Story Maya

Story Maya
Harus percaya


__ADS_3

"Selamat pagi," ucap Aldo saat melihat Maya membuka matanya.


"Selamat subuh kak," ucap Maya lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Kak Aldo nggak ke masjid?" tanya Maya saat dirinya sudah keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya duduk diatas sejadah.


"Kak Aldo mau sholat berjamaah bareng kamu," ujar Aldo membuat Maya mengangguk sembari tersenyum. Mereka pun sholat berjamaah, jujur hati Maya tenang setiap kali berdekatakan dengan Aldo, beda saat dia dekat dengan Arga dulu, saat dengan Arga ketakutannya sangat besar akan kehilangan, namun entah mengapa saat dengan Aldo, dia merasa sangat percaya.


Setelah sholat, tanpa diminta Maya langsung menarik tangan Aldo dan menciumnya membuat jantung Aldo berdetak tak karuan, apalagi Maya menciumnya cukup lama dan tanpa diduga oleh Maya ketika dia selesai mencium tangan Aldo, Aldo langsung mengecup keningnya lama.


*Cinta saya kekamu setiap hari terus bertambah Maya, saya benar-benar tidak sanggup jika kamu tidak berada dalam hidup saya, batin Aldo.


Ya tuhan, berikan lah cinta dihatiku untuk suamiku, buanglah rasa cintaku pada Arga. orang yang sepatutnya tidak aku cintai, batin Maya*.


Saat matahari sudah muncul, Maya dan Aldo keluar dari kamar dan melihat Rio dan Vina tengah suap-suapan dan didepan mereka ada Rico itu membuat Maya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Kak Rio nggak ngerti banget sih perasaan kak Rico yang jomblo, jangan pamer keuwuan dong," ujar Maya sambil duduk disalah satu kursi.


"Kak Rico mah udah biasa nyaksiin hal begini, jadi udah biasa," ucap Rico dan disambut tawa serta senyuman dari Maya, Aldo, Rio dan Vina.


"Assalamualaikum," ucap seseorang yang tiba-tiba datang, mereka semua pun melihat kearah sumber suara.


"Bunda, ayah!!" ucap Vina lalu memeluk bundanya erat, dia rindu sekali karena sudah hampir dua bulan dia tak bertemu dengan Halwa dan Kevin.


"Sayang, gimana kondisi bayinya?" tanya Halwa sambil mengelus perut Vina.


"Oh ya, kami kesini juga ingin ucapin selamat buat pernikahan kalian, Vina bilang kalian menikah secara mendadak dan tidak dihadiri oleh keluarga juga," ucap Kevin.


"Iya om, kamar kami di grebek saat itu,"


"Emang kalian nggak mau cari tau siapa dalang dibalik semua ini, kalau kalian mau cari tau, om bisa bantu kok, banyak kenalan bisnis om di Inggris," ujar Kevin, Maya pun langsung melihat kearah Rico dan Rio lalu terakhir menatap suaminya.

__ADS_1


"Saya rasa nggak perlu om, semuanya juga udah terjadi dan percuma juga kan kita tau, nggak akan ada yang berubah," ucap Aldo membuat Kevin sedikit bingung, biasanya orang kalau dijebak pasti ingin tau motif dari si penjebak, namun Aldo malah enggan tau siapa orangnya.


"Oh gitu, yaudah. Apa kalian ada rencana untuk mengadakan resepsi?" tanya Kevin.


"Itu pasti pa, mereka akan adain resepsi dalam waktu dekat," ucap Rio, Maya dan Aldo hanya bisa pasrah dan terserah pada keputusan yang diambil selagi itu baik, dan lagi pula resepsi memang harus diadakan supaya orang tau mereka sudah menikah dan bukan hanya sebatas adik kakak seperti dulu lagi.


Setelah makan, Maya dan Aldo langsung berangkat menuju kantor.


"Maya apa kamu serius mau bantuin kakak lagi, kemarin kamu kelihatan lelah banget, kak Aldo nggak mau kamu kecapean," ucap Aldo sembari melirik istrinya itu.


"Aku nggak capek kok kak, dan aku lagi pengen bantuin kakak," ucap Maya dan dibalas senyuman oleh Aldo, lalu sesaat kemudian hp Aldo pun berdering, dia melirik kearah hpnya dan ternyata yang menelfonnya...


"Kenapa nggak diangkat?" tanya Maya.


"Nggak penting, palingan orang salah sambung," ucap Aldo yang terlihat jelas bahwa dia gugup menjawabnya.

__ADS_1


Kenapa aku ngerasa ada yang disembunyiin kak Aldo, tapi aku nggak boleh soudzon sama suamiku sendiri, aku harus percaya seratus persen sama kak Aldo, batin Maya.


__ADS_2