Story Maya

Story Maya
Menikah


__ADS_3

"Kamu menangis Dinda?" tanya Arga saat dirinya masuk kekamar Dinda dan melihat tubuh Dinda gemetar dibalik selimut dengan suara sesegukan.


"Tidak," Arga mendekat kearah Dinda dan langsung menarik selimut itu sehingga lelaki itu dapat melihat mata Dinda yang bengkak dan hidung yang memerah akibat menangis.


"Why?!" tanya Arga khawatir sembari menangkup kedua wajah Dinda yang sudah duduk didepan lelaki itu, Dinda tidak menjawab perkataan Arga dan malah memeluknya, namun Arga tidak membalas pelukan Dinda, namun dia membiarkan Dinda menangis sambil memeluknya.


"Aku dan Maya dulu sahabatan, tapi sekarang aku dan dia semakin jauh, ini karena..." lirih Dinda menggantungkan kalimatnya, tiba-tiba dia tersadar, dia tidak boleh cerita tentang masa lalunya terhadap Arga.


"Karena apa?" tanya Arga penasaran, Dinda seperti teka-teki untuk Arga, bahkan banyak yang membuat Arga terkut terhadap Dinda.


"Hmm, sorry aku meluk kamu tanpa izin dulu," ujar Dinda sambil melepaskan pelukannya, dia berdoa semoga Arga tidak menanyakan tentang kalimatnya yang tergantung tadi.


"Karena apa Din?"


"Kamu ingat nggak waktu aku nanyain kamu tentang Maya setelah aku tau dia mantan kamu, itu karena dia sahabat aku dan aku hanya ingin tau kehidupannya yang sekarang,"


"Jangan alihin pembicaraan Dinda!"

__ADS_1


"Aku...aku ingin tau sekarang tentang Maya, Arga, setelah itu aku akan cerita sama kamu kenapa aku menjauh dari Maya,"


"Maya sudah menikah dengan asisten kak Rio, namanya Aldo, mungkin kamu kenal, yang pernah hampir tabrak kamu juga," Dinda menahan air matanya agar tidak terjatuh, dulu Maya mengatakan akan membantunya bersama Aldo, namun nyatanya wanita itu yang menikahi Aldo sekarang. Sebenarnya, Dinda juga tidak bisa marah karena dia juga akan menikah dengan Arga besok, tapi ada rasa sakit dalam hatinya.


"Aku juga putus sama Maya karena Aldo, panjang jika aku cerita, kapan-kapan aja yah. Sekarang giliran kamu, kenapa kamu dan Maya seperti orang asing,"


"Dulu..." baru saja Dinda hendak cerita, tiba-tiba Rega masuk kekamar Dinda.


"Tante Halwa dan om Kevin sudah mau pulang Arga, temui mereka dulu bawa juga Dinda," ucap Rega dan diangguki oleh Arga.


"Aku akan tetap mendengar cerita kamu tapi nanti setelah kita bertemu om Kevin,"


Tak terasa hari pernikahan pun tiba, kemarin Dinda belum cerita apapun pada Arga dan Arga juga sepertinya lupa menanyakannya.


"Saya menerima kamu itu terpaksa, jadi jangan buat masalah dalam keluarga saya, jangan sakiti Arga, jika itu terjadi, saya pastikan kalau kamu tidak akan hidup tenang!" ancam Maudy lalu keluar dari kamar Dinda karena gadis itu akan didandani.


Dinda hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dia juga sudah menyiapkan mental untuk menerima kata-kata kasar Maudy kedepannya.

__ADS_1


Ijab qabul pun dimulai dan semuanya berjalan dengan lancar, kini giliran pengantin wanita dibawa menuju suaminya. Dari kejauhan Dinda dan Arga sudah saling menatap, perlahan Dinda semakin dekat dengan Arga, senyuman diwajah keduanya pun terukir dengan indah, entah itu senyuman bahagia atau pura-pura bahagia karena banyaknya tamu.


Sesampainya Dinda disamping Arga, wanita itu diperintahkan untuk mencium tangan suaminya dan Arga diperintahkan mencium kening Dinda.


Cup.


Kecupan singkat dikening Dinda setelah Dinda menyalimi tangan Arga mampu membuat jantung gadis itu berdetak lebih kencang begitupun dengan Arga.


*Aku akan belajar mencintaimu Arga, batin Dinda.


Sekarang memang hatiku masih untuk Maya, namun dengan adanya kamu, aku berjanji akan melupakan Maya dan menjadikan kamu ratu dalam hati aku, batin Arga*.


"Ma, apa keluarganya Maya nggak ada yang datang?" tanya Arga karena tak melihat Maya dan yang lainnya bahkan Halwa dan Kevin pun tak ada.


"Kemarin mama sudah bilang sama tante Halwa kalau mereka sekeluarga nggak perlu datang, terlebih Maya dan suaminya karena itu akan merusak mood mama diacara pernikahan kamu," ujar Maudy membuat Rega tak habis pikir, istrinya itu benar-benar sudah berubah, mungkin ini efek karena masa lalunya yang terlalu berat. Rega ingin sekali memarahi Maudy dan menasehati istrinya itu, tapi itu hanya akan membuat dia dan Maudy ribut dan ujung-ujungnya dia yang akan disalahkan Maudy.


"Ini keterlaluan ma!, malah bagus dong kalau keluarga Maya datang, dia bisa melihat aku tetap bahagia tanpanya, aku bisa berdiri dan melewati semuanya dengan baik," ujar Arga membuat Maudy terdiam. Ada benarnya perkataan Arga, namun kemarin dia hanya memikirkan bagaimana supaya moodnya baik di acara penting anaknya itu, moodnya sudah tidak baik karena Dinda yang menikah dengan anaknya yang notabennya Dinda adalah wanita yang ditebus Arga ditempat kotor, dia tidak mau moodnya tambah buruk dengan kehadiran keluarga Maya, Maudy hanya tidak mau Arga kecewa karena dia membuat keributan di acara ini sebab kehadiran keluarga Maya yang membuat moodnya berubah.

__ADS_1


__ADS_2