Story Maya

Story Maya
Meninggalnya Rico


__ADS_3

"Wanginya enak banget, kamu masak apa sayang?" tanya Aldo yang sudah berada disamping Maya yang tengah memasak didapur.


"Ini aku masak cumi-cumi, pasti kamu akan suka deh,"


"Semua yang di masak sama kamu pasti akan aku suka May," ujar Aldo membuat Maya tersenyum dan suaminya itu pun ikut tersenyum.


"Kak kayaknya hp aku bunyi deh, bisa tolong angkatin nggak,"


"Hp kamu dimana?"


"Itu diatas meja makan," ucap Maya yang masih sibuk dengan masakannya.


Aldo pun mengambil hp istrinya itu dan langsung mengangkatnya.


Dalam telfon


"Halo,"


"...."


"Iya, ini aku, Mayanya lagi masak,"


"...."


"Emang ada apa Rio?" tanya Aldo dengan nada sedikit khawatir.


"...."

__ADS_1


"Apa!, kamu jangan bercanda, ini nggak lucu!" saat Aldo berucap seperti itu membuat Maya yang sibuk dengan masakannya sontak menatap kearah suaminya itu dengan tatapan penuh tanya.


"..."


"Astaghfirullah, aku dan Maya akan kesana,"


"Ada apa kak?" tanya Maya saat Aldo sudah selesai menelfon. Gadis itu semakin khawatir saat mata Aldo berkaca-kaca.


"Maya," kata Aldo sambil memeluk istrinya itu membuat Maya semakin penasaran, dan dia bisa menduga ada sesuatu yang tidak baik-baik saja disini.


"Kenapa kak?"


"Rico meninggal, sayang,"


Deg.


Ini nggak mungkin, Maya tidak percaya itu, beberapa hari yang lalu saat dia memutuskan untuk tinggal kembali bersama Aldo, kakaknya itu masih baik-baik saja, kenapa sekarang dia malah mendengar kabar kematian itu.


"May, ini kenyataannya, kita harus kerumah Rio sekarang," Aldo juga prihatin dengan istrinya itu, kasihan Maya.


"Kamu serius?!"


"Iya," tangis Maya semakin deras keluar, saat dia hendak jatuh karena kakinya serasa lemas, Aldo dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu membuat Maya langsung memeluk Aldo dan mengeluarkan semua tangisannya disana, Aldo hanya bisa mengusap punggung Maya untuk menenangkan gadis itu. Sejujurnya Aldo juga merasa kehilangan Rico, Rico adalah lelaki yang membawanya ke kehidupan yang lebih baik lagi dan bertemu dengan Maya, gadis yang sekarang menjadi istrinya dan menjadi orang yang sangat dicintainya.


***


"Kak Vina kenapa kak Rico ninggalin kita semua," lirih Maya yang berada diperlukan Vina, kedua gadis itu sama-sama meneteskan air mata. Tadi jam dua siang penguburan Rico, dan sekarang sudah malam, Maya dan Aldo memutuskan bermalam di rumah Rio.

__ADS_1


"Ternyata kak Rico sembunyiin penyakitnya dari kita selama ini May, dia ternyata mengidam kanker otak. Kakak baru tau hal ini dua hari yang lalu, saat kamu sudah pergi, kak Rico langsung drop..."


"Terus kenapa kakak nggak langsung nelfon aku, kenapa disaat kak Rico meninggal baru kakak nelfon, aku juga pengen berada disampingnya disaat-saat terakhirnya!!" kata Maya dengan nada tinggi sembari memotong ucapan Rio.


"Kak Rico nggak mau buat kamu sedih,"


"Tapi sekarang aku begitu sedih kak, aku hancur,"


"Kak Rico yang minta ini May, dia yang memohon sama kak Vina dan kak Rio untuk tidak bilang sama kamu, maafin kami," kata Vina buka suara karena Rio malah diam sambil mengusap kasar wajahnya, Vina tau suaminya itu juga hancur saat ini.


"Kalian seharusnya nggak usah dengerin kak Rico, harusnya kalian langsung ngabarin aku. Kakak nggak tau gimana rasanya saat aku kira kak Rico baik-baik saja, dia kelihatan sehat, tapi tiba-tiba aku dapat kabar kalau dia meninggal, kak sakit banget rasanya," air mata terus saja mengalir dari kedua pelupuk mata Maya.


Kali ini dia kehilangan kakaknya untuk selamanya. Dulu Rico tak bisa menemani pertumbuhannya karena gangguan kejiwaan lelaki itu terganggu, dan sekarang lagi-lagi Rico tak bisa menemaninya sampai dia benar-benar bahagia bersama suaminya, dia masih butuh Rico jika suatu saat nanti Aldo mengecewakannya lagi. Butuh teman curhat,. butuh orang yang bisa membelanya dan butuh sandaran, Maya masih sangat membutuhkan Rico, kakak pertamanya itu.


"Lebih baik kak Aldo bawa Maya istirahat, aku juga akan bawa suamiku untuk istirahat. Hari ini sangat menguras tenaga, apalagi tadi banyak yang melayat," ujar Vina membuat Aldo mengangguk. Mereka pun masing-masing membawa pasangan mereka kekamar.


"Istirahat yah sayang," ucap Aldo lalu memakaikan Maya selimut dan mengecup kening istrinya itu.


"Kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita itu sangat menyakitkan kak, jika boleh meminta pada tuhan, aku akan memilih meninggal sebelum semua orang yang aku sayang meninggal," ujar Maya dengan tatapan kosong.


"Sayang, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kamu nggak boleh ninggalin aku, kita udah ada surat perjanjian loh," ucap Aldo sambil mengelus lembut rambut Maya.


"Kamu nggak akan ninggalin aku kan seperti kak Rico ninggalin aku?" tanya Maya yang sudah menatap mata suaminya itu dengan serius.


"Kamu lebih baik tidur, aku tau kamu lelah,"


"Janji dulu!"

__ADS_1


"Iya, aku janji," ujar Aldo membuat Maya tersenyum dengan mata yang masih mengeluarkan air mata. "Udah kan janjinya, sekarang kamu tidur yah," lanjut Aldo berucap. Maya pun langsung menutup matanya, gadis itu masih berharap ketika besok dia bangun Rico masih ada didunia ini, dia berharap kejadian hari ini adalah mimpi buruknya.


Aku nggak akan bisa ngebayangin betapa hancurnya aku jika kamu yang duluan meninggal, May. Saat ini saja aku begitu sedih dengan kepergian Rico, batin Aldo sambil menatap wajah tidur istrinya.


__ADS_2