Story Maya

Story Maya
Satu sama


__ADS_3

"Awas yah kamu Din!" teriak Arga sembari mengejar Dinda keluar dari kamar mandi dengan pakain mereka berdua yang sudah basah.


"Udah Arga, aku capek,"


"Kamu udah nantangin aku, minta maaf!" ucap Arga yang terus berjalan kearah Dinda, dan tentu saja gadis itu terus berjalan mundur.


"Nggak ahk, males,"


Beberapa menit sebelum itu, Dinda masuk kedalam kamar mandi karena berfikir tidak ada orang didalam, terlebih lagi pintu kamar mandi tidak terkunci. Perlahan Dinda membuka tirai kamar mandi, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Arga sudah tidak memakai baju dan hendak membuka celananya, untung belum dibuka.


"Aaaaa!!!" teriak keduanya panik. Mungkin karena panik mereka berdua berlarian kesana kemari seperti orang bodoh, ceritanya Arga ingin mencari handuknya dan Dinda juga ingin membantu Arga mencarinya, padahal jika difikir Dinda bisa memberikan handuk yang dipegangnya dulu pada Arga.


Karena licin mereka berdua pun terjatuh dan tanpa sengaja Arga menyenggol keran shower sehingga shower itu menyala dan airnya jatuh keatas mereka berdua membuat mereka basah.


Ternyata kalau diliat semakin lama dan dekat seperti ini, istriku ini semakin cantik, batin Arga.

__ADS_1


"Dinda!" pekik Arga karena Dinda malah menggelitiknya, padahal kan suasana ini bisa menjadi suasana yang romantis.


"Terpesona yah liat kecantikan aku," goda Dinda sembari tersenyum, lalu sedetik kemudian dia pun tertawa karena melihat Arga terdiam membeku mendengar ucapannya.


"Aku balas kamu!" kata Arga hendak menggelitik Dinda, namun dengan cepat Dinda mendorong Arga dan berlari keluar kamar mandi. Arga yang tidak sangka akan didorong dengan gampang terjatuh kebelakang.


Dan terjadilah aksi kejar-kejaran diantara mereka, sampai pintu terbuka dan membuat keduanya terkejut dan sontak melihat kearah pintu.


"Astaga!!, ini lantai kok basah begini, kalian juga kok basah kuyup," ucap Maudy marah.


"Ma ini..."


"Iya ma, ini juga udah mau mandi,"


"Pasti ini semua karena kamu kan!," kata Maudy sembari menunjuk Dinda. "Kamu emang nggak bisa ngurus suami!, bagaimana kalau Arga masuk angin dan malah sakit!!" lanjut Maudy membentak.

__ADS_1


"Ma, Arga bukan anak kecil lagi!. Dan stop nyalahin Dinda atas semua yang terjadi, disini aku dan Dinda yang salah, bukan hanya Dinda,"


"Belain aja terus istri kamu itu. Semenjak kenal dia, kamu emang sering membantah sama mama," ucap Maudy lalu melangkah keluar kamar.


"Arga, aku minta maaf," ucap Dinda merasa bersalah. Coba saja tadi dia tidak menggelitik Arga, pasti tidak akan berakhir dengan seperti ini, dan tidak akan membuat Arga dan mamanya bertengkar.


"Nggak masalah Din, nggak usah sedih gitu, jangan masukin hati kata-kata mama," ujar Arga sembari tersenyum pada istrinya itu, dia berharap senyuman dan kata-katanya itu bisa sedikit menenangkan Dinda. "Aku mandi dulu yah, kamu juga ganti baju gih, nanti masuk angin," lanjut Arga berucap dan Dinda pun mengangguk.


"Din," panggil Arga lagi saat dia sudah tepat berada didepan pintu kamar mandi dan Dinda juga sudah berada tepat didepan lemari.


"Iya?"


"Kamu nggak ada niatan buat mandi bareng aku aja?" pertanyaan Arga itu mampu membuat Dinda terdiam seribu bahasa, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya dan pikirannya sontak berkeliaran kesana-kemari. "Aku cuman bercanda Din, pasti kamu udah fikir yang nggak-nggak kan, melayang kemana fikiran kamu itu?" goda Arga sembari menaik turunkan alisnya dengan bibir yang tersenyum.


"Apaansih nggak lucu!" kesal Dinda.

__ADS_1


"Dilarang keras untuk kesal! karena kamu juga tadi goda aku, anggap aja kita satu sama,"


Menyebalkan!


__ADS_2