Story Maya

Story Maya
Dinner


__ADS_3

"Ini kita mau kemana sih kak?" tanya Maya. Tadi pas Arga datang, dia membawakan dress yang begitu indah untuk Maya dan menyuruh istrinya itu untuk dandan.


"Istriku yang cantik ini ternyata nggak sabaran yang orangnya," ucap Aldo sembari mencubit kedua pipi Maya. "Kita akan dinner, sayang,"


Saat sampai direstoran, Aldo segera memesan makanan dan membuka kan Maya kursi.


"Tunggu disini yah,"


"Mau kemana lagi?" cegah Maya memegang pergelangan tangan Aldo.


"Sebentar aja," Aldo segera berlari pergi dan naik keatas panggung membuat Maya mengernyitkan dahinya heran.


"Saya akan membawakan sebuah lagu untuk perempuan spesial yang berada disana," kata Aldo sembari menunjuk Maya membuat semua orang menatap wanita itu, lalu memberikan Aldo tepuk tangan.


Teringat lagi hal yang buat hatiku


jatuh cinta dengan hebatnya padamu


hingga kini ku belum mampu percaya kau milikku


selamanya...


Kutemukan arti cinta


diwaktu hidup denganmu yang tak terduga


seperti nadimu yang selalu denyutkan setia


aku bahagia menjadi pemiliknya


bagaimana bisa aku jatuh cinta berulang kali

__ADS_1


berulang lagi pada orang yang sama


Terima kasih kau tetap disampingku


ditengah kejam badai hidup menerpa


saat dunia memaksamu tuk pergi


kau tetap setia


Kutemukan arti cinta


diwaktu hidup denganmu yang tak terduga


bila waktu izinkan kita menua bersama


dimataku indah mu tetaplah sama


berulang kali pada orang yang sama...


-Virgoun-


Orang yang sama


Suara tepukan menggelegar direstoran itu setelah Aldo tampil, pria itu pun turun dari restoran dan langsung menghampiri Maya.


"Kok kamu nangis?" tanya Aldo. Dia menyanyi untuk istrinya agar wanita itu bahagia, tapi ini kok malah menangis.


"Ini tangisan bahagia kak, aku bahagia hidup sama kakak,"


"Kakak lebih bahagia dipersatukan sama kamu, sayang," kata Aldo sembari mengusap air mata Maya lalu mengcup singkat kening gadis itu.

__ADS_1


"Permisi mba, mas, ini pesanannya," ucap pelayan restoran itu yang membawa pesanan keduanya.


"Terima kasih," jawab Aldo dan Maya kompak.


Saat sedang asik menikmati makanan, tanpa sengaja mata Aldo melihat kearah seseorang yang juga tengah menatapnya, Aldo menjadi terkejut saat menyadari bahwa Arga dan Dinda juga berada direstoran itu.


"May, aku lihat Dinda sama Arga disini, ini penglihatan aku nggak salah kan," kata Aldo membuat Maya ikut menatap arah tatapan Aldo, dan benar Arga dan Dinda yang dilihat suaminya itu.


"Aku juga ketemu mereka tadi dihotel, sepertinya mereka menginap di hotel yang kita tempati,"


"Kok bisa?!" ucap Aldo.


"Ntah, aku juga nggak tau,"


"Kita pulang aja yah, makanannya dibungkus aja," ujar Aldo membuat Maya mengangguk. Maya juga setuju sama suaminya itu, karena jika terus berada disini, mereka tidak akan bebas bergerak begitupun dengan Arga dan Dinda, kalian tau sendirilah readers masalah mereka seperti apa.


Sedangkan dimeja Dinda dan Arga, sejak tadi saat Aldo naik keatas panggung sudah ingin sekali mereka pulang, namun mereka memilih tetap direstoran itu untuk melihat keromantisan Aldo dan Maya, memang hal itu akan membuat keduanya sakit karena melihat orang yang dicintai begitu bahagia dengan orang lain, namun dengan cara itu mungkin akan membuat keduanya cepat melupakan Maya dan Aldo, dan bisa segera mencintai satu sama lain.


"Kamu baik-baik aja kan Ga?" tanya Dinda, anehnya dia sama sekali tidak terluka melihat Aldo menyanyikan lagu untuk Maya, sama sekali tak ada perasaan sakit hati.


"Seharusnya aku yang nanya itu ke kamu Din,"


"Aku?, aku baik-baik aja, malah nggak cemburu sama sekali," kata Dinda membuat Arga tersenyum.


"Jangan-jangan kamu udah jatuh cinta lagi sama aku Din, ngaku kamu," goda Arga sembari menaik turunkan alisnya, hal itu sontak membuat Dinda salah tingka.


"Apaansih Ga, kok kamu malah godain aku,"


"Kalau kamu nggak mau digodain terus maunya apa. Mau nggak kalau menghabiskan malam ini sama aku diranjang?" jangan tanya lagi seberapa merah pipi Dinda saat ini, dia benar-benar malu dengan ucapan fulgar Arga.


"Mending kita makan, aku udah laper," ucap Dinda membuat Arga tersenyum. Menggoda wanita itu hingga membuat pipinya memerah adalah hal yang membahagiakan untuk Arga.

__ADS_1


__ADS_2