini tidak seperti biasanya. Maya pun langsung duduk diatas ranjang dan air matanya mengalir begitu saja, Maya fikir Aldo pergi karena Aldo kecewa dengannya sebab dia tidak memberikan hak Aldo sebagai suaminya.


Maafin aku udah buat kakak kecewa, batin Maya.


Semalaman Maya tidak tidur. dia menunggu Aldo pulang dengan matanya yang sudah membengkak akibat menangis.


"Kak Aldo!!" ucap Maya langsung memeluk Aldo saat pintu kamar terbuka dan menampilkan Aldo disana.


"Maya ini baru jam tiga, kamu kok cepat banget bangun?" tanya Aldo sambil menatap wajah Maya. "Astaga!!, mata kamu juga bengkak banget, kamu habis nangis?, kenapa nangis?" lanjut Aldo bertanya sebab dia terkejut melihat Maya seperti ini, dia terluka melihatnya.


"Kak Aldo maafin Maya, jangan marah dan kecewa, Maya akan kasih hak kakak kok, tapi tidak sekarang karena Maya belum mencintai kakak, tapi tenang aja, Maya akan berusaha mencintai kak Aldo, Maya janji. Pliss kalau kakak marah, kakak marah aja ke Maya, tapi jangan langsung pergi kayak semalam," ucap Maya membuat Aldo tersenyum.


"Maya, istriku yang paling cantik, denger yah, kakak pergi tadi malam karena ada urusan penting, bukan karena kakak kecewa sama kamu, dan satu hal lagi kakak akan nungguin kamu selama apapun itu sampai kamu benar-benar siap. Udah nggak usah nangis kayak gini, nanti cantiknya hilang lo," ucap Aldo lalu menghapus sisa air mata Maya dan mengecup kedua mata istrinya itu.

__ADS_1


Saat mendengar ucapan Aldo, Maya merasa sangat lega, dan saat Aldo mengecup matanya, dia begitu merasa tenang. Setiap beredekatan dengan Aldo, entah mengapa Maya selalu merasa tenang dan damai. Aldo adalah sosok suami sempurna dimata Maya saat ini.


__ADS_2