
"Sayang, kamu langsung antar Maya kekamar yah," ujar Rio saat mereka sudah tiba dirumah, Vina pun langsung mengangguk dan melangkah bersama Maya menuju kamar.
"Kakak tinggal yah, selamat istirahat,"
Dokter memang mengatakan kalau kondisi Maya sudah membaik, kemarin dia hanya syok dan kelelahan, jadi sore dia sudah bisa pulang namun harus memperbanyak istirahat dirumah.
Setelah Vina keluar dari kamarnya, gadis itu kembali mengingat semua kenangannya dengan Aldo mau yang buruk ataupun yang baik. Tiba-tiba hpnya berdering dan masuk sebuah chat WA, ternyata itu chat dari Aldo.
Maafin aku, hanya itu yang bisa aku ucapkan saat ini. Jangan lupa makan dan istirahat yang cukup yah, aku nggak mau liat kamu sakit lagi, batin Aldo.
"Kamu jahat kak Aldo, tapi rasa cinta ini terlalu besar sampai aku nggak bisa membenci kamu," lirih Maya dengan beberapa tetes air matanya yang terjatuh.
Sedangkan Aldo, setelah mengirim SMS itu pada Maya, lelaki itu bergegas kerumah Arga, dia akan minta maaf atas kesalahannya yang sempat ingin membunuh Arga.
Maudy terdiam membeku saat melihat orang yang berada dihadapannya saat ini, dalam benaknya bertanya untuk apa Aldo datang kesini, apa dia berniat mencelakai Arga atau bahkan mereka sekeluarga.
__ADS_1
"Siapa yang datang ma?" tanya Arga dan dia juga sama terkejutnya saat melihat Aldo dihadapannya saat ini.
"Buat apa kamu datang kesini?!, Arga mending kamu masuk nanti dia mencelakai kamu lagi," ujar Maudy setelah sadar dari keterkejutannya.
"Saya kesini mau minta maaf tante, Arga, saya benar-benar minta maaf atas kejadian itu," ujar Aldo bersungguh-sungguh.
"Maaf kamu bilang!!, hampir saja anak saya meninggal karena kamu, maaf memang sangat mudah untuk diucapkan!!"
"Saya akan melakukan apapun supaya tante sekeluarga memaafkan saya,"
"Kak Aldo hampir bunuh Arga?!, ini ada apa sih sebenarnya, ada apa dengan mereka?" gumam Dinda penuh tanya. Dia tidak begitu tau tentang kehidupan Arga, yang dia tau Arga mantannya Maya, hanya itu. Gadis itu juga tak pernah bertanya lebih pada Arga karena takut nanti Arga curiga tentang masa lalu dirinya, dan kalaupun dia bertanya, pasti Arga selalu menolak untuk menjawab.
Tidak lama kemudian, Dinda melihat Maudy dengan kasar mengusir Aldo pergi dan langsung menutup pintu rumah itu. Mama mertuanya itu memang sangat galak, Dinda hanya tidak tau bagaimana sabarnya Maudy di masa lalu sehingga menyebabkan dia seperti sekarang.
Saat melihat Arga memasuki kamar, Dinda dengan cepat mengikutinya, dia harus bertanya tentang Aldo, tapi secara hati-hati agar Arga tak curiga padanya.
__ADS_1
"Aaaa!!" teriak Dinda lalu menutup matanya karena melihat Arga tak pakai baju dan hendak membuka celananya.
"Bisa nggak, nggak usah teriak-teriak. Nanti mama datang dan malah marahin kamu,"
"Yah kamu sih, bisa nggak kalau ganti baju itu dikamar mandi atau pintunya dikunci, ini kan bukan hanya kamar kamu sendiri lagi," kesal Dinda, matanya kan jadi ternoda karena kelakuan Arga.
"Ribet yah!" ucap Arga lalu melangkah memasuki kamar mandi. Saat mendengar langkah Arga menjauh darinya, Dinda pun membuka matanya sambil berusaha menormalkan jantungnya.
"Ambilin handuk!!" teriak Arga dari kamar mandi membuat Dinda terkejut, pasalnya wanita itu masih menormalkan jantungnya dan malah mendengar suara teriakan Arga.
Bisa-bisa meninggal muda aku karena Arga, batin Dinda.
"Kamu mau ngapain?!" tanya Dinda panik saat Arga keluar dari kamar mandi dan langsung mendekat kearahnya yang sedang duduk memainkan hp ditepi ranjang. "Arga, jangan macam-macam!" lanjut Dinda sebab Arga semakin mendekat dan malah memegang kedua pipi wanita itu, semakin dekat dan sekarang Dinda bisa merasakan hembusan nafas Arga diwajahnya.
"Kamu bau, mandi gih sana. Dan satu lagi, jangan terlalu kegeeran," ujar Arga lalu melangkah pergi sembari tersenyum karena tadi Maya menutup matanya, pasti gadis itu berfikir Arga akan menciumnya.
__ADS_1
"Arga!!. Pede banget, siapa juga yang kegeeran," kesal Dinda.