
"Aku...aku.."
"Kamu masih mencintainya?" tanya ulang Arga karena Dinda berubah menjadi gugup dengan air mata yang semakin deras keluar.
"Aku akan berusaha untuk mencintai kamu Ga," apakah kata-kata Dinda itu jawaban bahwa dia masih mencintai Aldo, sungguh ini membuat hati Arga yang belum sembuh sepenuhnya menjadi sakit lebih dalam lagi. Luka yang masih basah itu kembali terbuka dan teiris semakin dalam.
"Maya aku nggak tau apa-apa soal ini, May, aku nggak tau kalau perasaan Dinda masih sama," ucap Aldo dengan cepat karena ekspresi wajah Maya yang sulit diartikan.
"Dulu aku mengira kamu bisa menyembuhkan lukaku Din, tapi nyata kamu malah membuat luka ini semakin dalam, terima kasih," ujar Arga lalu berlari pergi dari restoran itu.
"Arga tunggu!!" teriak Dinda sembari mengejar suaminya itu.
"Selama ini aku selalu cari tau alasan kenapa Dinda pergi gitu aja waktu itu, tapi kenapa kak Aldo nggak pernah cerita tentang ini ke aku?"
"Sayang aku bisa jelasin semuanya,"
"Kakak bikin aku kecewa lagi,"
Deg.
__ADS_1
Jantung Aldo seperti berhenti berdetak saat mendengar ucapan terakhir Maya, istrinya itu kecewa lagi karenanya, Maya menangis lagi karena dirinya. Apakah memang benar, Maya tidak akan bahagia jika terus bersama Aldo.
"Dinda adalah sahabat terbaik aku kak, kak Aldo tau itu kan?!"
"Iya aku tau, tapi aku juga nggak bisa kan makasain hati aku buat nerima Dinda saat itu, dan sekarang bukannya kita semua udah memiliki pasangan masing-masing, ini hanya tentang waktu, dan kalau pun Dinda masih mencintai kakak, kakak yakin secepatnya dia akan mencintai Arga," kata Aldo.
"Sekarang aku nggak tau hubungan pernikahan mereka selanjutnya akan seperti apa, kak Aldo lihat tadi kan betapa kecewanya Arga saat tau istrinya masih mencintai kakak,"
"Tapi ini bukan salah aku Maya,"
"Aku kesini cuman pengen bawain kakak sarapan, dimakan yah," ujar Maya sembari memberikan rantang yang dipegangnya kepada Aldo. "Aku pulang, assalamualaikum," lanjut Maya berucap lalu melangkah pergi, dia tidak perduli dengan Aldo yang memanggil namanya.
Sedangkan Dinda dan Arga, mereka sudah sampai dirumah, dan Arga langsung memasuki kamar dan segera menguncinya agar Dinda tidak bisa masuk, lelaki itu butuh kesendirian saat ini.
"Biarkan aku sendiri, kalau kita ngobrol sekarang, aku takut akan nyakitin kamu dengan kata-kata aku," saat mendengar perkataan Arga, Dinda pun memilih duduk didepan pintu kamar sembari terus menangis.
Perasaan cinta aku ke kak Aldo lagi-lagi membuat masalah dalam hidup aku, karena cinta ini aku jadi jauh dari Maya, dan aku nggak mau kalau cinta ini juga nantinya yang akan membuat aku jauh dari Arga, batin Dinda.
"Dinda ini ada apa?" tanya Maudy sambil mengusap lengan Dinda untuk menenangkan gadis itu.
__ADS_1
"Kamu bertengkar sama Arga, nak?" tanya Rega.
"Iya pa, ma, aku bertengkar sama Arga," lirih Dinda.
"Kenapa?, ada masalah apa?" tanya Maudy lebih lanjut. Dia menjadi khawatir dengan menantunya itu, terlebih kepada Arga, anaknya. Entah mengapa Arga selalu saja bermasalah dalam hubungan percintaan.
"Karena..." Dinda tak dapat melanjutkan kata-katanya dan memilih menangis, karena kasihan melihat Dinda seperti itu, Maudy langsung memeluk menantunya membuat Dinda sedikit nyaman dipelukan Maudy. Sudah lama sekali rasanya dia tak merasakan pelukan seorang ibu.
"Sayang, mending kamu bawa Dinda kekamar kita aja dulu. Aku akan bicara sama Arga," ujar Rega membuat Maudy mengangguk.
"Arga ini papa nak, buka pintunya!!" teriak Rega sambil mengetuk pintu kamar Arga saat Maudy dan Dinda sudah pergi.
"Aku mau sendiri dulu pa!"
"Kamu bisa cerita sama papa ada masalah apa, kalaupun papa nantinya nggak bisa kasih kamu solusi, setidaknya beban itu sudah kamu bagi. Percayalah, kamu akan sedikit merasa lega setelah cerita," ujar Rega, lalu sesaat kemudian pintu itu benar terbuka dan memperlihatkan Arga disana. "Ada masalah apa kamu sama Dinda?"
"Ternyata Dinda...dia mencintai Aldo, pa,"
"Aldo suaminya Maya?" tanya Rega dengan nada terkejut, Arga pun mengangguk mengiyakan pertanyaan itu. "Dari mana kamu tau?"
__ADS_1
"Panjang ceritanya pa, intinya aku mendengar itu dari mulut Dinda sendiri,"
Bagaimana kalau Maudy tau tentang ini, dia pasti akan membenci Dinda lagi, padahal hubungannya dengan Dinda sudah membaik. Astaghfirullah, kenapa masalah datang silih berganti dalam keluarga kami ya Allah, batin Rega.