Story Maya

Story Maya
Pontianak


__ADS_3

"Kamu kenapa Din?" tanya Arga yang melihat wajah istrinya itu sedih.


"Aku masih pengen banget disini, tapi kamu bangak kerjaan, jadi yasudalah," ucap Dinda tanpa melihat kearah Aldo, saat ini mereka sudah berada di pesawat, pesawat yang sama juga yang ditempati Aldo dan Maya.


"Nanti kalau kerjaan aku sedikit, kita pasti akan liburan lagi, aku janji,"


"Serius?"


"Iya sayang,"


Sesampainya di bandara, mereka berempat pun berpisah karena beda tujuan, Arga juga sudah berjanji pada Maya dan Aldo untuk membujuk mama dan papanya agar mau memaafkan Aldo. Lelaki itu sadar setelah hubungannya dan Aldo membaik, rasa bahagia itu terus saja hadir dihatinya.


Sedangkan Maya dan Aldo, mereka langsung pergi menuju rumah Rio untuk mengantarkan oleh-oleh mereka pada Rio, Rangga, dan Vina.


"Gimana liburannya?" tanya Vina.


"Sangat indah kak, kak Vina sama kak Rio tebak deh aku ketemu siapa di Jogja," ujar Maya.


"Ketemu siapa?"

__ADS_1


"Arga dan Dinda. Dan kalian tau, hubungan kami dan mereka sudah baik-baik saja, kami sekarang berteman baik," ujar Maya membuat Vina dan Rio membulatkan matanya saking terkejutnya.


"Secepat itu?" tanya Vina.


"Aldo nolongin Arga yang mau ditusuk sama preman, mungkin hal itu buat dia sadar kalau kak Aldo udah berubah, dimaafin deh,"


"Bagus dong, nggak baik juga punya musuh," kata Vina ikut bahagia, begitupun dengan Rio.


"Ohiya, aku kesini sama kak Aldo mau bawain kakak sama keponakan aku yang lucu itu oleh-oleh," ujar Maya sembari memberikan beberapa paper bag kepada Rio.


"Makasih yah Aldo, Maya, tapi kakak akan lebih senang lagi kalau oleh-oleh nya itu mendengar kabar kamu sedang mengandung," ujar Rio.


"Doain aja yah kak, semoga cepat nyusul kak Vina sama kak Rio," jawab Maya sembari tersenyum walau dalam hatinya dia juga sedih karena tak kunjung hamil.


"Berapa lama?" tanya Maya seakan tak rela Aldo pergi ke Pontianak.


"Satu Minggu May, lagipula kak Aldo perginya sama kakak kok, tenang aja,"


"Kok lama banget sih kak, nggak bisa satu hari aja,"

__ADS_1


"Itupun kakak percepat May, sebenarnya dua Minggu seharusnya disana," ucap Rio membuat Maya cemberut. "Nanti kalau kak Aldo dan kakak pergi, mending kamu nginap disini aja bareng Vina dan Rangga," lanjut Rio berucap.


"Rio benar May, kakak juga akan tenang kalau kamu disini sama Vina," kata Aldo.


"Iya, tapi sesibuk-sibuknya kakak harus ada waktu buat ngabarin aku kalau udah disana,"


"Siap bu bos,"


Kak Rico sekarang adik kita kelihatan begitu bahagia bersama kak Aldo, semoga kakak juga bahagia melihat ini, batin Rio.


Tak terasa hari berganti, Maya ingin seharian ini menghabiskan waktu dengan Aldo karena besok Aldo sudah harus berangkat ke Pontianak bersama Rio. Padahal kan Aldo perginya cuman satu Minggu, tapi Maya bersikap seolah Aldo akan pergi dalam waktu yang cukup lama.


Mereka keliling Jakarta, menonton dibioskop, memakan ice krim bersama, dan berfoto ria ditaman, Maya sungguh menikmati hari ini, bahkan setiap hari jika bersama Aldo.


"Kenapa kak?" tanya Maya saat Aldo memeluknya begitu erat, seakan tak mau melepaskan wanita itu. Saat ini mereka tengah berada diranjang hendak tidur setelah seharian menghabiskan waktu bersama.


"Malam ini kita pelukan sampai pagi yah May, aku pengen meluk kamu kayak gini, aku pasti akan merindukanmu disana,"


"Belum juga pergi kakak udah rindu sama aku, gimana kalau udah disana, takutnya nanti kakak baru sejam di Pontianak udah pulang aja untuk ketemu sama aku," kata Maya diiringi tawa.

__ADS_1


"Teruslah tertawa seperti ini yah sayang, sebab kesedihanmu adalah penderitaan untukku," ucap Aldo membuat Maya mengangguk.


Pasti kak, asal kak Aldo terus ada disamping aku, batin Maya.


__ADS_2