
"Arga, mama kamu kenapa?" tanya Rega panik yang baru saja datang dan melihat Maudy sudah terlelap tidur di ranjang kamar mereka dengan Arga dan Dinda disampingnya.
"Aku nggak tau pa, tadi mama histeris," ucap Arga.
"Perempuan ini siapa?" tanya Rega beralih menatap Dinda.
"Dia Dinda pa, calon istri aku," ujar Arga, baru saja Rega hendak berbicara lagi, Maudy terbangun dan membuat Rega langsung menggenggam tangan Maudy.
"Kamu kenapa sayang?" Maudy tidak menjawab pertanyaan Rega dan malah menatap tajam kearah Dinda, sungguh tatapan itu membuat Dinda sedikit takut.
"Mama kenapa sih?, kok ngeliatin Dinda kayak gitu banget," tegur Arga karena dia tau Dinda pasti tidak nyaman dengan tatapan itu.
"Mama tidak setuju kamu menikah dengan wanita itu Arga!!" ujar Maudy setelah sekian lama terdiam.
"Kenapa?, Dinda gadis yang baik,"
"Apa dia masih bisa disebut wanita baik kalau kamu menebusnya di tempat kotor itu, jangan-jangan dia mantan pelakor atau lebih parahnya dia sudah tidak suci lagi," ujar Maudy membuat air mata Dinda terjatuh, Arga dan Rega yang mendengar hinaan Maudy sedikit terkejut, pasalnya yang mereka tau Maudy adalah wanita lembut dan dewasa, dia tidak pernah berbicara sekasar ini.
"Mama kenapa bicara seperti itu, kata-kata mama melukai hatinya Dinda,"
"Iya sayang, kenapa kamu bicara seperti itu, kita bisa bicara hal ini baik-baik,"
__ADS_1
"Kamu nggak usah ikut campur mas, jangan jadiin Arga penerus kamu dengan bersama wanita malam, aku nggak rela anakku bersama perempuan yang tidak benar," ujar Maudy sembari menatap tajam kearah Rega.
Sudah cukup Dinda mendengar semua penghinaan itu, dia pun berlari tanpa memperdulikan Arga yang meneriaki namanya. Dinda berlari keluar rumah, dia tidak tau akan kemana, namun dia terus saja berlari.
"Aaa!!" teriak Dinda sambil memejamkan matanya karena sebuah mobil melaju cepat kearahnya saat dia hendak menyebrang, namun untung mobil itu berhenti satu jengkal dari tubuhnya.
"Kamu nggak papa?" tanya seseorang membuat Dinda membuka matanya, dia bernafas lega saat tau bahwa mobil itu tidak sampai menabrak tubuhnya. "Dinda!" ucap orang itu terkejut, orang itu tak lain adalah Aldo.
Deg.
Jantung Dinda berpacu lebih cepat saat melihat lelaki itu, lelaki yang menjadi patah hati pertamanya, lelaki pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta sampai dia mati rasa untuk orang lain sampai detik ini.
"Dinda tunggu!" ujar Aldo sembari mencekal tangan Dinda yang hendak pergi.
"Aku hanya ingin bicara sebentar sama kamu,"
"Aku nggak mau,"
"Kamu masih marah soal waktu itu?, itu udah lama baget Din," tanpa menjawab perkataan Aldo, Dinda dengan susah payah berusaha melepaskan cekalan tangan Aldo ditangannya.
"Lepasin aku!, aku nggak mau ketemu kamu," lirih Dinda saat tangannya tak juga dilepas Aldo, tenaga Aldo sangat kuat membuatnya tidak bisa melepaskan cekalan itu, tangan Dinda pun mulai sakit karena terus berusaha melepaskan cekalan Aldo.
__ADS_1
"Lepasin tangan lo," ucap Arga yang tiba-tiba saja datang, lalu menarik Dinda menjauh dari Aldo.
"Kamu kenal sama dia?" tanya Aldo dan Arga secara bersamaan membuat Dinda melirik mereka satu per satu.
"Lo ngapain sih ngikutin kata-kata gue," ujar Aldo.
"Nggak kebalik, lo yang ngikutin kata-kata gue," ucap Arga tak mau kalah.
"Lo yah..."
"Arga, lebih baik kita pergi dari sini," ujar Dinda sambil menggenggam tangan Arga, gadis itu tak mau berlama-lama didekat Aldo, itu hanya membuat dia mengingat kejadian dulu yang membuatnya terluka.
"Iya, kita pergi," ucap Arga lalu melangkah pergi, tapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Aldo.
"Kalian punya hubungan apa?!!"
"Bukan urusan lo," ujar Arga sambil melanjutkan langkahnya.
"Maafin mama aku yah Din," ujar Arga merasa bersalah, dia sadar kata-kata mamanya sangat melukai hati Dinda.
"Mama kamu nggak setuju sama aku, apa rencana pernikahan ini akan terus berlanjut?" ucap Dinda.
__ADS_1
Sebenarnya gadis itu berharap tidak menikah dengan Arga, dia lebih memilih untuk kerja saja dengan Arga dan setiap gajian, gajinya dipotong untuk membayar utang-utangnya, seumur hidup bekerja dengan Arga pun dia tak masalah asal bukan menjadi istri Arga sebab Dinda tidak yakin akan terus kuat dengan kata-kata hinaan Maudy nantinya.