Story Maya

Story Maya
Mengambil hak


__ADS_3

"Sayang yah kita nggak bisa hadir di pernikahan Arga," ujar Vina membuat Maya mengangguk, saat ini mereka berdua berada di dapur untuk memasak makan malam.


Sebenarnya Maya dan yang lainnya ingin sekali datang kepernikahan Arga, namun Maudy melarang mereka datang, jadi mau tidak mau, mereka tidak boleh datang.


"Apalagi Dinda itu sahabatku kak, ingin sekali rasanya datang kepernikahannya,"


Setelah sarapan bersama, mereka sekeluarga pun berbincang bersama lalu masuk kekamar masing-masing, namun baru saja Maya hendak menutup matanya, suara ketukan dijendela kamarnya membuatnya membuka matanya kembali.


"Kak Aldo?!" ujar Maya terkejut saat melihat Aldo berjalan sempoyongan masuk ke kamarnya setelah gadis itu membuka jendela kamarnya. "Kak Aldo mabok yah," lanjut Maya saat mencium bau Alkohol pada tubuh Aldo.


"Kau tau aku seperti melihat Maya disini, kau banyak sekali Maya, ada empat," ricau Aldo sembari tertawa.


"Kenapa kakak minum?" tanya Maya kecewa.


"Aku ingin membawamu pulang kerumah kita, Maya," ucap Aldo yang sudah memeluk tubuh Maya.


"Lepas!" ucap Maya lalu mendorong tubuh Aldo membuat Aldo yang lemas jatuh ditempat tidur.

__ADS_1


"Aku ingin memilikimu sekarang May, menjadikanmu istriku seutuhnya," Maya seketika menjadi takut saat Aldo mendekat kearahnya, perlahan wanita itu memundurkan langkahnya dan berhenti saat tubuhnya membentur dinding.


"Kak Aldo ku mohon jangan lakukan ini,"


"Kenapa kau takut sama suamimu Maya, kita sepasang suami istri, sudah sepantasnya aku meminta hakku, aku sudah sangat berbaik hati tak memintanya dari dulu,"


"Kak Aldo aku akan membencimu kalau kau melakukan ini. Aku akan memberikan hak itu, tapi bukan sekarang, nanti disaat aku sudah siap," ucap Maya yang air matanya sudah menetes. Aldo tak perduli dengan air mata itu dan langsung menarik Maya menuju kasur dan menindihnya.


"Kak Aldo jangan!!" teriak Maya, tapi percuma dia teriak sekencang mungkin karena kamarnya kedap suara, tak akan ada yang mendengarnya. Dia memberontak, berusaha mendorong Aldo, namun tak bisa, Aldo lebih kuat daripada saat dia mendorong lelaki itu kekasur tadi.


Dan malam itu, malam yang dipenuhi tangisan Maya, Aldo merenggut hak yang selama ini seharusya Maya penuhi. Gadis itu semakin membenci Aldo, bahkan sekarang untuk melihat Aldo, Maya sudah tak ingin.


Maya bangun dari kasur dengan susah payah bahkan beberapa kali dia terjatuh, dia meringis menahan sakit, karena tak kuat berdiri, dia mengesot hingga kekamar mandi, membersihkan tubuhnya dibawah shower dan menangis disana.


Kak Aldo, kakak yang dulunya ku puja, kakak yang kukira tak akan menyakitiku, kakak yang dimataku adalah seorang pahlawan, sekarang semua itu berubah, dimataku sekarang kak Aldo adalah pria brengsek,


jahat dan tak punya hati, pembohong, batin Maya dan selanjutnya dia merasakan gelap.

__ADS_1


Maya membuka matanya dan yang dilihatnya adalah ruangan putih dengan bau obat-obatan, dia mengerjapkan matanya berulang kali untuk memperbaiki penglihatannya.


"Kamu sudah sadar dek?, apa yang sakit Maya?" tanya Rio khawatir. Tadi pagi, Aldo menggendong Maya dengan wajah panik keluar dari kamar membuat semua orang yang sudah berada diruang tamu menjadi panik, bibir Maya yang pucat dan muka yang lesuh membuat semuanya menjadi makin khawatir, dengan cepat mereka pun membawa Maya menuju rumah sakit.


"Kak..hiks...hiks," Maya hanya menangis dan tak membalas ucapan Rio, Rio memang bingung ada apa dengan Maya, namun dia yakin ada sesuatu buruk yang terjadi semalam antara adiknya itu dan Aldo.


"Tenanglah dek, kamu cerita sama kakak yah," ucap Rio sambil memeluk dan mengusap rambut Maya lembut untuk menenangkan gadis itu.


"Maya!" panggil Aldo yang sudah berjalan mendekat kearahnya sontak Maya menatapnya tajam, menyiratkan sebuah kebencian disana.


"Aku nggak mau ketemu dia kak, usir dia dari sini, Maya benci dia," ujar Maya pada Rio membuat Aldo menggeleng.


"May aku minta maaf,"


"Kak Aldo mending kakak pergi aja dari sini, biarkan Maya tenang dulu, aku mohon sama kakak," ucap Rio.


"Aku mohon biarin aku menemani Maya disini,"

__ADS_1


"Kakak liat Maya sekarang, dia pucat kak dan dia nggak mau ketemu kakak, tolong jangan buat dia tambah sedih. Aku nggak tau apa yang terjadi sama kalian tadi malam, tapi aku yakin apa yang terjadi tadi malam pasti sangat membuat Maya sedih," ucap Rio, Aldo pun akhirnya mengalah dan memilih menunggu diluar, dia tak akan meninggalkan Maya dirumah sakit ini.


__ADS_2