Story Maya

Story Maya
Tolong ubah sikap


__ADS_3

"Aku mau bicara sama kamu dan mama sebelum aku berangkat kekantor," ucap Arga setelah dia dan keluarganya selesai sarapan.


"Mau bicara apa nak?, emang kamu nggak akan telat," kata Maudy sembari melirik jam tangannya.


"Sebentar doang ma. Aku bicara sama Dinda dulu yah, baru sama mama," ucap Arga lalu menarik tangan Dinda menuju kamar.


"Kamu marahin Dinda lagi?" tebak Rega karena tak biasanya Arga seperti ini, bicara empat mata dengan Dinda, setelah itu dengan Maudy.


"Dia main basah-basahan sama Arga, aku kan nggak suka mas,"


"Sayang, kalau mereka berdua bahagia kenapa nggak. Aku mohon sama kamu, perlakukan Dinda dengan baik, ini semua demi melihat Arga bahagia, bisa kan?!" ucap Rega, namun bukannya menjawab, Maudy malah melangkah pergi meninggalkan suaminya itu membuat Rega menghembuskan nafasnya kasar.


***


"Kamu mau bicara apa?" tanya Dinda penasaran. Saat ini mereka juga sudah duduk berhadapan ditepi ranjang.


"Mama aku memiliki trauma dimasa lalu tentang perempuan malam Din, bukan aku bilang kalau kamu perempuan malam, tapi maaf tempat kita bertemu yang salah. Kamu bisa menebak kan sekarang mengapa mama tidak menyukaimu?" ujar Arga lembut sembari memegang kedua tangan istrinya itu.


"Karena kita bertemu di club, dan mama berfikir aku perempuan tidak benar dan tidak pantas untuk kamu,"


"Iya, tapi kita bisa mengubah pendapat mama tentang kamu Din, karena aku percaya kamu wanita yang baik,"


Aku tersentuh Ga, tersentuh sama semua perlakukan kamu ke aku, lembut dan tulus nya kamu perlahan membuatku nyaman dan bisa saja sebentar lagi aku jatuh cinta, batin Dinda.

__ADS_1


"Dan untuk membuat mama mengubah pendapatnya, aku minta tolong sama kamu untuk sabar dan selalu baik sama mama, aku yakin dengan ketulusan mampu mencairkan hati orang," sungguh betul perkataan Arga itu, bahkan sekarang hatinya pun mulai mencair dengan ketulusan suaminya.


"Iya, aku akan berusaha," senyum Arga pun mengembang mendengar jawaban Dinda.


Cup.


"Terima kasih," jantung Dinda berpacu lebih cepat saat Arga mencium keningnya, tanpa sadar bibirnya tersenyum begitu lebar, dan jangan lupa hatinya yang saat ini berbunga-bunga.


Setelah berbicara dengan Dinda, Arga pun menghampiri Maudy yang berada di kamarnya, tampak terlihat bahwa Maudy sedang melamun memikirkan sesuatu.


"Arga ingin bicara sama mama,"


"Bicara apa nak?, sini duduk!" kata Maudy yang sudah tersadar dari lamunannya karena kedatangan Arga.


"Ini soal Dinda..."


"Mama dengerin Arga dulu, Arga belum selesai bicara," ujar Arga membuat Maudy menghembuskan nafasnya kasar lalu terdiam menatap putranya itu. "Sebelumnya Arga minta maaf sama mama, kalau mama tidak bisa merubah sikap mama sama Dinda, Arga dan Dinda akan tinggal berdua saja,"


"Kamu tega ninggalin mama sama papa disini?!"


"Sebenarnya nggak ma, tapi kasihan juga Dinda kalau setiap pergerakannya selalu salah dimata mama, dia istrinya Arga sekarang dan tugas Arga melindunginya dari siapapun itu termasuk mama. Dinda orang yang tidak enakan ma, dia wanita lembut, berbeda dengan apa yang mama fikirkan tentangnya, tolong ubah sikap mama sama dia," kata Arga memohon.


"Keluar!, mama mau sendiri, kamu juga kan harus ke kantor,"

__ADS_1


"Tapi ma..." ucapan Arga terpotong saat Maudy melangkah memasuki kamar mandi.


Lelaki itu pun akhirnya keluar dari kamar mamanya, berpapasan dengan dia keluar, seseorang mengetuk pintu rumah.


"Aldo!!" Kata Arga terkejut saat membuka pintu dan melihat Aldo dihadapannya.


"Saya kesini mau minta maaf, maaf soal waktu itu,"


"Mending kamu pulang, nanti kalau mama saya lihat, dia bisa marah sama kamu,"


"Saya akan rutin kesini sampai kamu dan keluargamu memaafkan saya. Saya tidak mau ada kebencian dihati orang untuk saya mulai saat ini karena masa lalu saya yang jahat," ucap Aldo.


"Saya mau kekantor, lebih baik kamu pulang," ujar Arga, tapi Aldo terus saja berdiri dan tak melangkah satu langkah pun.


"Arga, ini tas kantornya," ucap Dinda yang baru saja datang, saat melihat ada Aldo disana, dia juga langsung terkejut seperti Arga tadi.


"Terima kasih, kamu lebih baik masuk kedalam dan tutup pintunya, aku akan langsung kekantor,"


"Baiklah," ucap Dinda lalu melirik kearah Aldo dan masuk kedalam rumah, dia juga langsung menutup pintu rumah sesuai perintah Arga.


Daripada aku mati penasaran, lebih baik aku menanyakan tentang kak Aldo pada Arga saat dia pulang kantor nanti, batin Dinda.


"Apa yang kamu fikirkan Dinda?" ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang membuyarkan lamunan Dinda.

__ADS_1


"Ini ma, aku...aku baru saja tutup pintu setelah Arga pergi kekantor dan sekarang aku mau kedapur bikin kue," kata Dinda sembari tersenyum lembut.


"Baiklah, bagaimana kalau bikin kue sama mama, kamu mau kan?" tanya Maudy membuat Dinda sontak mengangguk, Maudy pun tersenyum kearah gadis itu dan hati Dinda sontak menghangat, ini kali pertamanya Maudy tersenyum tulus padanya, dan itu sungguh membuatnya bahagia.


__ADS_2