
Beberapa hari berlalu, dan semua kembali membaik, malah lebih membaik daripada sebelumnya, terutama pada hubungan Maya dan Aldo, mereka semakin harmonis setiap harinya. Soal hubungan suami istri, mereka pun biasa melakukannya, tinggal tunggu waktu dimana Maya mengandung anak Aldo.
"Kak Aldo nanti mau dibawain sarapan kekantor atau mau pulang makan siang dirumah?" tanya Maya sambil mereka makan pagi bersama.
"Antar aja kekantor May, kita makan sama-sama diruangan ku,"
"Siap bos," sebelum berangkat kerja, Maya terlebih dahulu mencium tangan Aldo dan dibalas Aldo dengan mencium kening wanita itu.
"I love you," kata Aldo.
"Love you too," entah mengapa Maya sedikit heran dengan Aldo yang setiap harinya setelah hubungan mereka membaik tak pernah absen mengucapkan 'I love you', tapi disisi lain Maya juga merasa senang, dan mungkin saja itu salah satu cara Aldo menjaga hubungan mereka tetap membaik.
"Selamat pagi bu Maya," sapa karyawan dikantor saat Maya datang untuk mengantarkan sarapan kepada Aldo.
"Pagi, pak Aldonya ada diruangan kan?"
"Maaf bu, tapi pak Aldo baru saja keluar meeting bersama klien beberapa menit yang lalu,"
"Meeting?"
"Meeting nya mendadak bu," jawab karyawan itu membuat Maya mengangguk.
"Dimana meeting nya?"
__ADS_1
"Direstoran xxx,"
Saat sampai direstoran itu Maya dikejutkan oleh Aldo yang tengah berbincang dengan Dinda disalah satu meja restoran. Berbagai pertanyaan mengitari otak wanita itu, dimana klien Aldo?, apakah meeting nya sudah selesai secepat ini? dan kenapa Aldo dan Dinda bisa bertemu?.
Saat wanita itu mendekat, dia lagi-lagi terkejut karena melihat Arga tengah menguping pembicaraan Aldo dan Dinda, pria itu duduk didekat meja Aldo dan menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan kertas menu.
"Aku nggak menghindari Maya kok kak," kata Dinda yang sudah dapat didengar oleh Maya.
"Kalau kamu tidak menghindar, Maya tak mungkin merasa kamu menghindarinya Din. Aku minta maaf soal kejadian beberapa tahun yang lalu kalau itu buat kamu kecewa dan melampiaskannya ke Maya, dia nggak tau apa-apa,"
"Aku udah lupa sama kejadian itu, dan hak aku dong mau dekat sama Maya atau nggak," ujar Dinda.
"Kamu bohong kalau kamu bilang kamu udah lupa kejadian itu,"
"Maya!" ujar Aldo yang juga melihat kehadiran istrinya itu.
"Kejadian apa yang terjadi antara kalian berdua beberapa tahun yang lalu?" tanya Maya.
"Kamu salah dengar May, nggak ada kejadian apapun kok," ucap Dinda, dia yakin membahas hal itu akan semakin memperburuk keadaan.
"Nggak mungkin dalam waktu bersamaan kuping aku dan Maya salah pendengaran, aku jelas dengar kalian bahas kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian apa itu?" Aldo dan Dinda semakin merasa terpojok karena ternyata disana juga ada Arga.
"Arga kamu jangan salah paham, aku..."
__ADS_1
"Aku nggak akan salah paham kalau kamu bilang yang sejujur-jujurnya, dalam hubungan kejujuran itu yang utama!" ucap Arga membuat Dinda terdiam, gadis itu berbalik menatap Aldo yang juga tak berucap apapun.
"Kenapa kalian diam, kak Aldo nggak ada niat jelasin sesuatu ke aku?"
"Ini juga menyangkut kenapa aku tiba-tiba menghilang sehari sebelum acara kelulusan," ujar Dinda membuat Maya semakin penasaran, apa yang dia tidak ketahui tentang kejadian waktu itu.
"Saat itu aku udah tau perasaan Dinda ke aku, dia bilang dia mencintaiku," kata Aldo membuat Arga terkejut, dia tak menyangka bahwa istrinya pun pernah suka pada Aldo, atau mungkin masih sampai sekarang.
"Dan kakak menolak dia, sehingga Dinda kecewa dan memilih pergi begitu saja," tebak Maya membuat Aldo dan Dinda mengangguk, hal itu membuat air mata Maya jatuh begitupun dengan Dinda yang air matanya sudah jatuh.
"Kenapa kamu nggak cerita tentang ini ke aku, Din?" tanya Arga.
"Itu masa lalu, aku rasa nggak perlu dibahas lagi,".
"Sangat perlu. Kamu tau masa lalu aku, Dinda, tapi kamu nggak biarin aku tau tentang masa lalu kamu, itu namanya egois Din!" ujar Arga yang suara mulai meninggi.
"Din, maafin aku, maaf atas kejadian itu, kamu pasti sakit hati kan, aku nggak tau kalau kak Aldo suka sama aku saat itu, aku juga nggak tau kalau ini alasan kamu pergi," ujar Maya yang merasa bersalah. Dia ingat betapa antusiasnya dulu ingin menjodohkan Aldo dan Dinda, tapi sekarang malah dia yang menjadi istrinya Aldo.
"Maafin aku udah nggak cerita ini ke kamu Ga. Dan Maya, aku...aku udah bahagia sama pernikahan aku, aku mohon nggak usah diungkit lagi," ucap Dinda.
"Apa kamu masih mencintai Aldo?" tanya Arga membuat suasana semakin tegang.
*Apa jika aku jujur itu tidak akan merusak apapun, batin Dinda.
__ADS_1
Bagaimana nantinya jika Dinda menjawab masih, batin Maya*.