Story Maya

Story Maya
Bulan madu


__ADS_3

"Aku ingin bicara sesuatu, ikut aku!" ujar Arga pada Dinda yang tengah memasak bersama Maudy. Dinda pun menoleh kearah Arga, lalu menoleh kearah Maudy yang mengangguk memperbolehkannya pergi.


"Mau bicara apa?" Gadis itu sedikit deg-degan berduaan dengan Arga dalam satu kamar dengan wajah datar lelaki itu, terlebih lagi entah mengapa suasana seakan mencekam.


Arga tak menjawab pertanyaan itu dan malah memberikan Dinda sebuah amplop, lama Dinda memegang amplop itu dan berbagai pikiran buruk merasuki otaknya.


"Apa ini surat perceraian?"


"Apa kamu ingin bercerai?" tanya Arga balik membuat Dinda langsung menggeleng. "Dibuka dan dibaca,"


"Tiket ke Jogja," ujar Dinda yang sudah membuka amplop itu yang berisikan dua tiket menuju Jogja.


"Selama kita menikah, kita belum pernah pergi bulan madu, dan aku rasa ini waktu yang tepat," senyum seketika merekah diwajah wanita itu, apa ini pertanda Arga sudah memaafkannya.


"Kamu udah maafin aku?"


"Aku dan kamu sama-sama mencintai orang lain Din, tidak adil bagi kamu kalau aku marah,"


"Kamu masih mencintai Maya?" pertanyaan Dinda itu mendapat anggukan dari Arga. Sakit, tentu Dinda merasakannya, ini kedua kalinya lelaki yang dianggapnya miliknya mencintai Maya.


"Tapi aku ingin kita berdua sama-sama belajar untuk saling mencintai. Kita mulai dari bulan madu ini. Dinda, istriku, apakah kamu bersedia?"


"Iya," keduanya pun saling berpelukan, air mata Dinda jatuh begitu saja saat memeluk Arga, entah itu air mata kebahagiaan karena hubungannya dengan Arga sudah membaik atau itu air mata kesedihan karena suaminya mencintai sahabatnya sendiri, hanya Dinda lah yang tau.


***

__ADS_1


"Keponakan tante ini ganteng banget sih," ucap Maya sambil mencubit gemesh pipi Rangga yang sedang berada dalam gendonga Vina.


"Siapa dulu dong mamanya," kata Vina dengan bangganya.


"papanya dong, dia kan laki-laki, yah pasti turunan dari aku," kata Rio tak mau kalah.


"Dari aku lah mas,"


"Aku, Rangga mirip papanya,"


"Tapi aku ibunya, jelas dia lebih mirip aku,"


"Aku juga pa..."


"Kakak kamu sih," ucap Vina.


"Yah, kamu lah sayang, kamu kok yang mulai,"


"Kok malah ak..."


"Cukup!!. Kayaknya aku pulang aja deh kak, stress aku liat kalian berdua. Kak Aldo, ayo kita pulang," ucap Maya sambil menarik tangan Aldo.


"Kok pulang sih May?, nggak bermalam disini aja?!" teriak Rio karena Aldo dan Maya sudah melangkah cukup jauh.


"Nggak, makasih!!"

__ADS_1


"Aku tuh bingung tau sama mereka berdua, ada aja yang diperdebatkan, emang nggak capek apa," ujar Maya saat dia dan Aldo sudah berada didalam mobil.


"Hubungan kayak gitu seru tau nggak sih,"


"Seru dari mananya, yang ada malah bikin capek,"


"Aku punya sesuatu buat kamu," ucap Aldo membuat mood Maya yang lagi kesal berubah seketika menjadi senang.


"Apa?"


"Hadiahnya ada dilaci mobil, buka aja," dengan cepat Maya membuka laci mobil itu dan melihat dua tiket disana.


"Tiket ke Jogja," ujar Maya dengan tiket itu yang sudah berada ditangannya.


"Aku pengen ngajak kamu bulan madu, mau kan?"


"Tumben,"


"Untuk mempererat hubungan kita May, lagipula kita berdua jarang banget jalan-jalan berdua," ujar Aldo.


"Aku mau, makasih suamiku sayang," ucap Maya sembari memeluk lengan Aldo membuat Aldo tersenyum sembari mengacak rambut wanitanya itu.


"Aku lagi nyetir sayang, takutnya nanti nabrak, pelukannya nanti kalau udah dirumah yah,"


"Siap pak bos," ujar Maya sambil hormat kepada Aldo.

__ADS_1


__ADS_2