Story Maya

Story Maya
Kembalilah denganku


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu dan Maya tak juga sadar dari komanya, sedangkan Aldo, lelaki itu sangat jauh dari kata baik, tidurnya tidak cukup, makan tidak teratur dan baju yang berantakan, setiap harinya dia terus berada disamping Maya, sudah beberapa kali pula Rio dan Rico menyuruhnya pergi bahkan biasa memukul Aldo, tapi selangkah pun Aldo tidak pergi dari sana.


"Aku akan pergi meninggalkan kamu asal kamu yang suruh, aku janji akan pergi," ucap Aldo lalu mengecup kening Maya bersamaan dengan air matanya yang jatuh kewajah istrinya itu.


"Ai...r" ucap Maya terbata-bata.


"Maya!, kamu sadar sayang, sebentar yah, aku panggil Dokter dulu," ujar Aldo hendak pergi, tapi tangannya dicekal oleh Maya.


"Ken...apa ada...di..sini?" ucap Maya.


"Aku panggil Dokter dulu," ucap Aldo lalu melangkah pergi.


Tidak lama, Dokter pun datang bersamaan dengan Rio, Rico dan Aldo.


"Bagaimana adik saya, Dok?" tanya Rio.


"Alhamdulillah, kondisi bu Maya sudah lebih membaik, tapi masih harus terus dalam pantauan, permisi," ujar Dokter itu lalu melangkah pergi setelah Rio mengucapkan terimah kasih.

__ADS_1


"Apa yang kamu rasa sakit dek?" tanya Rico sambil mengelus kepala Maya, namun Maya malah melihat kearah Aldo.


"Kenapa?" tanya Maya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maya, kamu baru sadar, istirahat dulu yah dek,"


"Ng..gak kak Rico, aku...aku mau tau ken..apa kamu melakukan semua ini?" ucap Maya.


"Maafin aku, aku terlalu mencintai kamu sehingga aku takut, takut kalau Arga akan merusak pernikahan kita Maya, tak..."


"Kamu yang per...perusak kak, kak Aldo yang udah rusak hubungan aku dan Arga," ujar Maya dengan air mata yang perlahan jatuh dari matanya.


"Aku belum selesai ngomong, aku mau dengar pen...aduh dada aku sakit," ucap Maya sambil memegang pelan bekas tembakan didadanya.


"Tuh kan sakit, lebih baik kamu istirahat dulu May, nanti baru bicara sama kak Aldo lagi," ujar Rio.


"Iya dek, jangan banyak pikiran dulu,"

__ADS_1


Apa mulai sekarang aku harus belajar hidup tanpa kamu, May, apa benar pernikahan kita hanya sampai disini, batin Aldo.


"Kak Aldo lihat kan, baru sadar aja Maya langsung nangis karena kak Aldo, udah bisa diprediksi bagaimana kedepannya jika kalian tidak berpisah," ujar Rio yang sudah duduk disamping Aldo, sedangkan Aldo dia hanya bisa menutupi wajahnya karena tak mau dilihat menangis oleh banyak orang.


"Rio, apa Maya udah sadar?" tanya Arga yang baru saja datang.


"Iya, dia udah sadar," Arga pun langsung melangkah masuk kedalam ruangan itu, kali ini Aldo tidak menahan bahkan tidak melarang Arga untuk dekat dengan Maya, perlahan lelaki itu mulai sadar.


"Maya bagaimana keadaan kamu?" tanya Arga, tanpa sadar dia menggenggam tangan Maya, tapi Maya langsung menarik tangannya.


"Aku sudah lebih membaik, kamu nggak kenapa-napa kan waktu itu?"


"Gimana aku bisa kenapa-napa kalau kamu udah ngelindungin aku, May, aku benci kamu ngelakuin hal itu, lebih baik aku yang terbaring dirumah sakit ini daripada kamu," ucap Arga tulus.


"Maafin kak Aldo yah, sebenarnya dia baik, hanya saja dia dibutakan oleh cinta," ucap Maya.


"Bisakah kita seperti dulu lagi Maya?, cerailah dengan Aldo dan kembali sama aku, aku janji nggak akan pernah buat kamu nangis seperti yang dilakukan Aldo, aku akan mencintai kamu dengan sehat," ucap Arga membuat Maya terdiam.

__ADS_1


Semua kenangan bahagia dan kenangan menyedihkannya dengan Aldo dan Arga terputar kembali diotaknya, disatu sisi Aldo sudah sangat keterlaluan dan susah untuk dimaafkan, tapi disisi lain, dia lelah jika harus belajar mencintai Arga lagi dan melupakan Aldo, hatinya tidak segampang itu berpindah, sebab saat ini seluruh hatinya sudah milik Aldo.


__ADS_2