Story Maya

Story Maya
Tak akan menyerah


__ADS_3

Hari ini Maya akan pergi belanja ke supermarket karena tak ada bahan makanan didapur rumah. Aldo memang sudah mengatakan selama Maya tidak ada, dia makan diluar dan tak pernah memasak.


Setelah dari supermarket, Maya memutuskan makan siang diluar saja karena Aldo pun belum pulang kantor jam begini, namun baru saja memasuki restoran, Maya malah ditabrak oleh seseorang.


"Maaf, saya nggak senga..." ucapan orang itu terputus saat melihat Maya lah orang yang ditabraknya.


"Arga," Arga berada direstoran itu karena meeting dengan kliennya.


"Hy May," sapa Arga, lalu mengambil barang bawaan Maya yang terjatuh dan memberikannya pada gadis itu. "Aku duluan," lanjut Arga berucap hendak melangkah pergi, namun Maya malah mencekal tangannya.


"Selamat atas pernikahannya, dan sampaiin juga selamat dari aku buat Dinda,"


"Ohiya. Hmm, aku juga minta maaf sama kamu dan keluarga kamu soal mama yang ngelarang kalian datang, aku benar-benar nggak tau tentang itu," ujar Arga.


"Kalau aku jadi mama kamu mungkin akan melakukan hal yang sama, siapa sih yang akan ngundang orang yang buat anaknya terluka, yah terlebih lagi kak Aldo pernah hampir membunuh kamu,"


"Tadi pagi Aldo datang kerumah aku lagi buat minta maaf. Tolong bilang ke dia, nggak perlu datang kerumah lagi, aku juga udah pernah bilang ini kan ke kamu,"


"Aldo nggak akan datang lagi kalau kamu maafin dia. Gini deh, apa yang bisa membuat kamu memaafkan Aldo, hal itu pasti akan dilakukan sama suamiku," kata Maya.


Kenapa masih sakit mendengar Maya menyebut kata 'suamiku' pada Aldo, padahal aku sudah mencoba membuka hati untuk Dinda, batin Arga.

__ADS_1


"Ini hanya tentang waktu Maya, permisi," ucap Arga lalu segera pergi dari sana, dia tidak mau Maya melihat ekspresinya dan bisa menebak kalau lelaki itu cemburu mendengar ucapan wanita itu tadi.


Setelah kepergian Arga, hp Maya pun berbunyi dan suaminya lah yang menelfonnya.


Dalam telfon.


"Assalamualaikum kak,"


"Walaikumsalam sayang, kamu dimana?, kita makan siang bareng yuk," ajak Aldo.


"Aku direstoran kak mau makan siang, mending kakak kesini deh, kita makan siang bareng,"


"Xxx,"


Setelah menunggu Aldo kurang lebih setengah jam, Aldo pun datang dengan bunga ditangannya.


"Buat kamu," ucap Aldo sambil duduk di kursi yang berada dihadapan Maya.


"Makasih, bunganya bagus banget,"


"Jelas dong, untuk orang yang spesial juga,"

__ADS_1


"Bisa aja," mereka berdua sontak saling melemparkan senyuman. Tak ada yang membuat Aldo sangat bahagia, kecuali berada didekat Maya, wanita yang dikenalnya sebagai cinta pertamanya, sebab lelaki itu tak pernah tau bagaimana ibunya dan siapa keluarganya.


"Mending kamu nggak usah minta maaf lagi sama Arga. Aku kasihan sama kakak kalau terus diusir dan dibentak sama keluarganya Arga, yang penting kan kakak udah minta maaf," kata Maya, lalu menyuapkan spaghetti kemulutnya. Pesanan mereka sudah datang satu menit yang lalu, Aldo memesan fried chicken dan jus alpukat, sedangkan Maya memesan spaghetti dan jus yang sama.


"Aku nggak akan berhenti sampai mereka memaafkan aku, sama seperti aku nggak akan pernah berhenti berjuang untuk mengembalikan Mayaku yang dulu," kekeh Aldo membuat Maya tersentuh.


Apa ini saatnya aku berdamai dengan semuanya, percaya kembali pada kak Aldo, dan kembali bersikap seperti dulu lagi, batin Maya.


"Kok kamu malah diam sih?" tanya Aldo sambil mencubit gemesh pipi istrinya itu membuat Maya meringis kesakitan dengan bibir cemberut. "May, bibirnya dikondisikan yah, aku nggak mau kamu tambah marah nanti dengan apa yang akan aku lakukan kalau bibir kamu kayak gitu terus," lanjut Aldo berucap.


"Apaansih, emang apa coba yang akan kamu lakukan?" pancing Maya.


"Jangan nyesal yah,"


"Apaansih nggak je..." ucapan Maya terpotong saat dia merasakan bibirnya dikecup oleh seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri, hanya sebuah kecupan singkat tapi mampu membuat Maya membeku seketika.


"Istriku udah dong kagetnya, kayak baru pertama kali aja, orang kita udah buat lebih pake banget lagi daripada hanya sebuah kecupan,"


"Aku bisa marah beneran loh kalau kamu bahas itu lagi," kesal Maya, entah mengapa membahas malam itu membuat moodnya rusak.


"Maaf,"

__ADS_1


__ADS_2