
"Aku pergi yah," ucap Aldo untuk kesekian kalinya, karena setiap lelaki itu melangkahkan ingin memasuki taxi menuju bandara, Maya selalu saja berlari memeluknya. Gadis itu pun sudah menangis, sebab tak rela ditinggal oleh Aldo.
"Bisa nggak sih kakak nggak usah pergi,"
"Sayang, aku harus pergi, ini demi kantor. Cuman seminggu kok, setelah itu aku akan pulang dan kita akan menghabiskan waktu bersama lagi," ujar Aldo sembari mengusap lembut rambut Maya.
"Yaudah, tapi cepat pulangnya,"
"Aku pasti akan pulang," kata Aldo lalu mengusap air mata istrinya itu dan berlalu pergi.
"Hati-hati kak. Love you!" teriak Maya karena Aldo sudah memasuki taxi. Lelaki itu pun membuka kaca taxi itu dan melambaikan tangan pada Maya dengan senyuman dibibirnya. "Dada," ucap Maya lagi sambil membalas lambaian tangan Aldo.
Baru saja hendak masuk kedalam rumah, dia mendapat telfon dari suaminya, Maya dengan senang hati pun mengangkatnya.
Dalam telfon.
"Aku rindu," kata Maya manja.
"Aku juga merindukan mu sayang, i love you more May,"
"Cepat pulang," lirih Maya
"Pasti sayang, jangan nangis yah, aku nggak tenang nanti kerjanya kalau kamu nangis,"
"Iya, nggak kok,"
"Kamu kerumah Rio gih sekarang, SMS aku yah kalau udah sampe dirumah Rio," ucap Aldo.
"Telfon aku juga kalau kakak udah sampai di Pontianak,"
"Iya, aku tutup dulu yah. Dada tuan putri,"
"Dada kak Aldo,"
Setelah panggilan itu terputus, Maya pun segera masuk kerumah untuk mengambil tasnya. Rencananya dia akan ke Dokter dulu baru kerumah Rio, entah mengapa dia sering mual belakangan ini ditambah lagi dia sudah telat menstruasi, Maya berharap kali ini dia hamil.
"Selamat yah bu Maya, ibu hamil,"
Deg.
__ADS_1
Ucapan Dokter itu membuat tangis Maya terjatuh, dia pun langsung mengelus perutnya, rasa syukur dia panjatkan pada Allah melalui hatinya. Setelah menebus vitamin untuk calon anaknya, dia pun segera menuju rumah Rio.
To My husband
Kak aku udah sampai dirumah kak Rio.
Dan aku punya hadiah buat kakak, makanya cepat pulang.
For My husband
Istirahat yah
Hadiah apa?
To my husband
Ada deh, makanya cepat pulang
For my husband
Tunggu yah.
To my husband
Ok, emang pesawat apa?
For my husband
Sriwijaya 182
To my husband
Hati-hati dijalan
Pesan terakhir Maya itu hanya mendapat centang satu, mungkin Aldo sudah mematikan hpnya. Dengan bahagia, wanita itu pun memasuki rumah Rio dan Maya menjadi heran saat mendapati ada Rio disana. Bukankah Rio berangkat bersama Aldo, kok masih disini.
"Kamu udah datang May,"
"Kok kakak masih disini?, bukannya kakak berangkat ke Pontianak bareng kak Aldo yah?" tanya Maya.
__ADS_1
"Sebenarnya sih begitu, cuman tadi subuh Rangga demam tinggi, jadi kakak dan kak Vina harus antar dia kerumah sakit. Kakak nggak mungkin ninggalin Rangga yang sedang sakit, dan Aldo juga memakluminya, dia bilang dia yang akan handle semuanya," kata Rio.
"Tapi itu nggak akan buat kak Aldo semakin lama kan disana?"
"Biarpun dia lama disana, kamu kan juga bisa nyusul dia May, sekalian kalian liburan lagi,"
Saat ingin menjawab kata-kata Aldo, hpnya pun berdering dan tertera nama Aldo. Maya pun segera mengangkatnya.
Dalam telfon.
"Assalamualaikum sayang,"
"Walaikumsalam kak,"
"Kak, bukannya tadi kakak bilang udah mau berangkat yah?" tanya Maya.
"Iya, tapi ada penundaan penerbangan karena cuaca, jadi ditunda sampai pukul 14:36,"
"Oh gitu,"
"Hadiah apa sih yang ingin kamu kasih ke aku?" tanya Aldo penasaran.
"Rahasia, kalau aku bilangnya sekarang nanti nggak jadi kejutan, aku kan juga pengen kasih kejutan,"
Setelah menelfon dengan Aldo, Maya pun pergi menemui Rangga dan bermain bersama keponakannya itu.
"Sayang, sebentar lagi kamu punya adek, nanti ada deh yang temenin kamu main," kata Maya sembari tersenyum kearah Rangga dengan tangan yang mengelus perutnya.
Pasti kak Aldo udah berangkat, batin Maya saat melihat jam pukul 14:50.
***
Cahaya matahari membuat wanita yang sedang mengandung itu terbangun, siapa lagi dia jika bukan Maya. Wanita itu langsung melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya lalu membuka hpnya dan tak ada pesan masuk dari suaminya. Maya pun mencoba menelfon Aldo, tapi nomor Aldo malah tak aktif.
Awas aja nanti kalau nelfon, nggak akan aku angkat, batin Maya.
Saat keluar dari kamar, wanita itu dikejutkan dengan berita yang Vina dan Rio tonton.
Kabar duka kembali menyelimuti kita, pesawat Sriwijaya 182 dikabarkan jatuh dikepulauan seribu sekitar jam 14:55 kemarin, dan saat ini sedang dalam proses pencarian.
__ADS_1
Deg.