Story Maya

Story Maya
Semakin jauh


__ADS_3

"Dinda!!" teriak Arga khawatir lalu berlari kearah istrinya itu. "Tahan yah, aku akan membelikan hansaplast di Indomaret itu untukmu," lanjut Arga berucap, dan sedetik kemudian dia melangkah ke arah Indomaret.


"Dinda kamu yang sabar yah, ini pasti sakit sekali," kata Maya sembari mengelus lembut bahu gadis itu.


"Kau senang kan Maya, kau bahagia kan aku terluka. Arga dan kak Aldo begitu mencintaimu, sampai tak ada yang melihat keberadaanku,"


"Aku minta maaf, Din, dan lagipula bukankah kau sendiri yang meninggalkan kak Aldo waktu itu, padahal saat itu aku ingin membantumu menjadi kekasihnya," ucap Maya membuat Dinda tersenyum kecut.


"Sudahlah Maya, buang-buang waktu aku berbicara denganmu, sekarang aku mem..."


"Ini hansaplast nya, tahan yah, ini akan sedikit sakit," ujar Arga yang sudah datang membuat ucapan Dinda terpotong, lelaki itu juga langsung memasangkan hansaplast ke luka Dinda, setelah itu Arga langsung menggendong istrinya membuat Dinda terkejut.


"Arga, turunkan aku!" pinta Dinda sebab malu pada Maya dan orang-orang yang berada disekitarnya.


"Jaga dirimu baik-baik, Maya, jangan membuat kematianmu konyol karena berbincang ditengah jalan. Satu lagi, beritahu suamimu jangan pernah datang ke rumahku lagi dan katakan juga keluargaku tak akan pernah memaafkannya," kata Arga tanpa memperdulikan ucapan Dinda, setelah mengucapkan itu Arga langsung membawa Dinda menuju mobil dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Kejadian tadi membuatku yakin bahwa kamu masih mencintaiku Arga, batin Maya.


"Apa lukanya masih sakit?" tanya Arga memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka.


"Tidak!"


"Maafkan aku Din, maaf karena bukan kamu yang aku tolong," kata-kata itu mampu membuat Dinda yang tadinya menoleh kearah kaca mobil jadi menoleh kearah Arga, dari nada suara pria itu bisa dipastikan dia menyesal.


"Aku rasa itu adalah hal yang wajar mengingat aku bukan istri yang kamu cintai, dan mengingat bahwa aku dan kamu menikah karena terpaksa," ujar Dinda membuat Arga menghela nafasnya kasar.


"Bukannya memang benar, kamu tidak perduli sama aku, bahkan aku nggak ada apa-apanya dibandingkan mantan kamu itu," kata Dinda lalu turun dari mobil dan melangkah memasuki rumah, yah mereka sudah sampai kurang lebih satu menit yang lalu.


***


"Kamu dari mana saja Maya?, kenapa nggak bilang kalau mau keluar," ujar Rio dengan nada khawatir saat melihat adiknya datang dengan membawa sebuah kantong plastik putih berisikan beberapa snack.

__ADS_1


"Maaf kak, aku dari Indomaret dekat rumah kok, lagipula aku juga nggak papa," kata Maya, tapi seandainya Arga menolong Dinda tadi, mungkin sekarang dia akan kenapa-napa dan malah mendengar ceramah keluarganya.


"Aldo datang kerumah tadi, dia membawakan kamu beberapa buah,"


"Terus dimana dia sekarang?"


"Udah pulang, katanya nggak mau kamu terganggu dengan kehadirannya," ucap Rio, dan Maya hanya mengangguk lalu melangkah memasuki kamarnya.


Sesampainya dikamar, Maya kembali teringat kata-kata Arga tentang Aldo, dalam benak gadis itu bertanya-tanya, apakah orang sekeras kepala Aldo mau minta maaf duluan pada Arga dan keluarganya, bukankah sejak awal Aldo sudah menaruh benderang perang pada Arga.


"Apa kak Aldo melakukan hal itu supaya aku percaya kalau dia sudah berubah?" gumam Maya. Gadis itu kenal sekali bagaimana Aldo, suaminya itu tak akan mau minta maaf sama orang yang dianggapnya musuh walaupun dia yang salah.


Maya semakin merasa bersalah pada Arga karena kejadian tadi, walaupun dia sudah menyakiti lelaki itu, tapi tetap saja Arga mau menolongnya, bahkan mementingkannya dibandingkan istri lelaki itu sendiri.


Maya meraih hpnya dan tak ada SMS ataupun telfon dari Aldo. Miris sekali, sekarang hubungannya dengan Aldo semakin menjauh bahkan seperti orang yang tak saling kenal walaupun status mereka masih suami-istri. Sedangkan Arga sekarang, walaupun Maya yakin lelaki itu belum mencintai Dinda dan masih dia dihati Arga, namun sikap dan perhatian Arga sangat tulus pada Dinda, sikap dan perhatian itu sama seperti dulu saat dia dan Arga masih menjalin hubungan.

__ADS_1


Apa ini karma buat hubungan aku dan Aldo karena sudah menyakiti Arga. Semoga kamu selalu bahagia Arga dengan Dinda, maaf sudah pernah menyakitimu, batin Maya.


__ADS_2