Story Maya

Story Maya
Bertemu Arga dan Dinda


__ADS_3

"Disini indah yah kak," ucap Maya yang sedang duduk berduaan dengan Aldo sambil kepalanya dia letakkan dibahu lelaki itu.


"Indah May karena ada kamu," mereka berdua pun tersenyum bersamaan.


Saat ini mereka sudah berada di Jogja, tadi pagi lebih tepatnya mereka sampai, namun baru sore ini pasangan itu keluar dari hotel untuk jalan-jalan.


"Kak Aldo tau nggak sih hal apa yang paling menakutkan buat aku?" tanya Maya sembari menatap serius suaminya itu.


"Ketemu sama kucing," ucap Aldo yang langsung mendapat pukulan dari Maya. Memang benar sih wanita itu takut sekali dengan kucing karena dulu dia pernah digigit sewaktu ingin memberikan kucing yang dia temukan dijalan makanan, dari situlah dia trauma.


"KDRT namanya ini May, tega banget sih," kata Aldo sembari mengusap pelan bahunya yang dipukul Maya, padahal lelaki itu hanya cari perhatian saja sebab sama sekali tak ada rasanya pukulan istrinya itu.


"Lebay deh kakak, orang aku mukulnya pelan juga,"


"Cielah cemberut nih, kalau bibir kamu sampai hitungan ketiga masih tetap seperti itu, jangan salahin kakak yah kalau cium kamu disini," ujar Aldo yang langsung mendapat tatapan sinis dari Maya.


"Apaansih kak, rame tau. Mending kakak jawab deh pertanyaan aku tadi, tapi jawabnya yang benar,"


"Yah kan emang benar kamu takut kucing,"

__ADS_1


"Hal yang lebih mengerikan dari kucing,"


"Apa?, aku nggak tau sayang," ucap Aldo sambil memegang pipi Maya, Maya pun mendekatkan wajahnya ke wajah Aldo dan kening mereka pun bertemu.


"Kehilangan kakak adalah hal yang paling aku takuti, jadi bisakan kakak janji kalau kakak nggak akan ninggalin aku apapun alasannya,"


"Aku janji. I love you, sayang,"


"Love you more kak Aldo,"


Tak terasa hari semakin gelap membuat Maya dan Aldo mau tidak mau harus kembali ke hotel karena mereka juga belum mandi.


"Memang kakak mau kemana?"


"Nanti kamu juga tau, ini surprise," ucap Aldo lalu mencium kening istrinya itu dan berlalu pergi.


Sekarang kepercayaan aku mulai kembali kak, bahkan mungkin akan lebih besar daripada sebelumnya, batin Maya memandang kepergian Aldo.


Wanita itu pun melangkah masuk kedalam hotel dengan bernyanyi kecil mengiringi langkahnya, namun saat hendak masuk ke kamarnya, dia dikejutkan oleh dua orang yang dikenalnya malah berciuman disamping kamar hotelnya.

__ADS_1


"Arga, Dinda," gumam Maya.


Saat Dinda merasakan akan kehadiran seseorang disana, dia segera mendorong Arga menjauh darinya, dan sama dengan Maya, Dinda juga terkejut melihat Maya berada dihotel itu begitupun dengan Arga.


"Kamu disini juga May?" tanya Arga memecahkan suasana yang mencekam disana.


"Iya, dan maaf kalau apa yang aku lihat barusan nggak seharusnya aku lihat,"


"Apa kamu sama Aldo?" tanya Arga lagi, dan Maya pun mengangguk.


"Aku masuk ke kamar dulu, permisi," ucap Maya lalu masuk kedalam kamar hotelnya.


Kenapa dari sekian banyak tempat, aku harus bertemu dengan Aldo dan Dinda, bukankah itu akan membuat suasana buruk, batin Maya.


"Kayaknya kita salah deh kesini," ujar Dinda pada Arga. Bukankah mereka berdua mau belajar mencintai, tapi kalau orang yang mereka cintai juga berada disini, bagaimana coba?, terlebih lagi ternyata kamar Maya dan Aldo bersebelahan dengan kamar Dinda dan Arga. Takdir benar-benar tidak mendukung mereka.


"Mau gimana lagi Din, kita udah sampai disini,"


"Tapi tadi Maya..." gadis itu merasa malu karena Maya melihatnya berciuman dengan Arga, lagipula Arga sih kenapa coba malah menciumnya diluar, kan bisa dilihat banyak orang, coba dikamar mungkin akan berakhir....

__ADS_1


"Udah nggak usah dibahas, mending kita dinner aja, aku punya tempat makanan enak disini," ucap Arga lalu menggenggam tangan Dinda dan melangkah pergi.


__ADS_2